
Happy Reading !!
💖💖💖💖💖💖
Semenjak kepergian nya papa Herman kini Mentari sudah mulai terbiasa dan sudah melewati masa-masa terburuk kehilangan papanya itu.Mentari fokus mengurus rumah tangga juga kehamilannya .
Sedangkan pertunangan David dan Alina ditunda entah sampai kapan hanya David lah yang bisa memastikannya.
Dev sudah kembali bekerja dengan ruko laundry empat cabang nya yang baru. Sedang Vano kini pun sudah aktif diresto nya dan Vano pun melarang istrinya bekerja cukup dirumah saja mengurusi keperluan suaminya .
"Mas,siang ini aku mau berkunjung kerumah Mentari boleh?" tanya Lala sebelum Vano berangkat ke resto nya.
"Mau ngapain?" Vano balik bertanya kepada istrinya itu
"Tadi malem aku chatingan dengan Mentari mau belajar bikin kuker dirumah nya siang ini. " ucap Lala lagi menjelaskan maksudnya
"Kuker maksudnya kue kering gitu?" tanya Vano dan Lala mengangguk kan kepalanya .
"Boleh?" tanya Lala lagi mencari ijin suaminya
"Baiklah aku akan mengantar mu tapi aku gak mampir , nanti sore kita buka puasa disana saja okey." ucap Vano lagi membuat Lala tersenyum bahagia .
Akhirnya siang itu Vano mengantar Lala istrinya itu sampai di halaman teras depan rumah Mentari saja .
"Aku pergi dulu." ucap Vano sambil mengelus rambut Lala
"Ya,,Hati-hati."Ucap Lala Lagi
Cup
Vano mengecup sekilas kening istrinya dan mereka pun berpisah dengan tujuan masing-masing
"Mentari."Panggil Lala langsung nyelonong masuk ke ruang tamu karna pintu rumah teman nya itu terbuka lebar .
__ADS_1
"Aku didapur La." teriak Mentari dari arah dapur .
Lala pun langsung menuju dapur "Lagi apa?jadi nggak bikin kuker nya ?" tanya Lala pada Mentari
Mentari pun mendekat ke arah temannya itu "Jadi dong,ini gue lagi nyiapin bahan-bahan nya takut kurang." ucap Mentari lagi pada Lala
''Ya sudah ayo kita buat." ajak Lala dan Mentari pun ikut senang
Mereka berdua pun asik mengadon adonan kue sambil berbincang-bincang.
"La,ga lama lsgi kan lebaran ni." ucap Mentari sambil memisahkan putih dan kuning telur
"Terus?" tanya Lala
"Tutor nangis dong,gue kalo lebaran suka cengar cengir apalagi pas salaman sama Dev yang statusnya suami gue,belom ngomong udah ngakak." ucap Mentari butuh tutorial dari sahabatnya itu .
"Loe pikir cuma loe doang yang punya suami?Gue juga lagi mikir gimana,gue kalau salaman pas lebaran suka cengir cengir kek ga ada dosa ." ucap Lala dengan wajah sedih dan tak lama mereka berdua pun terkekeh
"Apa ini?kau membeli teh berbeda-beda merk?untuk apa?" tanya Lala kepada Mentari
"Diantara teh pucuk,teh botol,teh kotak gue lebih milih TEHAER" ucap Mentari tersenyum jenaka
"Gaje loe."Cicit Lala dan mereka pun kembali mencetak kuker yang mereka buat melalui buku resep
"La loe kalau mau ciuman sama suami harus ngode dulu atau gimana?" tanya Mentari sambil nyusun kue yang sudah jadi kedalam toples
"Ya kode dulu lah." ucap Lala sambil mengingat wajah suaminya
"Kalau loe ?" tanya Lala balik kepada temannya itu
"Kalau gue gak pake kode-kodean langsung nyosor gitu aja kek soang hehehe."Ucap Mentari tanpa dosa (soang\=angsa)
"Cih...dasar kau buas.'' sinis Lala mengejek otak temen nya itu
__ADS_1
"Lagi bahas apa ni?"Tiba-tiba dari arah pintu Dev dan Vano langsung nyelonong masuk saja
"Udah pulang yang?" tanya Mentari
"Udah,terus ga sengaja ketemu Vano didepan katanya buka bersama disini." ucap Dev lagi
"Ah yaa bener , kalian para laki-laki duduk aja di meja makan nanti kami siapkan menu buka nya ."Ucap Mentari dan dibenarkan oleh Lala
"Buat apa sayang?" tanya Vano kepada Lala yang asik dengan oven nya
"Buat kuker,,bentar lagi kan hari raya." ucap Lala sambil mengelap meja dapur yang kotor oleh tepung
"Sayang,pas buka boleh kan minta kue nya?"Pinta Vano kepada istrinya namun Mentari lebih dulu bicara
"Ambil yang hangus." ucap Mentari sekena nya
"Cih."Vano memasang wajah masam nya sedang Mentari tak memperdulikan
"Yank pasangin gas,gas nya habis." ucap Mentari manja kepada suaminya namun saat Dev ingin berdiri Vano ikutan nyindir Mentari
"Dear untuk wanita berjuluk istri,kenapa kalau gas dirumah habis kenapa harus suami masang tabung nya?emang kalau meledak kami ni gak mati?yang bener aja."Ketus Vano menyindir Mentari
"Bodo."
Bersambung. ...
Like komen dan supoort othor ya 😊
~P
Karya anak Mentari dan Lala ada ya di laman othor cek dan Favorit kan aja dulu 😂
__ADS_1