
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Sejak hari itu Alina kembali seperti awal dimana ia jarang bicara bahkan banyak diam seakan menjadi trauma berat jika dia harus keluar dari dalam toko dan bertemu dengan orang-orang yang tidak ia kenal seakan mereka akan melukainya lagi.
"Mereka semua jahat, apa hukuman ku selama ini kurang." Alina bermonolog sendirian sambil menyetrika baju pelanggan mereka di laundry itu
Ia mematikan alat setrikaan lalu ia memandangi jendela yang ada tak jauh ia menyetrika baju tersebut. "Aku.... Aku nggak kuat kek gini terus." ucap nya sambil mengigiti jarinya
Dunia nya seakan hancur jika mengingat kembali dimana temannya Meggi menganiaya dirinya didepan orang banyak, walaupun adik nya Mentari membalas perbuatan Meggi namun selalu terlintas dipikiran Alina bagaimana ia mendapatkan siksaan dan dipermalukan didepan umum.
"Aku terlalu ja.. ja... jahat sama Mentari,sa..sa..sama adik ku tak pernah aku mencontohkan menjadi kakak yang, yang baik hiksss" ucap Alina lagi bicara sendirian dan tanpa sadar bulir air mata membasahi lantai dimana ia berdiri menghadap kearah jendela.
Alina begitu terpuruk akan dirinya yang dulu sangat mengecewakan bahkan dirinya selalu berbuat jahat dan lagi-lagi ingatan itu membuat mood nya buruk.
__ADS_1
Gadis itu lalu pergi berpamitan dengan mama Marisa dengan beralasan pulang ke rumah karna ada yang ingin ia ambilkan. setelah mendapatkan izin Alina pun pergi tanpa mengendarai motor nya, ia berjalan kaki entah tak tau siang itu kemana arah dan tujuannya.
"Gak guna, bodoh bodoh... bodoh kau Alina bodoh." Alina memaki dirinya sambil memukul-mukul kepalanya dijalanan yang sepi siang hari itu
"Aku dulu wanita jahat, kakak jahat, anak durhaka dan sekarang aku adalah wanita penuh penyesalan juga kelemahan,, kenapa? kenapa ya Tuhan?" Alina terduduk di pinggir trotoar sambil melihat ke arah langit, mempertanyakan bagaimana dan kenapa dengan nasib nya ini.
"Apakah ini karma bagiku?apa selama ini tidak cukup aku yang menderita?Tuhan katakan?" Alina lagi berteriak mengeluarkan semua unek-unek nya
"Aku juga manusia Tuhan, aku juga punya titik lemah dan lelah, diperlakukan tidak adil mungkin ini yang dirasakan adik ku dulu, apa iya? hihks... apa begini rasanya? sakit banget Tuhan." Alina lagi berteriak dengan air mata mengalir deras dari matanya
"Hapus airmata mu, sudah cukup." Tiba-tiba seseorang datang membawakan sapu tangan kepada gadis itu
"Bukan gini solusinya." ucap pria itu lagi
Alina kaget dan langsung menurunkan pandangannya kearah belakang "Kamu?" Alina kaget dan langsung menurunkan kaki nya .
__ADS_1
"Lemah banget?" ucap pria itu lagi menyindir Alina lebih tepatnya mengejek
"Bukan urusan mu." Ketua gadis itu lsku menghapus airmata dari pipinya menggunakan tangannya dan tidak menerima sapu tangan dari pria itu.
"Menilai boleh menghakimi jangan. percaya diri penting, sadar diri lebih penting. kamu mungkin salah tapi ingat, mereka juga tidak lebih baik." ucap pria itu lagi
"Tidak usah ikut campur." ketus Alina lagi
"Menikahlah dengan ku, akan ku bahagiakan dirimu." ucap pria itu lagi
Bersambung.....
Siapa yah? 🤔🤔ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ¥°
Support terus ya kisah percintaan Alina yang bakal berujung dan berlabuh kemana?
__ADS_1
penyesalan dan taubat sudah menyadarinya 🥰