
Happy Reading
💖💖💖💖💖💖
Hari raya pun telah berlalu kini usia kandungan Mentari pun sudah semakin membesar karna sudah memasuki tujuh bulan kehamilan namun berat badan nya kian hari semakin meningkat .
Bahkan Mentari kesulitan untuk terlalu lama bergerak,nafsu makan yang tinggi tak heran jika Mentari selalu merepotkan Dev untuk memenuhi ke inginanya itu .
"Sayang,Baby dalam perut ku minta di elus sama papa nya."Rengek Mentari Manja pada Dev yang mau berangkat kerja , ya Dev pada akhirnya memilih turun tangan di perusahaan papa surya karna ia tak ingin kebutuhan untuk anak dan istrinya kekurangan sedangkan usaha londry tetap berjalan dengan karyawan yang menanganinya.
Dev pun menyelesaikan memasang dasi di pakaian nya lalu mendekat pada Mentari
Cup
Dev mengecup perut besar istrinya lalu dengan penuh perasaan Dev mengelus perut besar itu "Anak papa jangan bandel ya,kasihan mama ya nak." ucap Dev seakan berinteraksi dengan bayi yang ada diperut Mentari,
"Kalau mama capek kan kasihan juga papa ikut dimarahi."Ucap Dev lagi seakan mengaduh
Mentari langsung mengusap-usap rambut suaminya . "Aku kerja dulu ya." Guam Dev lalu mencium kening istrinya
Cup
"Hati-hati ya."seru Mentari
__ADS_1
"Mau aku telponkan mama supaya ada yang temenin dirumah ?" tanya Dev
"Ga usah yank,lagian dedek bayi nya ga bakal rewel kalau papa nya ga ada dirumah hehehe."Ujar Mentari sambil terkekeh membuat Dev lagi-lagi geleng-geleng kepala akan istrinya itu
Dan mereka pun akhirnya berpisah dengan Dev yang berangkat ke kantor pagi itu .
********
Disisi lain tepat nya di apartemen Vano juga Lala mereka sedang sibuk dengan rutinitas rumah tangga pagi ala mereka .
Sarapan pagi sebelum berangkat ke resto namun perdebatan kecil hanya karna parfum membuat Vano menahan sabar nya sebagai laki-laki.
"Mas tidak mandi?" tanya Lala sambil menutup hidungnya
"Tapi kenapa badan mas bau banget ..hueek.."Ketus Lala kembali menutup hidungnya
"Tapi mas pake parfum kok,dan ini parfum kesukaan kamu sayang." ujar Vano lagi dan mendekat ingin memeluk istrinya namun secepat kilat Lala menghindar
"Jangan mendekat,mulai besok ganti parfum nya...bau banget."Bentak Lala mual akan parfum yang di pake suaminya
"Ya ya..."Jawab Vano mengalah melawan pun percuma , mereka pun akhirnya duduk dengan berseberangan meja untuk sarapan
"Ini kopi kenapa dingin sih?"Ketus Vano ingin protes pada istrinya
__ADS_1
"Jangan pernah mengeluh ketika kopi mas dingin,ia pernah hangat namun mas diamkan."sindir Lala langsung ngena ke suaminya
"Hmmm...ya baiklah, sayang kenapa harus punya tahi lalat didekat bibir sih?" ucap Vano lalu bertanya pada istrinya
"Lah emangnya kenapa? kan nggak ganggu." ucap Lala terheran-heran akan pertanyaan suaminya
"Nggak nganggur sih,cuma istri kalau punya tahi lalat di dekat bibir cerewet nya ngalahin KNALPOT."Jawab Vano santai namun langsung kena bentak Lala
"Apa."
"Nggak sayang cuma bercanda kok hehehe,,,,mas berangkat dulu ya?"Ucap Vano lagi sambil berdiri
"Hmmm....Jangan genit-genit sama cewe lain ya ganteng,ingat aku istrimu."Peringatan Lala sebagai seorang istri
"Hehhe iya iya ."Vano pun hanya bisa mengalah melihat tingkah posesif istrinya itu .
Dan akhirnya Vano mengendarai mobilnya menuju resto namun saat sampai di restoran Vano di kagetkan dengan seseorang yang nyelonong masuk kedalam mobilnya
"Vano,kita perlu bicara." ucap orang itu
Bersambung....
Support terus ya karya receh othor super gaje ini 🙏🙈🙊😊
__ADS_1