
selamat membaca
🌹🌹🌹🌹
Setelah Mentari Pergi meninggalkan Dev Dirumah sakit itu ia langsung Mengunjungi Lala Ke toko sebentar Untuk Curhat .
"Hey Lala."Mentari mengagetkan Teman nya Yang sedang Menghitung Pemasukan
"Eh Lu Ngagetin aja ,Tumben Kesini buk ?Udah Dibolehin ?"Ucap Lala
"Gue Habis Ngelabrak Nenek Gayung dirumah sakit ,Jadi Gue Kesel dan Ingin Curhat sama Loe ."Ucap Mentari mengaduh
"Kakek Cangkul Nya ada ?"Lala Malah Balik Bertanya
plakkk
Mentari Menabok siku Lala "Gue sedang serius Mantili."Ketus Mentari Kesal
"Hehe."Lala Terkekeh .
"Tapi Gue sekarang sedang dekat Sama Cowok Dan Dia Pembalap Loe Tar."Ucap Lala , Yang seharusnya Mentari Yang Curhat ini malah kebalik
"Ganteng Maco ah Pokoknya Cogan deh,Dan dia Joki Balap ."Ucap Lala menggebu-gebu
Mentari Mengerutkan Alis Nya melihat Tingkah Lebay Temannya yang sedang jatuh cinta itu
"Mentang-mentang Cowok nya joki Balap,Sebentar lagi Nama Fb nya di ganti Lala kenalpot racing."Ejek Menteri sambil Terkekeh membuat Lala Mendengus kesal
"Suara nya Kridit kriditt."Ejek mentari lagi langsung dapat toyoran di kening nya .
__ADS_1
"Berhenti Mengejek ku Keong."Ketus Lala
"Eh tar Gue Ada Pantun Ni mau Denger Nggak ?"Tanya Lala sangat semangat .
"Mana Coba Gue mau denger."Seru mentari ikut antusias
Lala menarik nafas dalam-dalam Lalu buang .
"Burung Pipit di atas bukit,Sampai ke bukit Nggak Bisa turun ."Pantun Lala terputus karna mentari menyahutnya .
"Macam Mana Mau turun ,Kalo masih di atas bukit."Cicit mentari Membuat lala kembali kesal dan mentoyor kening mentari .
"Dasar loe ,Lupakan gue ."Cicit lala
dan mereka kembali tertawa .
Mentari dan Lala pun Melihat Arah suara yang Tak asing Bagi Mereka .
"Vano."Ucap Kedua orang itu bersamaan ,Dan mentari pun berlarian Memeluk Vano dan dengan senang hati Vano merangkul mentari
"Loe kemana aja biji karet ?"Tanya mentari didalam pelukan Vano
Mereka Adalah Tiga sahabat sama Gesrek nya.
Vano Hanya terkekeh melihat tingkah mentari Namun Dari luar toko .
"Maaf Menganggu waktu kalian ,Aku Hanya Ingin Mengentar Ponsel istriku yang tak sengaja jatuh di rumah sakit tadi ."Ucap Devan Yang Baru datang dan melihat semuanya Dengan posisi mentari masih memeluk Vano .
Sakit? Pasti dong , Marah?Siapa pun akan marah jika melihat orang yang sangat mereka cintai bemesraan sama orang lain , Tapi Bukan Dev orangnya . Ia Hanya memilih diam
__ADS_1
Raut kekecewaan Ia Tutupi , Dev Tidak munafik dulu dirinya jugalah bajingan bahkan lebih parah namun setelah menikah apalagi dengan orang yang sangat ia cintai Dev bertekat akan berubah , Namun mentari ? Ya Dev hanya Bisa menerima dan diam .
Mentari Kaget Dan Melepaskan Pelukannya Dari Vano
"Dev ."Panggil Mentari dengan suara serak nya . Lala Dan Vano Hanya diam
Dev tersenyum Pada Istrinya tak ada Kekesalan atau amarah dari dirinya . sebisa mungkin Dev tutupi dengan Tersenyum Bahagia .
"Sayang Ini ponselmu ."Ucap Dev sambil memberikan Ponsel mentari ,Namun mentari Tak Menerimanya . Dev pun Hanya Meletakan ponsel itu di atas meja
"Aku pergi dulu mau bekerja , Permisi."Ucap dev Meninggalkan Ruko itu Namun dengan Cepat mentari mengejar suaminya yang hendak masuk mobil
"Dev tunggu dev."Pekik mentari
"Dev ."Teriak nya Lagi dan Dev berhenti tepat di depan mobil nya
"Kenapa Kau Langsung pergi saja ? Semua itu tidak seperti yang kau pikirkan ."Ucap mentari lagi dan Dev tersenyum
"Kita tidak akan saling memahami,Jika tidak merasakan penderitaan yang sama."Ucap Dev Lalu tersenyum kembali pada istrinya
Dev mengusap rambut mentari "Aku kerja dulu."
bersambung ....
Like , Komen Juga vote ya 🙏🙏🙏😉
salam
putry
__ADS_1