
Happy reading!!!
πΉπΉπΉπΉπΉ
Semua orang kaget mendengar penuturan Lala .
"Berhenti menggila Lala ." ucap Mentari mengirim pesan digrup itu
"Bener tu ,berhenti jadi tidak waras seperti itu Lala " ucap Vano
"Aku tidak bercanda Vano,aku ingin menikah dengan mu " ucap pesan Lala
"Huekkkk...bukan nya kau punya gebetan di motor recing ?" tanya Mentari di grup mereka dengan memasang emot mual
"Gue udah bosan ." ketus Lala mengirim pesan
Mentari pun membalikan tubuhnya menghadap Devan "Bagaimana ini Dev ?" tanya Mentari kepada suaminya .
Dev menatap wajah mentari berfikir dengan lama "Bagaimana malam ini kita bicara kan bersama mereka ?atau sekalian makan malam ?Gimana?" tanya Dev pada Mentari
"Ide bagus , boleh juga ." ucap Mentari langsung mengecup bibir suaminya sekilas karna setuju akan ide yang di berikan
Cup
Mentari pun membenarkan posisinya kembali dan mengirim pesan kepada kedua teman nya "Nanti malam ."Pesan Mentari menekankan kata-kata nya .
Setelah mereka setuju Mentari menyudahi obrolan konyol itu .
"Dev makan lah aku sudah masak ,nanti dingin." ucap Mentari sambil mengerucutkan mulutnya
Dev tersenyum melihat tingkah istrinya "Baiklah aku makan,siap-siap lah kita akan pergi kan nanti?"gumam Dev dan Mentari pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sedang Dev langsung menuju ke dapur .
Setelah mereka melakukan rutinitas dirumah Mentari dan Dev pun siap-siap menaiki mobil mereka menuju restoran milik Vano karna mereka akan berbicara perundingan .
Tak lama mobil yang dikendarai Dev dan Mentari tiba namun hanya Ada Vano,Lala belum Juga datang .
"Kalian sudah datang?Masuklah."Ajak Vano mempersilakan teman nya duduk .Ya Vano bersikap biasa saja dengan Dev karna ia tidak akan menyakiti Mentari karna cinta Mentari begitu tulus pada suaminya .
"Sudah jelas tidak ada kepastian masih aja memeluk erat sebuah harapan."Batin Vano tak sengaja melihat Mentari melingkar kan tangan nya pada tangan Dev.
"Van, Lala mana?" tanya Mentari mencari keberandaan sahabatnya tak kunjung terlihat .
__ADS_1
"Bentar lagi masih dijalan kali dia."jawab Vano
"Owh ..." gumam Mentari ,Dev pun menarik kursi membiarkan istrinya untuk duduk .
Tak lama kanjeng ratu si Lala datang "Sorry gue telat hehe." cicit Lala
"Hehe...hehe emangnya lucu ." sinis Mentari .
Lala tak ambil pusing ia pun duduk bersebrangan pada Vano .
"Kita akan mencari solusinya karna lala yang bikin keadaan makin keruh." ucap Mentari memulai pembicaraan
Mereka menganggukkan kepala tanda mengerti namun lebih tepat nya seperti orang bego yang nurut saja .
"Aku yang akan mengintrogasi kalian berdua dan suami ku menjadi juri oke Dev?" ucap Mentari lebih ke perintah
Dev sebenarnya bingung arah bicara nya ini kemana , namun Dev hanya bisa mengiakan .
"Baiklah kita mulai ,." ucap Mentari lagi menatap Vano juga Lala bergantian
"Kenapa kau ingin menikahi sandra ?" tanya Mentari pada Vano
"Aku sudah bosan melajang."Ucap Vano ngasal
"Sudah ditampar keras oleh kepastian,tapi masih saja memeluk erat sebuah harapan,Goblok." cicit Lala namun langsung kena tamparan suara keras oleh Vano dan Mentari
"DIAM LALA." ucap Vano bersamaan dengan Mentari membuat Lala diam seribu bahasa . disana hanya Dev yang masih bingung dan menahan tawa melihat tiga orang di hadapan nya itu.
"Lalu kau,Kenapa tiba-tiba ingin menikah dengan Vano ?apa kau menyukainya?" tanya Mentari menyelidik pada Lala sahabat nya itu
"Tidak , aku tidak menyukainya ." jawab Lala sesantai nya membuat tiga orang yang berhadapan dengan nya itu kaget
"Hahk ."
"Jika Kau tak mencintai ku kenapa ingin menikahi ku kacang ijo?"Ketus Vano mentoyor kening Lala membuat dev geleng-geleng kepala melihat tiga orang dihadapan nya itu
Pasalnya Dev tidak terlalu dekat dengan trio gesrek itu ,Mungkin dari ke empat orang itu hanya Dev yang dalam mode waras .
"Kenapa?" tanya Mentari ikut kesal pada Lala
"Gue hanya ingin balas dendam aja sama Sandra , wanita itu pernah merebut cowok inceran gue dulu dan sekarang gue juga mau balas pada dia ."Ucap Lala sekena nya didepan semua orang
"Lagian Ni yah selera gue itu Kebule-bulean roketnya itu ya besar dan ori bukan kw ." gumam Lala namun langsung dapat tabokan dari Vano mulut nya
__ADS_1
plakk
"Ssttt...Sakit Vano."ketus Lala kesal
Dev lagi-lagi hanya menahan tawa melihat orang-orang dihadapan nya itu
"Puppssstt."
"Hey kacang ijo kalo ngomong jangan sembarangan ya mana ada roket ori dan kw ?"Ketus Vano didepan wajah Lala dengan kesal
"Lagian ga usah bangga dulu ,Loe pikir gue suka sama loe. Noh lihat badan besar dada rata ."Cicit Vano Membuat Lala kesal dan menjambak rambut Vano namun Vano pun tak mau diam ia pun menjambak rambut Lala
"Sialan loe , gini gini gue bisa buat anak tau ga loe ."Ucap Lala emosi sambil menarik rambut Vano
"Loe gak akan bisa buat anak kalau roket gue gak masuk Oon."Ucap Vano lagi menarik rambutnya
"Buahhhhhhhhh."Dev bukan nya memisahkan malah tertawa lepas melihat kekonyolan didepan mata nya
Untuknya kondisi resto memang lagi sepi
Mentari yang melihat tingkah konyol kedua teman nya itu ikut emosi "SUDAH CUKUP VANO LALA."teriak Mentari kepada kedua orang itu , membuat Dev ikutan diam menahan tawa
"Kalian itu memalukan sekali tau gak hahk."Ketus Mentari memarahi Vano juga Lala dan mereka hanya diam menyudahi jambak- jambakan itu
Mentari pun bicara kembali
"Gue bingung kenapa gue dari kecil gak pernah kesurupan,apa gue setannya ya?" tanya Mentari tiba-tiba
"Cih kau Lebih MEMALUKAN."ketus Vano dan lala Bersamaan sedang dev menepuk jidat nya .
Bersambung ...
πππππOthor ga bisa buat cerita yang sulit-sulit jadi ya begini lah alur cerita ku ππππ
sambil nunggu mentari dan dev up Kepoin yuk si Ge anak daddy Bara n mommy jihan yang ga kalah gesrek nya Tapi tergila-gila pada sang kakak duh masuk favorit dulu yuk π
Like dan komen ya bantu vote nya jangan lupa masukan favorit πππfollow othor ya
salam sayang
putri
__ADS_1