
Selamat membaca
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Setelah berbicara seenak jidat nya Mentari,Dev dengan Cepat membungkam mulut istrinya itu dengan tangan dev "Emmhh...Emhhh."Mentari meronta minta dilepasin dan Dev pun melepaskan tangan nya .
"Tidak boleh bicara seperti itu sayang."Ucap Dev menegur istrinya
"Tapi Dev Kan bener ucap ku tadi."Seru mentari dengan mengerucutkan mulutnya.
"Ya loe selalu benar."Cicit vano kembali fokus melihat-lihat kalung di sana
Dev pun menarik mentari kembali mencari cincin untuk istrinya "Mau beli juga?"Tanya Dev pada mentari
"Boleh?"Tanya mentari berbinar-binar menatap mata suaminya
"iya boleh."Ucap Dev
"Yakin boleh?"Tanya nya kembali onyol
"Iya sayang boleh ."Ucap Dev masih tersenyum manis pada istrinya
Mentari diam dan kembali menatap semua cincin disana lalu kembali menatap Dev "Boleh?"ucap nya lagi
Pletakkk...
"Awsss....sakit dev."Ringis mentari mengelus jidat nya
Cup
Dev mengecup sekilas kening istrinya "Lain kali jangan onyol paham."Ucap Dev Lagi
"Hehe...."Mentari terkekeh
Dev pun sibuk memasukan satu-sati cincin ke tangan mentari dan belum ada yang cocok menurut dev ,Sedang mentari pasrah saja jari nya dibuat Dev seperti itu .
Mentari pun Jenuh "Dev."Panggil mentari pada suaminya
"Hmmm..."Jawab Dev tanpa melirik mentari karna ia sedang fokus
"Apa bener pak SBY mantan pak JOKOWI?"Tanya mentari serius
Dev menatap istrinya sebentar "Ya enggak lah sayang ."Ucap dev kembali fokus
__ADS_1
"Kan Pak SBY mantan presiden."Seru mentari lagi
Dev menengadahkan pandangannya ke mentari dan kembali geleng-geleng melihat tingkah konyol istrinya itu .
Sedang Vano dan Lala masih sibuk memilih kalung juga cincin "Ya udah lah Gue Nerima Pernikahan kita."Ucap Vano disela-sela kesibukan mereka .
"Kenapa?Apa kau mencintaiku?"Tanya Lala Heran
"Gue mencintai loe bukan karna loe cantik juga bukan karna loe baik,tapi karna belum ada yang mau sama gue selain loe."Ucap Vano santai nya
"Sialan Cumi."Ucap Lala sambil memukul bahu vano
"Pisss."Vano terkekeh sambil menunjukan dua jarinya membentuk huruf V
"Cara bahagian wanita itu gimana si La?"Tanya Vano iseng
Lala diam memikir "Ada tiga kunci membahagiakan wanita."Ucap Lala dengan wajah serius nya
"Apa?"Tanya vano penasaran
"Kunci mobil,kunci rumah,kunci motor."Ucap lala tersenyum Pepsodent
"Matre."Ketus Vano
"Hidup Harus matre bang,butuh uang bukan daun."cicit lala lagi dan vano hanya menggelengkan kepalanya .
"Terus loe apa coba,Laki-laki yang loe fans aja banyak banget ."protes Vano pada lala
"Perempuan selingkuh itu wajar,kan ratu harus banyak pengawal."Ucap lala dengan pongah nya .
"Cih ,, aku sewa semua pengawal buat loe ,puas."Ketus vano
"Heehe..."
Disisi lain mentari ijin sama dev dan temen nya mau ke toilet bentar dan mereka pun mengijikan,karna toiletnya masih didalam toko itu juga .
"Mas bisa minta tolong ambilkan cincin yang itu ."Ucap seorang wanita baru datang menghampiri dev yang masih sibuk milih cincin buat istrinya
Dev pun melihat "Yang ini mba?"Tanya Dev ingin membantu
"Iya minta tolong?"Ucap Wanita itu lagi
Dev pun mengambilnya Namun saat dev memberi cincin itu ke wanita muda yang minta tolong tadi dengan bersamaan mentari datang "Devan ."Panggil mentari dengan suara kesal juga marah
__ADS_1
Dev pun melirik kearah istrinya "Sayang ."panggild Dev dan mendekatkan dirinya kepada mentari
"Jangan dekati aku."Ucap mentari dengan wajah masam nya
"Kenapa?"Dev heran padahal dirinya nggak salah apa-apa
"Kau membeli kan wanita lain cincin?"Tuding mentari pada dev dengan amarah
"Wanita mana?nggak ada sayang."Ucap Dev lagi membela dirinya
"Berhenti berbohong dev aku melihat sendiri kau memberikan cincin pada wanita itu tadi."Ucap Mentari menggebu-gebu sambil menunjukan wanita disana
"Kau salah paham sayang ,dia hanya minta tolong ambilkan. aku nggak kenal,sumpah."Ucap dev lagi
"Kau bohong dev ,aku benci."ketus mentari dan berlari dari tempat itu meninggalkan dev
"Mentari tunggu."panggil dev hendak mengejar istrinya namun dev menghentikan langkahnya "Aku mau nyusul mentari dulu ,kalian hubungi saja kami nanti kalau udah selesai ."Ucap Dev pada vano dan lala
"Dasar drama rumah tangga."Cicit lala melihat kekonyolan sahabatnya itu
Dev kebingungan mencari istrinya di ramai nya orang,Dev pun duduk dicafe mall itu sejenak sambil mengecek ponsel nya dan menghubungi mentari.
Panggilan pertama belum juga di angkat , Dev kembali menelpon balik masih juga ditolak. panggilan ketiga akhirnya Mentari pun mengangkat telpon suaminya .
"APA?"Ketus mentari langsung di balik ujung telpon membuat telinga dev berdenging
Dev berfikir sejenak "Mau buat anak Nggak?"Tanya Dev di telpon
"Dev dideket kamu ada gelas nggak?"Tanya mentari diujung telpon
"Ada,kenapa?"Tanya dev
"Coba deh lempar gelas itu kelantai."Perintah mentari dibalik telpon
"Udah."Jawab dev
"Coba kembali in gelas itu seperti semula dev,ga mungkin kan ?begitu juga hati aku."Ucap mentari lagi diujung telpon
"Gelasnya nggak pecah sayang soalnya yang aku lempar gelas plastik."Ucap Dev sambil tersenyum di telpon
"Iiihh kamu mah,,Ya udah kita bikin anak."Jawab mentari di telpon sedang dev menahan tawanya di sana .
Bersambung...
__ADS_1
Like ,komen dan masukan ke favoritnya ya jangan lupa bantu othor vote 🙏😉
putri