Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Part 145 (Bonchap) Kisah percintaan Alina


__ADS_3

Happy reading


💜💜💜💜💜


Siang itu semua orang menatap kearah suara yang mengancam Meggi.


"Mentari." Alina mencoba berdiri namun rambutnya seakan terasa sangat sakit karna bekas tarikan Meggi yang begitu kuatnya


"Cih... kau mengancam ku? bahkan aku bisa membuat kakak mu lebih malu lagi karna sudah mau jadi jalanngg pacar ku." ketus Meggi


"Cukup Meggi." David berteriak karna wanitanya itu sangat berlebihan


"Sayang ada apa?" Ternyata Mentari disana tidak hanya berdua dengan anaknya namun ada suaminya pula yang datang menemani dirinya


"Yank... pegang anak mu sebentar." Mentari memberikan putri kecilnya kepada Dev lalu mendekati Alina kakaknya


"Lepaskan kakak ku." ucap nya dengan besuara datang namun bernada ancaman


Prok... prok... prok....


Meggi melepaskan tangannya dari rambut Alina lalu bertepuk tangan mengejek Mentari.


"Sosweet... Adit yang berbakti, membela kakaknya tercinta yang sudah merusak masa depannya selama ini dan lebih parah sudah memfitnah dirinya bertahun-tahun tapi adik perempuan nya yang manis ini tetap membelanya dan menyayangi nya...sosweet." Meggi mengolok-olok Mentari juga Alina


Sedang Alina hanya diam tertunduk malu, apa yang di ucapkan wanita itu tidak ada salah, memang benar adanya.


Dev dan David hanya bisa melihat karna mereka tau yang bertengkar mulut itu adalah wanita dan tak sepantasnya laki-laki ikut campur.

__ADS_1


"Coba kau lihat kakak mu itu? wanita murahan, semua laki-laki dia kencani demi apa? kau tau? demi uang, bahkan dia menjual kehormatan dan memfitnah dirimu, apa kau tau Mentari?" Hina Meggi didepan semua orang


Plakkkkkk.....


Mentari menampar pipi wanita itu dengan sangar keras


Krak.....


"Awsss....." Meggi merintih kesakitan karna tangannya di pelintir oleh Mentari


"Mentari jangan.. " Alina mencegahnya namun Mentari tak memperdulikan


"Kau tau sakit Nona MEGGI yang terhormat?kau tau?" tanya Mentari semakin memilin tangan Meggi begitu kuat nya


"Aghh... "


Pipinya memerah, mata Mentari memerah.. Amarah masuk kedalam tubuhnya


"Kau boleh menghina aku tapi tidak dengan KELUARGA KU, PAHAM KAU?" ucap Mentari lalu menarik rambut Meggi dan menjambaknya begitu kuat


"Awsss.... agghhh." Meggi kesakitan, semua orang hanya bisa menonton apa yang terjadi


"Mentari sudah cukup dek sudah,, kakak gak papa kok." Alina memegang tangan adik nya agar melepaskan rambut wanita bernama meggi itu


"Kamu bilang cukup kak? cukup, wanita ini menghinamu, menghina kita... apa kau tidak mendengarnya." ucap Mentari berteriak


"Tapi apa yang ia ucapan memang benar Mentari, maafkan aku." Alina tertunduk

__ADS_1


Mentari mendorong Meggi dan melepaskan tarikan rambutnya sehingga membuat Meggi tersungkur dilantai


"Jika aku memperlakukanmu sebagaimana kamu memperlakukanku, maka kamu akan membenciku, bukan begitu kak?" tanya Mentari


"tidak semua harus dibalas dengan hal yang sama bukan? setidaknya kamu sudah mau berubah, itu lebih dari cukup." ucap Mentari membuat Alina diam


"Tidak perlu fokus memikirkan orang yang membenci kamu kak, karena masih banyak orang yang menyayangi kamu," ucap Mentari menguatkan kakaknya


"Hidup kita, panggung kita, jangan orang lain yang mengaturnya.PAHAM." ketus Mentari menegaskan agar kakak nya itu lebih berfikir dan berani


"Kembali keberanian kamu yang dulu, jangan lemah.. kita kecil didik dengan keras,, mama sama papa didik kita mandiri dan berani, jangan takut dengan sampah seperti dia ngerti ngga?" ucap Mentari emosi akan kakak nya yang diam diperlakukan tidak adil dan baik oleh wanita bernama meggi itu


"Ayo,, aku antar kan pulang." Mentari menarik tangan kakaknya


"Tunggu." David menghentikan langkah Alina juga Mentari dan dua wanita itu pun berhenti karna tangan Alina yang satunya ditahan oleh David


"Alina, maafkan aku." ucap David merasa bersalah


Namun secepat kilat Mentari melepaskan genggaman tangan David di pergelangan tangan kakaknya


"Maaf kau bilang? setelah kakak ku diperlakukan tidak baik, tidak manusiawi... hahk... kau harus bayar mahal akan hal itu..."


"Ayo kita pulang kak." Mentari meninggalkan David dan semua orang yang ada disana dengan membawa kakak nya


Bersambung....


Salam hangat

__ADS_1


Lubuklinggau menyapa 🙏🥰


__ADS_2