
Happy Reading
πππππ
Setelah saling maaf-maafan antara Vano juga Lala mereka sudah siap menuju rumah Dev dan Mentari untuk ber silaturahmi .
"Ayo kita berangkat."Ucap Vano pada istrinya sambil membukakan pintu mobil untuk Lala
"Makasih mas."Ucap Lala tersenyum kecil dan manis
Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah Mentari dengan perjalanan sedikit memakan waktu.
********
Disisi lain Mentari dan Dev baru pulang dari rumah Mama Sonya dan Papa Surya
Setelah masuk rumah mereka Mentari langsung menuju kamar nya lebih dulu dan langsung membuka seluruh pakaiannya hanya tersisa menutup dalaman nya saja namun tanpa Mentari sadari suaminya langsung masuk saja ke dalam kamar dan fokus apa yang sedang dilakukan istrinya sedari tadi.
Mentari pun memakai daster andalannya.
"Istri kalau sudah pakai daster terus tanpa tali gunung,Damage nya nambah terus."Ucap Dev langsung memeluk Mentari dari belakang lalu Dev menghirup ceruk leher istrinya itu dengan memejamkan matanya
"Sayang,kapan kesini nya?kok aku nggak tau?" tanya Mentari kaget karna Dev tiba-tiba masuk kamar tanpa ia sadari
"Nggak penting kapan masuk nya tapi bener kan Istri kalau sudah pakai daster terus tanpa tali gunung,Damage nya nambah terus?" tanya Dev kembali mempererat pelukannya
"Itu otak mu yang mesum yang."Sinis Mentari melepaskan pelukan Dev lalu membalikan tubuhnya menatap Dev dengan dekat
"Mau apa Hmm.." tanya Dev karna istrinya menatap begitu intens dirinya
"Aku...mohon nafkah lahir dan batin."Ucap Mentari plong begitu saja
pletakkk
"Awssssss....sakit."Cicit Mentari mengelus keningnya yang sakit karna di jentik Dev menggunakan jari nya
"Sakit?" tanya Dev dan Mentari pun mengangguk
"Sini."Ucap Dev menarik istrinya lebih dekat
Cup
Dev mengecup kening istrinya lalu mengusap-usap dengan ibu jari nya "Masih sakit hmmm..?"Dev menatap mata istrinya dan Mentari pun dengan cepat menggelengkan kepalanya bertanda tidak sakit lagi
__ADS_1
"Minta maaf sama suami itu dengan benar yank."Gumam Dev dengan suara lembutnya wa.
"Iya iya maaf,mohon maaf lahir dan batin dari istrimu ini sayang."Ucap Mentari sungguh-sungguh dan tulus lalu mencium telapak tangan kanan suaminya
Dev tersenyum bahagia lalu menggenggam kedua tangan istrinya "Mohon maaf lahir dan batin dari suamimu yg banyak salah ini sayang,semoga kedepannya hidup kita selalu bahagia ditambah adanya si kecil nanti."Gumam Dev lalu berjongkok menciumi perut datar istrinya
"Aamiin."Mentari mengamini semua doa dan impian suaminya .
Namun saat mereka berdua sedang saling berbagi kasih sayang dan cinta dari arah pintu utama rumah Mentari terdengar suara berisik karna adanya tamu .
"Assalamualaikum........"Ucap Lala sambil bernyanyi mengucapkan salam
Sedang Vano mengikuti istrinya . Dev dan Mentari pun keluar kamar
"Kalian."Panggil Mentari
"Maaf lahir bathin sobat."Ucap Lala menyalami Mentari lalu Dev
Vano pun ikutan bersalaman
"Maaf lahir batin ya."Vano menyalami Dev juga Mentari
"Ayo duduk, sayang siapin minum ya."Ucap Dev mempersilahkan tamu mereka duduk dan meminta tolong pada istrinya untuk menyiapkan hidangan kepada tamu mereka
"Aku ke dapur bentar ya,bukain aja toplesnya ."Ucap Mentari dan pergi dari ruang tamu itu
"Udah berapa minggu ya?belum tau juga rencananya habis lebaran mau periksa ke dokter kandungan
"Owh gitu."Seru Lala
tak lama Mentari pun datang
"Ayo di minum."
"Tadi ikut sholat id juga lu La?" tanya Mentari pada Lala sahabatnya
"Tadinya sih ia pas dijalan ternyata gue lagi pms,jadi gue nunggu suami gue yg lagi sholat id di mobil . iya kan mas?"Ucap Lala lalu bicara kepada Vano
"Iya."Jawab Vano
"Ribet ya,La buat lu yang PMS dari pada darah nya dibuang mending di donorin aja."Saran Mentari yang sudah keluar jalur waras nya sedang Dev hanya geleng-geleng melihat sikap istrinya itu
"Gak gitu juga kali konsep nya ogeb."Ketus Lala
__ADS_1
"Donor?emang bisa?"Vano sedikit kaget,Sedang Lala mendengus kesal
"Ck."Lala
"Bisa lah,contohnya donor ke Lu."Jawab Mentari akan pertanyaan Vano sahabatnya itu
"Sinting loe."Lala menimpali
"Darah kotor mana bisa didonor gaje."Ucap Lala lagi
"Hehehe...."Kekeh Mentari
Mereka pun berbincang-bincang Dev dan Vano begitu akrab .
"Eh kalian kenangan masa kecil yang ga pernah dilupakan dan ternyata itu semua kebohongan apa?"Lala bertanya kepada semua orang disana
"Dulu percaya kalau ada bercak putih dikuku berarti ada yang suka."jawab Dev
"Dulu percaya kalau sekolah nya itu bekas kuburan."Ucap Vano ikut mikir kenangan kecil nya
"Kalau loe Mentari?"tanya Lala
"Dulu gue percaya kalau kepala kita kejedut sama orang nanti anaknya bakal kembar,jadi harus di jedutin lagi biar ga kembar."Ucap Mentari dan di balas geleng-geleng oleh Lala Vano dan Dev
"Kalau gue dulu pas tangan kita di pijit atau ditekan bakal ada bulet-bulet
dipergelangan tangan dan dikira itu jumlah anak."Ucap Lala dan Vano nyengir akan kebodohan istrinya itu
"Cita-cita masa kecil."Ucap Vano bertanya
"Gue jadi Guru."Ucap Lala
"Gue pilot."Ucap Dev
"Kalau gue sih jadi dokter."Ucap Vano
Dan disana hanya Mentari yang diam membuat ketiga orang itu menatap Mentari "Loe ga punya cita-cita Tar masih kecil?"Vano bertanya dan Dev pun ikut penasaran
"Ada kok."Jawab Mentari
"Apa?"tanya Lala dan semua orang penasaran
"Jadi biduan."jawab Mentari tersenyum
__ADS_1
Bersambung....
Support othor terus ya ππTerimakasih