
Happy Reading
💟💟💟💟💟
Flashback On
Vano yang baru sampai rumah mereka mendapati telpon dari kedua orang tua nya
"Hallo pa."sapa Vano kepada papa nya
"Vano mulai besok kau dan istrimu tinggal di LN." Ucap papa Vano di balik telpon
"Loh kok mendadak si pa?" tanya Vano kurang setuju
"Terus nanti restoran Vano disini gimana?" tanya Vano menjadikan usaha nya sebagai alasan
"Mama mu disini kesepian,pokoknya besok kau berangkat. Masalah restoran biar papa yang urus nanti,anak ku cuma satu Vano jadi jangan banyak nego,titik." ucap papa Vano dan langsung mematikan telpon sepihak
"Dasar orang tua." umpat Vano memarahi ponsel nya yang di matikan sepihak
"Siapa mas?" tanya Lala yang baru dari dapur
"Papa barusan nelpon."jawab Vano pada istrinya
"Ada apa emangnya Mas?" tanya Lala lagi
__ADS_1
Vano membawa Lala duduk di sofa kediaman mereka "Papa nyuruh kita pindah ke LN besok."ucap Vano menatap mata istrinya
"Mama kesepian disana dan papa minta besok kita harus berangkat,tapi kalau kamu keberatan nanti mas bicara lagi sama papa." ucap Vano tak ingin memaksa istri
"Ya udah gak papa mas kita berangkat aja besok,tapi malem ini aku boleh bicara sama Mentari?" ucap Lala menerima lalu meminta pada suaminya agar di peroleh bertemu sama sahabatnya sebelum pergi .
"Boleh."jawab Vano pada akhirnya
Flashback off
"Apa...kalian mau pindah ke LN? Bercanda ya?" hardik Mentari pada kedua sahabat nya itu
"Ngapain bercanda Mentari,kita serius . Mertua gue kesepian disana."ucap Lala lagi dan Vano mengangguk
"Kan suami loe ada sayang." Seru lala lagi langsung duduk di sebelah sahabat nya
"Iya aku tau la,tapi kalian keluarga ku yang menemani aku dari keterpurukan selama ini, yang selalu ada buat gue please jangan pergi." Mentari memohon sedang Lala tak bisa menahan air matanya lagi
"Tapi sekarang aku punya suami dan tanggungjawab tar jadi kemana pun arah dia aku sebagai istri hanya bisa ngikut."ucap Lala lagi air matanya mulai mengenang
"Vano,loe juga sahabat gue . Apa gini nama nya persahabatan?"ucap Mentari memarahi sahabatnya itu
"Sayang,udah cukup jangan menangis mereka juga kan ada keperluan penting disana."ujar Dev menenangkan istrinya menarik Mentari masuk kedalam pelukannya
"Tapi Dev."
__ADS_1
"Sssttttt…..ngga boleh egois hmmm…"Dev mengingatkan istrinya
“Perpisahan, semanis apapun, seindah apapun, tetaplah berpisah. Ada cerita yang sejak detik ini harus berubah menjadi kenangan,dan aku ga mau itu hiks." gumam Mentari dengan tetesan air matanya
"Jika pertemuan adalah awal dari perpisahan, maka perpisahan adalah awal dari keindahan dalam pertemuan yang selanjutnya. Setelah anak kita besar kita balik lagi kok ke Indonesia." ucap Vano lagi meyakinkan semua orang disana
"Terserah…sayang aku nunggu di mobil."Mentari berdiri dan menuju mobil mereka yang terpikir meninggalkan tiga orang di meja itu
"Jangan lupa selalu kabarin kami ya kalau kalian udah disana."ucap Dev sebelum pergi dari restoran itu .
Dan akhirnya mereka pun terpisah dan Dev juga Mentari malam itu kembali pulang ke rumah mereka dimana Mentari hanya berdiam diri dari perjalanan tadi .
"Sayang,,mereka jahat ya?"tanya Mentari saat dia dan Dev ingin tidur
Dev menarik tubuh istrinya masuk kedalam dekapannya "Tidak seperti itu yank,setiap orang punya keluarga jadi mereka berhak atas itu semua."ucap Dev lagi
"Keluarga?"Mentari balik bertanya dan Dev mengangguk
"Bolehkah aku besok menginap di rumah orang tua yang telah melahirkan aku?"
Bersambung......
Yg bakal launcing tom and jerry versi othor 😂😉Sabar ya Aronggan vs pecicilan 😂
__ADS_1