
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Semenjak hari itu dan dimana Mentari mecari keadilan buat kakaknya agar tidak lagi selalu merasa bersalah dan bersedih akhirnya berakhir dimana Alina akan menikah dengan David namun tidak berdasarkan pemaksaan.
Bagi Mentari yang lalu biarlah berlalu, ia tidak mau menjadi seorang ataupun wanita pedendam dan itu juga suatu saat nanti yang akan ia ajarkan kepada anak-anak nya.
Hidup itu tidak ada yang namanya kebetulan semua sudah takdir yang memberikan tinggal bagaimana kita sebagai manusia menghadapi nya.
Hari bahagia itu pun datang dimana Alina akan bergandengan tangan bersama calon suaminya di atas panggung megah pernikahan itu. tamu yang di undang pun rata-rata dari kalangan pebisnis .
Mereka akan menemui atau bersatu didalam mahligai rumah tangga yang utuh.
Mentari pun memakai kebaya warna putih di padu dengan suaminya yang memakai jas berwarna hitam berkemeja putih di dalam nya. mereka berdua saling pandang dan tersenyum bahagia karna melihat kakak dan kakak ipar mereka bisa bersanding di atas pelaminan dengan bahagia.
"Kamu bahagia?" tanya Dev kepada istrinya yang sedang menatap haru ke arah kakak nya itu
Mentari melirik Dev "Aku bahagia yank, aku sangat bahagia." ucap mentari lagi
"hmmmm... baiklah biar kan kita nikmati dulu acara ini sampai selesai oke." pinta Dev dan Mentari pun menganggukan kepalanya
David yang dengan lantang juga tegas mengucapkan kalimat sumpah pernikahan dengan tegas dan satu kali ucapan membuat Alina berkaca-kaca.
"SAH?" kata sah yang di pertanyaan penghulu pun langsung membuat semua saksi juga seluruh tamu undangan ikut bersuara
__ADS_1
"Sah."
"Sah."
Dan saat itu juga semua orang mengucapkan "Alhamdulillah." tanda syukur dan bahagia bersama atas apa yang di capai.
Alina menatap wajah laki-laki yang baru saja mengesahkan dirinya sebagai wanita berjuluk istri itu dan seketika Alina langsung mengambil tangan David lalu mencium telapak tangan suaminya.Dan dengan bersamaan David pun mencium kening Alina.
Semua orang tertegun melihat pasangan itu.
Serangkai acara pun dilakukan di pesta itu penuh gembira juga bahagia namun saat David dan Alina sedang menyanbut tamu mereka yang bersalaman tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka berdua.
"Selamat." seorang wanita memakai dress selutut itu membuat Alina kaget
"Kamu." Alina seketika gugup dan David bisa melihat raut wajah istrinya yang kaget
David menggengam tangan istrinya dengan erat lalu langsung menyalami tangan meggi "Terimakasih atas ucapan nya." ucap David lagi
"Sama-sama." jawab Meggi lalu wanita itu bergeser mendekati Alina yang berwajah sedikit pucat
"Selamat buat mu Alina." Meggi mengulurkan tangan ke Alina
Alina dengan ragu mengambil tangan meggi "Te.. terimakasih meggi." jawab nya pelan
"Kau telah memenangkan hatinya, aku harap kau bisa amanah.. permisi." meggi berbisik lalu tersenyum kepada Alina lalu ia pergi dari sana.
__ADS_1
"Udah gak papa,, jangan dipikirin." David langsung menenangkan istrinya.
Setelah pertemuan dengan Meggi tadi mereka kembali fokus dengan serangkaian acara hingga selesai.
Tamu pun mulai berpulangan dan Alina juga David benar-benar kelelahan namun saat mereka sedang beristirahat di ruangan itu Mentari dan Dev menemui kedua nya.
"Hay." Sapa Mentari kepada kakak dan kakak ipar nya.
"hey... kaget aku, Mentari." ucap Alina
"Gimana?" tanya Mentari dan Dev ikut penasaran kepada pertanyaan istrinya itu kepada Alina
"Bahagia?" tanya Mentari lagi
Alina melirik David dan mereka saling tatap
"Kami bahagia." keduanya langsung berbicara bersamaan
Mentari dan Dev pun ikut senang mendengar jawaban kakaknya juga kakak ipar nya itu namun Mentari bisa melihat ada kesedihan di wajah kakak nya
"Ada apa?" tanya Mentari dan Alina seakan tau apa yang di tanyakan adik nya itu.
"Nggak papa, aku hanya minder saja." jawab Alina
"Ga usah minder, kita berdua terlahir dari anak orang susah kak,. tapi percayalah , anak yang dari kecil pernah susah hidupnya, derajatnya akan diangkat oleh Allah melalui pasangan nya." ucap Mentari
__ADS_1
"Percaya deh."
Bersambung.....