
Happy reading
ππππ
"Kak David?" Rangga kaget karna yang datang tiba-tiba diantara mereka berdua dan menyebutnya sepupu adalah orang yang sangat ia kenal bahkan masih memiliki hubungan darah antara mama David dan mamah nya Rangga .
"Jangan dekati Alina, dia milik saya." ucap David lagi dengan wajah dingin dan datarnya
"loh... bukan nya kakak pacaran sama siapa ya ah ya Meggi?" tanya Rangga sambil menaikan alisnya heran, kenapa David mengklaim Alina miliknya sedangkan Rangga tau jika sepupunya itu berpacaran dan bakal tunangan dengan Meggi.
"Ceritanya panjang dan Alina milik saya." ucap David lagi
Dan laki-laki itu hendak berjalan mendekati gadis bernama Alina itu untuk meminta maaf namun secepat kilat Rangga menghalangi nya.
"Jangan mendekati nya." ucap Rangga
"Minggir, kenapa kau menghalangi ku? aku tidak mau cari masalah dengan kau Rangga, minggir lah." ucap David lagi sudah mulai geram
"Tidak bisa, jangan sakiti wanita ini lagi kak. dia sudah terluka dan jangan tambah lagi luka dia." Rangga mengeraskan suaranya dihadapan David sedangkan Alina menutup telinganya dijalan sepi itu.
"Apa maksudmu hahk? minggir ku bilang minggir Rangga." David mencengkeram kerah baru Rangga karna jalannya dihalangi sepupunya itu.
"tidak bisa, aku tidak ijin kan kau menyakiti nya." Rangga tetap merentangkan tangannya menghalangi jalan David
__ADS_1
Bruggggkkkkk....
David mengarahkan tinju atau bogem mentah ke wajar Rangga dengan begitu kuat nya, dan Rangga pun terjatuh ke lantai karna tinjuan begitu kuah membuat nya tak bisa mengimbangi tubuhnya...
"Aaaaaaggggghhhh" Alina berteriak melihat David memukul Rangga dan gadis itu melihat darah keluar dari bibir Rangga dan gadis itu kembali menutup telinganya ketakutan.
David melihat Alina sekilas lalu ia berjongkok dihadapan Rangga "Dia wanita ku, aku yang menyakitinya dan aku pula yang akan mengobatinya, paham kau." ucap David mengingatkan Rangga
"Pergi kerumah sakit, obati luka mu." David memberikan sejumlah uang langsung ia masukan kedalam kantong baju Rangga dan ia pun berdiri.
Dengan kesalnya Rangga pun pergi dari sana dan tinggalah David dan Alina yang diam saling pandang.
"Apa kau terluka?" tanya David kepada Alina namun gadis itu hanya memberikan jawaban singkat
"Ada yang sakit? tanyanya kembali namun jawaban gadis itu tetap sama
" Tidak."
"Katakan padaku, jangan berbohong." ucap David lagi memaksa
"Tidak ada." jawab nya lagi
"Pasti tubuhmu ada yang terluka kan? katakan bagian mana yang sakit biar aku obati." ucap David lagi berwajah serius
__ADS_1
Alina berjalan mendekati laki-laki itu lalu menunjukan dada nya "Jika tubuh ku yang terluka aku masih bisa menahannya, tapi luka itu di dalam sini David, disini." Alina menekan-nekan kan dadanya.
"Yang luka bukan tubuhku tapi hati ku, paham?"Alina menekankan kata-kata yang begitu dalam juga menyakitkan
Ia teringat kembali dimana begitu malu ia dan ibunya karna ditinggal tunangan begitu saja tanpa kabar ataupun bicara secara baik-baik.
Dan mulut tetangga kiri kanan pun mulai mengunjing dirinya juga mama Marisa, sempat terpuruk karna menahan malu begitu besar membuat Alina putus asa namun lagi-lagi adiknya Mentari yang selalu menjadi benteng penyemangat nya, membuat dirinya kembali bangun dan sadar hidup itu masih panjang perjalanan nya dan kita tidak tau kedepannya seperti apa.
"Dan kau tau, disaat kamu meninggalkan pertunangan kita begitu saja, hati ini hancur dan malu bahkan sakit banget. aku hampir gila David gila,, Lagi-lagi adik ku lah penolong dan penyelamat mental ku tapi apa kau tau?"
"Manusia itu semuanya kuat termasuk aku, yang lemah itu batin aku.. mau satu dunia bilang semangat, kalau capek ya capek." ucap Alina tepat diwajah David begitu tegas nya.
Bersambung...
sebenarnya menghadapi mental orang yang terluka bahkan riwayatnya pun sulit ia lupakan sudah pasti butuh kesabaran dan perjuangan. karna luka itu bukan hanya satu tapi banyak ππͺsemangat pejuang receh
Cek profil othor yuk ada novel baru nih πππ₯°
(Ranjang Panas Sang Mafia)
favoritkan aja dulu biar masuk notifny nanti ππ₯°
__ADS_1