Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Pelukan yg dirindukan!


__ADS_3

Happy Reading


💖💖💖💖💖


Siang itu di sebuah Mall begitu besar di kota itu dimana semua orang sedang berburu apa yang mereka cari bahkan ramai nya orang tanpa Mentari sadari Vano dan Lala juga berada di Mall yang sama dengan Mentari.


"Sayang aku tunggu di kursi itu aja ya,kamu belanja aja dulu nanti kalau udah semua temui aku disini ya."Ucap Vano kepada istrinya memilih menunggu karna ramai nya orang berada dipusat perbelanjaan itu.


"Baiklah aku pergi dulu ya."Ucap Lala berpamitan


********


Disisi Lain Dev mengurungkan untuk ke toko nya ia memilih menyusul istrinya karna ponsel Mentari sulit dihubungi membuat Dev cemas akan istrinya yang sedang mengandung .


Dev pun langsung menancap gas mobil menuju Mall dimana Mentari berada.


*******


"Saya anak yang merindukan surga di telapak kaki ibu yang melahirkan saya nyonya."Ucap Mentari jujur di depan wanita cantik yang tak lagi muda itu


Mama Marisa hanya diam tanpa bersuara sama Sekali . "Jangan mempengaruhi Mama ku Mentari."Ucap Alina yang datang tiba-tiba


Alina langsung menggegam tangan mama Marisa "Aku rasa mama ku tidak perlu terimakasih kepada kau karna sudah membayar tagihan yg tak sengaja ia curi tadi,karna sudah sewajarnya kau sebagai anak membalas budi akan mama ku."Ucap Alina dengan menekankan kata-kata nya .


Sedang Mentari hanya tersenyum mengejek melihat kakak nya yang seakan benar dan tak pernah mengakui kesalahan nya itu "Balas budi? Oke balas budi."Jawab Mentari menerima semua ucapan kakaknya itu .


"Mama baik-baik saja kan? Mama nggak diapa-apain mereka kan?" tanya Alina sambil memeriksa seluruh tubuh Mama Marisa sedang Mentari hanya memperhatikan nya saja .


"Berapa uang yang telah kau bayar untuk Mama ku? biar aku ganti."Ucap Alina lagi dengan wajah datar sedang Mama Marisa hanya menatap wajah Mentari yg hanya diam menatap kedua orang di hadapannya itu .


"Kenapa kau tak pernah berubah?" tanya Mentari mendekati Alina yang berdiri disana

__ADS_1


"Tidak perlu menasihati ku."Ketus Alina dihadapan Mentari


"Maafkan Mama Mentari."Ucap Marisa dengan wajah menunduk membuat Alina mendengus kesal sedang yang di mintai maaf hanya diam


"Mama apa-apa sih."Sinis Alina kesal namun Mama Marisa tak memperdulikan nya


"Aku telah berbuat salah dengan mu nak."Ucap Mama Marisa


"Apa masih ada maaf untuk orang tua seperti ku?" tanya Mama Marisa lagi


Mentari melangkahkan kakinya tepat berdiri dihadapan mama Marisa "Mama adalah salah satu tempat curhat terpercaya dan di sanalah anak perempuan dapat menemukan solusi dan nasihat yang paling tepat," "


"Tapi,Mentari tidak pernah mendapatkannya."Ucap Mentari disana dengan sendu


"Mama aku merindukanmu. Tangan Mentari tak mampu menggapaimu, mata Mentari tak mampu menatapmu. Namun tahukah ma, hati Mentari tak pernah mencoba berhenti berkata-kata bahwa Mentari sangat merindukan kebersamaan kita dirumah."Ucap Mentari panjang lebar tanpa sadar menitihkan air matanya tepat di hadapan wanita cantik yg tak lagi muda itu


"Maafkan aku nak."Lirih Mama Marisa menyesali keegoisan dirinya


"Sebentar saja Mentari ingin mendengar suaramu, berada dalam dekapanmu, dan mengobati rinduku, Mama."Pinta Mentari di hadapan orang yang lumayan ramai disana


"Aku rindu tubuh mu,pelukan dari wanita yang telah melahirkan aku hihks."Gumam Mentari dengan air mata berlinang namun tanpa Mentari sadari Vano sedari tadi ada disana menyaksikan semuanya .


"Boleh kah ak...aku memelukmu? Ucap Mentari memohon


Mama Marisa langsung menarik tubuh Mentari masuk kedalam pelukannya. "Maafkan wanita tua ini nak maafkan hihksss,kau menderita karna aku."Ucap Mama Marisa mengakui kesalahan nya


""Aku tidak adik kepadamu nak hihks...hihskk..Maafkan aku."Ucap nya lagi


Mentari hanya Menangis didalam pelukan ibu kandungnya itu tanpa mengucapkan apa-apa, Mentari seakan enggan melepaskan pelukan yang selama ini ia rindukan itu .


"Maafkan Mama sayang maaf."seru Mama Marisa namun Alina langsung menarik paksa Mama Marisa agar menjauh dari Mentari

__ADS_1


"Awsss....."Ringis Mentari karna Alina menarik begitu saja mama nya


"Sudah cukup."Ucap Alina dengan mata melotot di hadapan Mentari yg notabene adalah adik kandungnya sendiri


"Kau itu hanya anak pembawa sial,paham kau."Ketus Alina langsung mendorong Mentari hingga terjatuh dilantai lalu ia membawa paksa mama Marisa pergi menjauh dari Mentari


Mentari tersungkur dilantai itu sambil menatap mama Marisa yang semakin menjauh air mata nya pun tak henti-hentinya mengalir


"Hihksss....hihsskkk....Aku bukan anak pembawa sial kok kak hihkkksss...."Lirih Mentari sambil mengelap air matanya masih disposisi duduk dilantai namun Mentari kaget .


"Kau wanita terbaik dan bukan anak pembawa sial, mungkin mereka yg begitu tapi tidak dengan sahabat mu ini,ayo berdiri."Vano tiba-tiba mengulurkan tangannya di hadapan Mentari


"Vano,kau disini?" tanya Mentari kaget dan mengambil tangan Vano agar berdiri dari kerumunan itu


Vano merapikan rambut Mentari dan sedikit mengusap nya "Jangan menangis,loe punya gue dan loe ga sendirian..bagi luka loe ke gue,bukan kah kita sahabat?"Ucap Vano begitu tulus dengan menatap manik mata mentari


"Aaaaaa......Vano terimakasih."Seru Mentari terharu langsung memeluk tubuh Vano yang selama ini ia anggap tak lebih dari sahabatnya yang selalu ada buat dirinya


Vano pun membalas pelukan Mentari "Jangan sedih,airmata loe itu sangat berarti."Ucap Vano lagi


Vano pun melepaskan pelukan nya lalu berjongkok tepat berhadapan dengan perut Mentari "Loe harus kuat demi dia,jaga dia baik-baik okey."Ucap Vano mengelus perut Mentari sekilas seakan mereka berdua pasangan suami istri di sana .


"Terimakasih Vano."


Namun tanpa mereka berdua disana sadari Dev dan lala memperhatikan semua nya sedari tadi.


Bersambung.....


Support othor receh ini terus ya 🙏😉


~p

__ADS_1


__ADS_2