
selamat membaca
happy weekend
🌹🌹🌹🌹
Setelah Deal Membeli rumah Dev melajukan mobilnya menuju toko mentari karna hari pun sudah Mulai sore di fikir Dev pasti sebentar lagi toko itu akan tutup .
Namun saat Dev memarkirkan mobilnya ia melihat sudah ada Vano di ruko istrinya .
Dev pun turun bersikap biasa saja tak ingin berlebihan . "Apa belum tutup ?"Tanya Dev pada Mentari yang sedang Asik ngobrol dengan Vano juga Lala
mereka Bertiga Pun Melirik Kearah Dev ."Kau sudah Pulang?"Mentari bukan menjawab pertanyaan Dev tapi balik bertanya .
"Udah."Balas Dev dengan ramah nya .
"Rumah nya Udah Dapat?"Tanya Mentari lagi
"Udah kok."Dev kembali menjawab
Mentari tersenyum bahagia "Eh Vano sana pulang gue mau tutup toko."Ucap Mentari tidak ada sopan-sopan nya mengusir bukan secara halus tapi kasar lebih tepatnya terang-terangan .
"Buseeettt dah loe tar sudah senang loe usir gue seenak jidat loe."Ucap Vano sambil mentoyor kening mentari .
Vano menatap Dev sekilas lalu menatap Mentari juga lala "Ya udah gue cabut ya bye."Ucap Vano sambil menjitak kepala Tari dan lala lalu iya pergi dari sana dengan berlari
"Sialan Tu bocah."Ucap mentari dan lala bersamaan sambil mengusap-usap kepala mereka yang sakit
"Aku nunggu di atas ya."Ucap Dev menunjuk kamar mentari
"Ya."jawab Mentari singkat
"La,ayo tutup gue gak sabar mau lihat rumah baru gue."cicit mentari lagi karna lagi-lagi jiwa norak dan bar-bar nya muncul bersamaan.
"ya baiklah ."Seru lala,dan mereka pun mengemasi toko setelah selesai lala pun pamit pergi .
Mentari pun menyusul Dev Ke atas "Ayo aku sudah selesai ."Ucap mentari kepada Dev yang sedang Duduk di kursi menatap arah luar toko .
"Udah?"Tanya Dev
"Udah,ayo."Ucap mentari tak sabaran
__ADS_1
Dev tersenyum kecil melihat wanita yang menjadi istrinya itu sekarang bahagia hanya karna satu rumah baru bahkan Dev bisa memberikan segalanya jika ia mau .
Akhirnya setelah perjalanan tiga puluh menit lebih mereka pun tiba disebuah kompleks perumahan .
"Rumah nya yang mana?"Tanya mentari didalam mobil
"Tu."Tunjuk Dev dan mereka pun memarkirkan mobil di bagasi rumah
Dev dan Mentari memasuki rumah yang memang sudah lengkap akan prabotan karna Dev sendiri memilih rumah yang sudah lengkap walau harus membayar mahal
Dev memilih Disain warna yang tidak cerah juga gelap namun natural dan tak bosan jika dipandang .
Dev dan Mentari lalu melihat dapur mereka yang tertata rapi "Cantiknya."Gumam mentari takjub
"Kau suka?"Tanya Dev wanita itu menganggukan kepalanya .
Mereka pun menuju kamar mandi
Dev memilih membeli rumah dengan satu kamar tidur ,pikir Dev walaupun sedang ribut dengan istrinya ia tak akan pisah kamar . Hehe
"Jika Kau tak menyukainya , Aku akan membeli rumah Lain ."Ucap Dev Berdiri dihadapan mentari Namun wanita itu dengan cepat Mengecup Sekilas Bibir Suaminya
Cup
"Terimakasih , ini sudah lebih dari cukup kok."Seru mentari lagi
Dev tersenyum Bahagia
"Apa Mau ke mini Market?soalnya disini belum ada apa-apa."ucap Dev pada mentari
Mentari Pun setuju dan mereka mengunjungi mini market terdekat .Setelah selesai berbelanja Dev dan Mentari Keluar dari mini Market namun di kaget kan oleh seorang wanita yang tak lain adalah teman satu profesi didunia perfilman Dev dulu
"Hay Dev , apa kabar ?"Tanya Dira Namun mentari memasang wajah tidak suka melihat wanita yang menyapa dev itu
__ADS_1
Dev melihat gelagat curiga pada istrinya "Hay..aku baik"Ucap Dev Dengan Cepat
"Maaf kami mau pulang permisi."Ucap Dev pada dira lalu membawa mentari menjauh.
Didalam mobil mentari hanya diam"Dia cuma temen satu kerjaan dulu."Ucap Dev pada mentari
"Owh."Jawab nya singkat
"Aku ga ada apa-apa kok sama dia."Ujar Dev lagi
"Owh.."Lagi-lagi jawaban mentari menguji kesabaran Dev
saat tiba di depan pintu rumah
"Lain kali kalau udah sama aku matanya ga usah sana sini ya sayang ."Ketus mentari langsung masuk rumah melewati Dev
"Tapi aku ."Ucap Dev terputus kala mentari bicara
"Tidur di sofa ."Ketus mentari lagi
Dev mengelus-elus dada nya ,Tak bisa Dev bayangkan. Hanya karna teman wanita mentari semarah itu dan menyuruhnya tidur di sofa.
Dalam Otak Dev saat ini adalah bagaimana pun cara nya besok iya harus melenyapkan sofa itu .
Tak Lama Dev Menuju dapur Untuk mengambil minum,namun ia tak sengaja Menyenggol piring dan jatuh pecah berserakan dilantai dapur ,
Mentari yang mendengar suara pecahan langsung keluar kamar lalu menatap Dev Dengan marah
"Mentari aku nggak sengaja"Tanya Dev Khawatir
"Diamlah Dev ,dirumah kau memecahkan oiring diluar kau menatap wanita lain ,kau itu cukup memandang wajah istrimu saja bukan wanita lain ."Cicit mentari setelah melihat pecahan piring ia lalu ngomel dan pergi menghempaskan pintu kamar .
Dev menelan ludah nya dengan kasar
"Kalau di sinetron piring pecah pertanda firasat buruk ,kalau dirumah piring pecah sapu melayang pidato panjang."Gumam Dev menatap pintu kamar
Bersambung......
like,komen dan vote ya 🙏😉
putry
__ADS_1