
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari pun mulai berganti dan kini kehidupan Mentari maupun Alina begitu bahagia dengan pasangan masing-masing.
Tak pernah sekalipun terpikirkan oleh seorang Alina jika kehidupan nya kembali membaik dari keterpurukan nya dulu, bahkan jauh lebih baik dari yang ia bayangkan selama ini.
Alina berdiri di pinggir balkon kamar nya dan menatap langit-langit yang begitu cerah di siang hari itu. Matanya berkaca-kaca seakan semua nya ini tidak nyata dimana kehidupan ia dulunya sangat miris sekarang berbanding kebalik.
"Aku sangat beruntung sekali Tuhan." Alina berteriak bahagia akan kebahagiaan kecil nya itu.
Namun tiba-tiba David datang dari arah belakangnya lalu melingakarkan kedua tangannya dipingggang istrinya itu.
"ehmm... kau disini rupanya?" ucap David sambil menghirup ceruk leher istrinya yang wangi.
Alina kaget karna ia tidak tau jika suaminya itu datang dimana tempat ia berdiri sekarang.
__ADS_1
"Kenapa melamun disini?Ada yang di fikirkan? apa kau tak bahagia?" tanya David sambil memutar tubuh Alina mengahadap dirinya
"Aku bahagia... sangat bahagia." ucap Alina malu-malu
"Yakin?" tanya David lagi menatap kedua bola mata hitam istrinya itu
"Ya." jawabnya singkat
"Jika kau bahagia, kenapa kemarin-kemarin kau menolak ku? apa kau tidak menunggu ku?" tanya David lagi penasaran akan jawaban istrinya
David langsung mengangkat dagu istrinya dan mereka saling tatap "Terimakasih sudah mau menerima ku kembali." ucap David bersungguh-sungguh
"Kenapa terimakasih?aku banyak kekurangan nya." tanya Alina
"Sama aku juga." jawab David
"Tapi satu hal yang harus kamu tau sayang, mungkin ketidaksempurnaan kita yang membuat kita begitu sempurna satu sama lainnya." ucap David kepada istrinya agar tidak merasa paling hina dirinya pun sama.
__ADS_1
"Dengar sayang, segala sesuatu memiliki kesudahan, yang sudah berakhir biarlah berlalu dan yakin lah semua akan baik-baik saja." ucap David lagi lalu seketika memeluk istrinya begitu erat sangking bahagia nya ia mempunyai pendamping hidup yang selama ini ia cintai, hanya kesalahan yang tak terbuka membuat mereka terpisah oleh jarak dan waktu.
ketika kedua orang itu sedang membagi hangat nya pelukan kerinduan juga aksih sayang di antara keduanya, tiba-tiba datang tamu yang tak di undang kerumah mereka dan langsung masuk ke pembicaraan kedua suami istri itu.
"Cinta adalah ruang dan waktu yang diukur oleh hati." ucap tamu tersebut
"Mentari, Dev." Alina dan David langsung menoleh ke arah tamu mereka itu
"Rasa romantis memang fantasi dan bombastis, tapi juga cepat habis. cuma cinta sejati yang bisa setia sampai mati." ucap Mentari lagi lalu Mentari juga Dev mendekati kedua suami istri itu.
"Dunia tak lagi sama tak selamanya memihak kita, di saat kita mau berusaha di situlah kebahagiaan akan indah pada waktunya."kata Mentari mengingat kembali ke masa belakang.
"Hidup tak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan telapak tangan kita dapat mengubah hidup kita jauh lebih baik lagi, apa kabar kakak? apa kabar kakak ipar?" Sapa Mentari kepada kakak dan kakak ipar nya.
Bersambung.....
Next kilat, support othor ya 🙏🙏
__ADS_1