Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Merindukan surga!


__ADS_3

Happy reading


💖💖💖💖💖💖


Sore itu Mentari sibuk berkeliling Mall sendirian atas izin suaminya Mentari bisa pergi dan berbelanja untuk hari raya .


"Ini seperti nya bagus buat Dev."Gumam Mentari memegang baju kokoh pria seukuran suaminya .


Namun saat Mentari hendak membayar baju kokoh yang ia pilih tadi tampak dari tempat ia berdiri tak jauh dari sana banyak orang berkerumun dan bisa Mentari lihat dengan jelas jika disana sedang ada keributan.


Hati nya hendak melangkah mendekati kerumunan itu dan entah kenapa ia ingin sekali mendekat kesana namun kaki nya seakan enggan dan ingin cepat untuk membayar tagihan nya.


"Berapa total semua nya mba?" tanya Mentari sambil mengeluarkan kartu ATM suami nya


"Tujuh ratus lima puluh ribu mba."Ucap sang kasir di Mall tersebut dan Mentari pun membayar semua tagihan nya .


"Maaf,ada apa ya disana kok rame banget?" akhirnya Mentari bertanya karna penasaran .


"Owh itu,ada ibu-ibu ketahuan menyelipkan pakaian didalam tas nya."Ucap sang kasir memberi tahu


Mentari membalikan tubuhnya menatap kerumunan itu lagi "Ibunya udah tua tapi pakaiannya modis, sayangnya suka nyolong mba."Ucap sang kasir lagi kepada Mentari yang hanya diam


"Entah kemana anak dan suami ibu itu sampai-sampai orang tua mereka nekat seperti itu."Ucap kasir itu menimpali lagi dengan cemoohan nya .


"Owh iya terimakasih mba,"Seru Mentari pamit menjauh dari kasir itu namun langkah kaki nya ingin sekali mendekati kerumunan tersebut hatinya penasaran dan jantungnya berdebar .


Saat Mentari tiba di depan keramaian itu langkah kaki nya terhenti kala mendengar suara .


"Saya tidak mengambilnya.''


"Mungkin ga sengaja ke masuk di tas saya pas lagi mau coba di ruang ganti tadi."


''Saya tidak mengambil nya."Ucap seorang wanita tua yang tak asing bagi Mentari dengan suara tersebut


"Mana ada maling mau ngaku,sudah bawa saja ke kantor polisi.''Ucap karyawan diMall tersebut


"Jangan,saya tidak mengambilnya."Ucap wanita tua itu lagi


"Tua itu tobat buk,bukan nyolong seperti ini."Cercah pengunjung yang ikut geram akan wanita yang dituduh maling tersebut .

__ADS_1


''Jangan,ampuni saya.saya mengaku salah ampuni saya jangan bawa saya ke kantor polisi."Wanita tua itu pun memohon


"Tidak bisa,ibu harus kami bawa ke kantor polisi kalau tidak ibu harus bayar denda dua kali lipat."Ucap pihak keamanan di Mall itu lagi membuat wanita tua itu lemas seketika .


"Aku akan membayar semua."Ucap Mentari membuat semua orang disana langsung menatap dirinya terutama wanita tua yang mencuri di Mall itu tadi .


"Mentari."panggil wanita tua itu dengan kaget nya


"Apa ini cukup?" Mentari menyodorkan sejumlah uang dengan denda nya


"Lain kali jangan maling lagi bu untung ada mba nya yang mau bayarin."Ucap pihak keamanan disana.


"Apa ibu ini kerabat mu nak?dia sudah maling kenapa kau menolong penjahat?" tanya seorang pengunjung kepada Mentari membuat da da Mentari terasa ngilu dan sesak bagaimana bisa ia tak merasakan sakit jika yang sedang di hakimi itu adalah wanita yang telah melahirkan nya kedunia dan sekaligus wanita yang telah mencampakkan dirinya .


"Saya...saya..."Mentari seakan berat untuk berkata mulut nya seakan terkunci dengan rapat .


"*Aku tidak melakukan apa-apa ma,pa!!"


"Kau begitu iri dengan kakak mu hahk?sampai kau melakukan hal serendah itu Mentari ?"


plakkk...plakkk..plakk...


"Kau memang anak tak tau diri !!


plaakkkk. . . satu tamparan membuat sudut bibir mungil itu mengeluarkan bercak merah .


"Apa mama sudah puas??"


''Kau memang anak tak tau diri*!!''


Ingatan masalalu kembali membayangi pikirannya Mentari ."Ah...saya hanya ingin membantu saja kok bu."Ucap Mentari dan sayang pengunjung itu pun langsung pergi dari sana meninggalkan Mentari dan Mama Marisa berdua disana .


Mentari melihat sekilas wajah tua wanita dihadapannya itu lalu Mentari berniat meninggalkan tempat itu namun Marisa menghentikan langkah nya .


"Kau membantu ku?" ucap Marisa


Mentari membalikan tubuhnya "Bukan kah itu hal wajib jika manusia saling membantu."Gumam Mentari dengan pelan


"Apa kau membenci ku?" tanya mama Marisa

__ADS_1


"Tidak."Jawab Mentari singkat dengan wajah biasa nya


"Apa aku harus meminta maaf pada mu?" tanya mama Marisa lagi


"Tidak perlu,sejatinya kau selalu benar bukan?"Ucap Mentari seakan sedang bertanya


"Berarti kau pantas kan meminta Maaf kepada ku lebih tepatnya orang yg lebih tua darimu."Ucap Mama Marisa lagi


"Aku seperti tadi bukan keinginan hatiku namun kau tau sendiri suami ku sudah tidak ada ,Alina putri ku jarang pulang."Ucap Mama Marisa lagi


"Kau benar tidak sengaja,kau orang tua dengan gaya mengikuti tren mengikuti setiap perkembangan dan kau tau nyonya saya bukan ingin menggurui mu namun diluaran sana banyak wanita sebaya anda bahkan lebih dari anda dengan tanggungan lebih berat dan banyak nya setelah kepergian tulang rusak nya,namun mereka tidak ingin menjadikan itu semua alasan mengapa mereka mencuri"Ucap Mentari panjang lebar


Mama Marisa hanya diam tanpa bicara ."Jika diluaran sana banyak wanita ditinggal mati suami dengan beban banyak namun mereka masih bisa dan mampu lantas kenapa dengan anda ? kenapa harus mencuri hanya demi gaya?bergaya sesuai isi dompet itu lebih baik dari pada menghakimi diri sendiri karna mengikuti hawa nafsu nyonya ."Seru Mentari tanpa sadar siapa yang ia nasehati itu


"Sekali lagi aku minta maaf kepadamu sudah lancang berbicara panjang lebar."Ucap Mentari


"Owh iya tadi anda bicara minta maaf kan?Sebanyak apapun saya meminta maaf, tetap saja tidak mengubah perspektif salah di mata wanita yang telah melahirkan saya nyonya ."Ucap Mentari dengan mata memerah mengingat akan pedih nasib nya dulu berjuang sendirian tanpa ada satu pun orang yang mempercayainya .


"*Aku tidak melakukan apa-apa ma,pa!!"


"Kau begitu iri dengan kakak mu hahk?sampai kau melakukan hal serendah itu Mentari ?"


plakkk...plakkk..plakk...


"Kau memang anak tak tau diri !!


plaakkkk. . . satu tamparan membuat sudut bibir mungil itu mengeluarkan bercak merah .


"Apa mama sudah puas??"


''Kau memang anak tak tau diri*."


Mentari menarik nafas nya dalam-dalam "Saya anak yang merindukan surga di telapak kaki ibu yang melahirkan saya nyonya."


Bersambung.....


Maafin othor yang baru up ya 🙏🙏


yuk suport othor remahan ini dengan bantu like komen dan vote juga favorit ya . Terimakasih 😉

__ADS_1


~p


__ADS_2