
Selamat Membaca
🌹🌹🌹🌹🌹
Mentari Masih duduk menunggu suaminya yang didalam toilet resto itu, Dirinya merasa bersalah karna telah menyuruh dev memakan roti gosong tadi .
"Dev kok Lama banget ya?"Ucap Mentari Gusar
"Udah biasa aja,mungkin perut nya mual karna ga bisa menerima makanan aneh yang di makan nya tadi."Ucap Vano pada mentari
"Eh kalian lanjut aja makan,Gue mau nemenin Dev ."Ucap Mentari Langsung pergi mencari toilet disana karna resto yang terbilang besar .
"Dasar Bucin."Cicit Vano Pada Mentari yang makin menjauh .
*******
Mentari Hendak Menuju toilet dimana terdapat suaminya disana namun lagi-lagi otak nya tak sejalan , Dirinya tak sengaja melihat toko mainan anak kecil dan entah kenapa kaki nya bergerak untuk Melihat-lihat toko mainan itu .
Namun Saat Mentari Akan Menuju ke toko itu ,Dirinya tak sengaja Menyenggol seorang laki-laki
Duh....
"Maaf Mas."Ucap Mentari pada pria yang hanya diam memperhatikan muka nya itu .
Namun tak Lama Mentari dikagetkan dengan suara wanita yang tak asing baginya "Udah Rebut calon suami gue sekarang mau rebut cowok gue lagi,Hobby banget ya."Ucap Alina Yang Baru datang Menyindir mentari .
Mentari Melihat wajah kakak nya sekilas "Maaf Bukan Tipe Gue Gonta-ganti pasangan,paham anda."Ketus mentari hendak pergi meninggal kan alina Namun dengan cepat wanita itu mencengkram tangan mentari .
"Tunggu,Mentang-mentang udah kaya Sombong ."Seru Alina
Mentari hanya diam dengan sindiran kakak nya sendiri .
"Kalau udah sukses jangan lupa beli sendal untuk mama mu,Meski harga nya murah tapi setidaknya surgamu tak tergores batu ."Cicit Alina pada Mentari
"Ya Kau benar,Tapi surgaku lah yang mencampakkan aku bahkan menyiksa ku . Tapi tenang aku tak membencinya."Ucap mentari pada kakak nya .
"Cih."
"Surga ku menyakiti Ku kakak."Ucap mentari Lagi ,Matanya memerah menahan isak selama ini
"Kau Mungkin tak akan sanggup Jadi aku,Kau tak pernah merasa jadi aku,kakak."Lirih Mentari
Alina Terdiam bahkan laki-laki tampan bersama Alina ikut diam .
__ADS_1
Mentari mengambil kayu kecil dipinggir toko didekat nya
Plakk. plakk..plakk
Mentari memukuli telapak tangannya dengan kayu itu
"Ssttt..."Laki-laki itu Meringis padahal mentari memukuli tangannya sendiri
Alina Hanya bisa memejamkan matanya .
"Seperti ini,,,seprti ini ."
Plakk plakkk
"Sudah cukup Mentari."Pekik Alina Mengundang beberapa orang melihat kearah mereka .
"Begitu lah kak,Cara surga ku memukul telapak tangan hina ini ."Ucap mentari ,Mentari pun Heran Kenapa dengan hatinya?Seakan dengan menumpahkannya ia merasa lega .
Tangan Mentari tampak memerah karna sebatan kayu yang ia pukul kan sendiri .
"Tapi mama menghukummu karna ia mendengarkan sendiri kalau kau berbuat salah mentari."Ucap Alina masih tak sadar diri
Mentari Memajukan tubuhnya mendekat pada Alina "Untuk apa diciptakan mata,jika menilai seseorang menggunakan telinga."Ucap mentari kepada kakak nya .
"Papa Merindukan kau mentari,papa ngigau kau mentari . kenapa kau jadi anak tak kenang budi ."tuding Alina lagi
"Jika kau tau betapa beratnya bangkit setelah disakiti keluarga bahkan kakak sendiri,maka kau akan berhenti menyakiti ."Ucap Mentari lagi
"Berhenti membual mentari ,Kau dari dulu menyakiti kami keluarga mu."Ucap Alina membentak
"Anda menyakiti saya,tapi anda bertingkah seolah saya menyakiti anda ."Cicit mentari tersenyum pada Alina
Mentari hendak meninggalkan kakak nya disana "Kebohongan mu itu seperti sinetron indosiar,Yang ketabrak di kaki yang diperban kepala,permisi."Ucap Mentari pergi dari sana untuk mencari suaminya .
******
Disisi lain
"Ma ayo pulang ."Ucap Papa Devan
"Sebentar pa."Ucap mama sonya tak mau pergi
"Kenapa .?"Tanya papa heran
__ADS_1
Tak Lama Dev keluar dari toilet
"Ma...."Ucapan Nya terhenti karna berhadapan langsung dengan papa nya .
"Devan Sayang ."Panggil sonya,Betapa rindu nya seorang mama kepada anak satu-satunya itu
Sonya ingin memeluk Dev Namun Dengan Cepat Papa Dev menghalangi nya. "Jangan sentuh istriku."Peringatan Dari papa dev
"Pa..Please."pinta sonya
"Tidak bisa ."Ucap papa surya tak bisa diganggu gugat.
Dev langsung Memegang tangan papa nya "Devan mohon pa biarkan Dev memeluk mama sekali saja."Ucap Dev dengan mata memerah
Dengan Sekali dorongan Papa surya dev tersungkur dilantai "Sudah ku bilang jangan sentuh aku atau pun istri ku."Ucap papa Dev lalu menarik sonya menjauh dari sana .
Dev hanya Menunduk sambil duduk ,Matanya Memerah tak sanggup rasanya dibenci orang tua sendiri .
Namun Dev dikagetkan dengan Tangan mulus memegang pipi nya "istrimu selalu ada untuk mu Dev ."Ucap Mentari yang sedari tadi melihat kejadian itu semua
Dev Tak bisa menahan lagi air matanya , Air mata nya Lolos begitu saja "Sayang...Ak..aku..."Dev tak bisa berkata-kata lagi ia langsung memeluk Mentari .
"Aku tak mempunyai apa-apa lagi selain dirimu."Ucap Dev didalam pelukan istrinya .
Mentari melepaskan pelukannya dan menangkup pipi suaminya lalu menghapus air mata dev dengan ibu jarinya"Tolong Ceritakan satu saja tentang dirimu?"Ucap mentari pada Dev
"Aku miskin."Ucap Dev Dan mentari hanya diam
"Kau tidak pergi?"Tanya Dev
"Aku mencintai seseorang dari hati,bukan harta."Ucap Mentari lagi sambil menghapus airmata suaminya .
Dev Kembali memeluk mentari "Jangan pernah tinggalkan aku mentari ."pinta dev didalam pelukan
"Jangan pernah bertanya sampai kapan aku bertahan dengan mu,jawaban nya sederhana,selama kamu menghargai hadirku aku akan selalu ada untukmu."Ucap mentari bersungguh-sungguh didalam pelukan dev
Mereka Berpelukan Berbagi duka yang sama,Berbagi sakit yang sama .
Tanpa Mereka sadari Luka Mereka sama namun Beda Porsi dan ceritanya saja .
Bersambung.....
Mana ni Like , Dan komen juga bantu Vote nya😪Supaya Othor makin semangat nulis😔semangatin dong 💪😂
__ADS_1
Salam sayang
putry