
Happy Reading
πππππ
Malam itu Lala dan Vano tau betul jika sahabat itu sedang marah bahkan tak ingin mendengarkan penjelasan mereka .
"Mas janji setelah anak kita besar nanti kita akan pulang ke Indonesia hmmm..."ucap Vano pada istrinya
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
Pagi pun tiba dan mentari sudah di ijin kan Dev untuk mengunjungi Mama Marisa "Ayo yank kita berangkat."ajak Dev pada istrinya
"Ayo..."ucap Mentari berjalan dengan perut yang membesar
Tak lama mobil yang di kendarai Dev juga istrinya tiba di halaman depan rumah mama Marisa "yakin ga mau aku temenin?" tanya Dev lagi
"Iya gak papa yank,udah berangkat kerja sana."ucap Mentari dan langsung menyalami tangan suaminya .
"Ya sudah aku pergi dulu ya."pamit Dev
"iya hati-hati.."ucap Mentari lagi
Setelah berpisah di halaman itu Mentari dengan perut yang membesar berjalan masuk ke arah rumah yang pernah ia tinggal itu dulu, tampak sepi seakan tak berpenghuni karna sudah lama sekali Mentari tidak berkunjung ke sana .
"Permisi....Permisi..."Mentari menggedor rumah yang tertutup itu .
"Eh Mentari,cari siapa?"seseorang tetangga datang menghampirinya
__ADS_1
"eh..bu maaf."ucap Mentari
"Bu Marisa belum pulang kalau mau mencari beliau."ucap tetangga itu lagi
"Emangnya kemana ya bu." tanya Mentari heran tidak biasanya mamanya itu tidak ada dirumah pagi seperti ini
"kerja jadi buruh cuci sama gosok di rumah tetangga paling satu jam lagi pulang,di dalam cuma ada Alina dan ini kunci rumah nya kalau kamu mau masuk."ujar tetangga itu lagi memberikan kunci rumah pada Mentari lalu pergi
Sedang Mentari terheran-heran jika didalam ada Alina kenapa pintu harus di kunci .
Tak mau menunggu lama Mentari pun langsung masuk ke dalam rumah itu,dari ruang tamu sampai ke ruang tengah tampak lusuh dan kotor ,Mentari dengan susah payah membawa perut besar nya itu berjalan menyapu rumah itu .
Setelah selesai ia pun ke dapur dan Mentari merapikan dapur Mama nya yang sedikit berantakan lalu mata nya tertuju ke arah meja makan , Mentari langsung membuka tudung nasi tersebut dan hanya ada nasi putih juga tempe goreng
prankkkk....
Tok....tok.....tok...
"Permisi...permisi....."Namun Alina tak menyahut dan Mentari pun berinisiatif langsung membuka pintu kamar itu
"Hahkkkk...."Mentari langsung menutup mulut nya karna kaget dengan apa yang ia liat .
Tadi nya Mentari sudah melangkah masuk namun langkah nya terhenti .
"Men...tari."suara Alina
"Ka...kakak,,,kenapa seperti ini ka..kakak."Mentari bertanya-tanya pada kakak nya itu
__ADS_1
"Kakak...di pasung kenapa?"Mentari bertanya lagi lalu mendekati kakak nya
Namun lagi-lagi Mentari kaget melihat sekujur tubuh kakak nya banyak luka bekas cakaran bahkan bintik merah .
"Mentari aku mau minta maaf sama kamu dek,,Mentari plese aku mau minta maaf aku ga gila mentari ."ucap Alina sedikit berteriak .
"Aku masih waras Mentari , tolong maafin aku . aku sudah nyakiti tubuh aku kok."ucap Alina lagi lalu menggigit tangannya sendiri lalu memukul tubuh nya sendiri
prakkk
prakkk
"Sudah cukup kak kenapa kau seperti ini?" Mentari berteriak kesal, ia tidak menyangka kakak nya jadi seperti ini ,Kaki di pasung rambut acak-acakan dan tubuhnya penuh luka yang ia buat sendiri .
"Tapi aku tidak gila Mentari , aku waras plese maafkan aku..." ucap Alina lagi namun saat Mentari ingin bicara ia mendengar suara mama Marisa dari ruang tamu
"Alina apa kau berulah lagi,besok mama gajian kita akan beli hadiah untuk kelahiran anak Mentari nanti."Ucap Mama Marisa kaget saat hendak masuk kamar anak nya ada Mentari yang berdiri .
"Mentari."suara Mama Marisa terbata-bata sedang Mentari hanya diam menatap wajah Mama nya
"Mentari,tadi itu..mertua mu yang cerita sama saya kalau kamu lagi hamil maaf."ucap mama Marisa tertunduk
Bersambung ...
Sabar ya πππtak kasih cover aja dulu
__ADS_1
Support terus ya othor gaje ini ππ