PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
BERBAGI SUAMI


__ADS_3

Tiga hari menghabiskan waktu dipantai ternyata terasa kurang tapi sudah saatnya kami pulang. Ayesa sekalian aku ajak pulang kerumah saja karna sekarang moodku sudah membaik, yang terpenting karna wanita itu sudah tidak ada dirumah kami.


Sesampainya dirumah semua terlihat berbeda, tak salah aku kemaren membayar mahal orang untuk mengganti semua perabotan rumah dan mendesain ulang interiornya. Aku sangat puas, sengaja aku memilih desain dengan kesan mewah dan mahal karna sebentar lagi aku berniat memanggil wanita itu.


"Mas sudah menghubungi istri barumu untuk datang kesini belum?"


"Sudah dek nanti sorean dia datang katanya."


"Baguslah jangan sampai terlambat ya mas"


Aku bergegas kedapur memastikan budhe Ris sudah menyiapkan hidangan untuk makan malam nanti. Aku sengaja menyiapkan menu menu yang mewah kali ini, tapi selanjutnya jangan harapkan karna ini hanya penyambutan manis untuk hidupmu yang pahit Rumi. Aku yakin kamu pasti berpikiran untuk menguasai harta kami kan Rum, akan kupastikan itu hanya dalam mimpimu.


Sebelum maghrib ternyata wanita itu sudah datang menggunakan taksi. Seperti yang kuduga dia takjub dan terheran heran melihat tampilan rumahku ini, kutebak nanti dia akan minta rumah kayak gini juga pada mas Imam, jangan mimpi kamu Rum.

__ADS_1


Selepas sholat maghrib kami langsung menuju ruang makan, tak ada yang bicara apapun kami hanya menikmati hidangan yang tersaji dalam diam, setelah selesai Ayesa langsung kuminta kekamarnya.


"Mas Imam dan kamu Rum kita perlu bicara bersama bukan? oh iya aku sekarang tidak perlu lagi memanggilmu Mbak bukan, mengingat kamu sudah jadi adik maduku sekarang"


"Iya Mbak, Mbak Asiyah bisa memanggilku senyaman yang Mbak Asiyah mau"


"Ohh gitu, gimana kalo kupanggil pelakor aja Rum, oops!!


"Dek jangan seperti itu"


Yang pertama jadwal kunjungan, aku mau jadwal kunjung mas Imam tiga hari dirumahku dan tiga hari dirumah mbak Rum begitu seterusnya, soal pekerjaan anggap saja disini tempat kerja mas Imam jadi nanti berangkat kerja seperti biasa terus pulangnya kerumah istri yang ada jadwal kunjung.


Yang kedua mas Imam juga harus adil seadil adilnya masalah uang nafkah, aku akan menuntut hakku untuk itu, jadi nanti penghasilan mas Imam dikurangi pegangan untuk mas Imam sendiri lalu sisanya untuk aku 60% dan untuk Mbak Rumi 40% kenapa beda, jawabnya simple karna aku sudah ada anak, nanti kalau Anak Mbak Rumi sudah lahir pembagiannya diganti 50% banding 50%.

__ADS_1


Yang ketiga ini sebenarnya bukan syarat sih tapi lebih kepenekanan, karna usaha toko kue itu murni dari usahaku sendiri jadi semua cabang toko mutlak milikku, jadi penghasilan mas Imam murni dari usaha mas Imam sendiri.


Yang keempat mas Imam juga harus adil, dulu waktu menikahiku mas Imam tidak memiliki harta apapun, jadi semua yang kita hasilkan berdua selama ini tidak boleh sedikitpun Mbak Rumi ikut menggunakan contohnya Mobil, rumah dan aset aset lainya.


Yang kelima jangan sekalipun menunjukkan kemesraan didepanku.


Yang Keenam aku tidak mau tau dan tidak akan ikut campur apapun dalam urusan kalian berdua, misalnya nanti mbak Rumi melahirkan tiba tiba hairs caesar dan dirawat intensif serta membutuhkan biaya yang besar, sepeserpun aku tidak akan membantu kalian,karn aku dulu juga berjuang keras ketika diajak hidup susah mas Imam, jadi jangan harap kalau sekarang tiba tiba Mbak Rumi datang langsung bisa hidup bermewah mewah menggunakan jerih payahku.


Yang ketujuh jangan sampai Ayesa tau kalau ternyata diam diam ayahnya sudah menikahi pembantunya.


Mungkin itu saja syarat dariku mas, penekanan intinya mas Imam harus adil dalam apapun itu"


Aku lihat sekilas dia memijit keningnya, hahahaa rasakan saja mas, aku tau pendapatanmu sebenarnya tak seberapa apalagi akhir akhir ini menurun mungkin karna asyik dengan istri mudamu, rata rata mas Imam dapat tiga juta dalam sebulan paling banyak diangka lima juta, bayangkan saja 5juta jika dipotong untuk pegangan mas Imam satu juta sisanya harus dibagi dua itu bahkan lebih sedikit dari gaji Rumi kerja dirumahku, itupun jika bisa dapat lima juta, sebenarnya uang segitu tak ada apa apanya unttuku saat ini, aku bukan perlu uangnya tapi perlu memberi mereka pelajaran saja.

__ADS_1


"Tapi kan dek, dek Asiyah sudah ada pendapatan dan sudah punya rumah sendiri, sementara Rumi harus membayar kontrakan jadi mungkin untuk Rumi bagiannya lebih besar ya dek"


__ADS_2