PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
ADIL TAK HARUS SAMA


__ADS_3

Enak saja mas Imam menawar jatah Rumi lebih banyak dari jatahku, tentu tidak akan kubiarkan itu terjadi, aku memang mencintaimu mas, masih sangat mencintaimu, tapi aku tidak akan membiarkanmu membodohiku.


"Adil kan tidak berarti harus sama dek, tolonglah dek kasihan mas"


"Hemmm gimana ya mas? apa mas Imam pernah mikir kasian sama aku gak pas memutuskan untuk menikah lagi, atauuu gimana kalau sekalian saja kita bercerai mas, biar penghasilan mas Imam bisa diberikan Mbak Rumi semua?"


"Jangan seperti itu dek, ingat anak kita butuh ayahnya, butuh keluarga yang lengkap"


"Selalu itu mas yang kamu jadikan alasan, tidak ada tawar menawar apapun mas, hanya ada dua pilihan kalian setuju atau tidak dengan syaratku, kalau setuju silahkan ditandatangani tapi kalau tidak berkas berkas perceraian sudah aku kumpulkan mas, besok tinggal kukirimkan ke pengadilan"


Kulihat mas Imam mengacak rambutnya, wanita itu tentu saja daritadi hanya terdiam didepan tapi aku tahu dia akan melancarkan aksinya dibelakang, rasakan Rumi kau pikir kau akan jadi nyonya dengan menikahi mas Imam hahhhh.


"Iya sudah sini dek biar mas dan Rumi tanda tangan"


"Nah gitu dong mas, kalo dapat restu dari istri tua gini kan enak nggak perlu ngerasa bersalah lagi, tapi gak tau ya mas gimana reaksi orang tuamu kalo denger anak kebanggaannya menikah lagi. Secara kan selama ini mereka taunya anak laki lakinya yang tampan dan sholih ini usahanya benar benar sukses,mereka gak tau aja kalo yang maju sebenarnya usaha mantunya, emmmm atau gimana kalo jatah bulananya kita stop dulu deh mas beberapa bulan, nanti aku jelasin kalo penghasilan kamu harus dibagi dua antara istri tuamu ini sama istri mudamu, atau kita jujur saja selama bertahun tahun ini uang yang kita kirim kemereka hasil dari jerih payahku, biar sekalian mereka tau kalau usaha mas Imam itu cuma tameng agar terkesan sibuk saja, biar mereka juga tau sekarang mereka punya menantu baru seorang pembantu, Mbak Rum tau kan itu artinya apa, uang memang bukan segalanya Mbak tapi segalanya butuh uang, kita lihat mas begitu orang tuamu tau kebenaranya apa yang akan mereka lakukan"


"Jangan dek, mas sudah bersedia untuk menandatangani syarat syaratmu, jangan mempersulit keadaan"

__ADS_1


"Tidakkah kamu sadar mas, kamu sendiri yang sudah mempersulit keadaan ini?"


"Dek, mas mohon, mas sangat mencintai adek, mas ingin rumah tangga kita tetap utuh dan baik baik saja, mas ingin kita bisa membesarkan anak kita bersama sama"


"Kamu tahu sendiri mas, aku juga mencintaimu sangat mencintaimu aku bahkan berharap lebih dari yang kau bayangkan, tapi kamu sendiri yang merusak semuanya mas, kamu yang sudah merusak mimpi mimpi kita"


Meskipun terasa sesak aku tak ingin menangis kali ini, aku harus kuat.


"Bicaralah Mbak Rumi jangan hanya menjadi pendengar seperti itu"


"A..aaku minta maaf mbak"


"Tttidak Mbak, aku minta maaf sudah menyakiti hati Mbak Asiyah"


Jelas saja dia memilih diam bahkan bicarapun terbata bata aku tau kekhawatiranya.


"Ya sudah Mbak Rum boleh pulang sekarang aku rasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan, dan mas Imam untuk tiga hari kedepan bisa tinggal ditempat Mbak Rumi, siapa tau kamu rindu bercinta denganya kan? oh iya aku rasa aku cukup memanggilmu Rum saja ya, kan kamu adik maduku sekarang, tapi ingat ya adikku sayang, madu itu tak selalu manis, mengerti?

__ADS_1


"Tunggu apa lagi kalian boleh pulang sekarang, tapi ingat ya jangan gunakan mobilku, kalian bisakan pesan kendaraan online, kalau tidak ada aplikasinya nih kupinjami selama ini aku sering ngojek soalnya jadi aku punya aplikasinya, ehh tapi bayar sendiri ya"


"Tidak perlu dek, adek tenang saja kami akan pulang sekarang"


"Baguslah bang kalau begitu silahkan bisa langsung pergi dari sini"


Setelah kupastikan mereka keluar, dari rumahku aku lekas menutup pintu, tapi sebelum berbalik aku sedikit mendengar percakapan mereka sekilas.


"Dek Rumi pinjam uangmu dulu ya untuk ongkos, ini mas sudah pesan taksi"


"Apa apaan mas, masak untuk ongkos saja mas Imam tidak ada uang, lagian kenapa sih mas harus diam saja, padahal itukan mobil dua nganggur semua, daripada mubadzir kenapa gak dipake saja sih, toh Mbak Asiyah gak tau kan mas" dari suaranya Rumi terdengar sangat kesal, nohh rasain laki laki yang kamu rebut dariku itu bukan siapa siapa tanpaku.


"Aku gak bisa dek, tadi kan adek juga ikut baca syarat syaratnya, udah deh dek bayarin dulu aja kenapa sih, kita juga harus berjuang bersama sama kan?


"Berjuang bersama mas? uangmu bahkan sudah habis sekarang, padahal ini masih pertengahan bulan, sebulan kedepan mau makan apa mas? anak kita butuh nutrisi mas? mas tega ya sama aku dan anak kita, Mbak Asiyah dirumah mewah berleha leha apa saja yang dia inginkan bisa tercapai, sementara aku, aku bahkan belum tahu besok bisa makan atau tidak


"Jangan berlebihan dek, aku tau tabunganmu masih banyak uang yang kuberikan dulu dulu jumlahnya tidak sedikit dek, tolonglah pakai itu dulu, nanti mas usahain lagi"

__ADS_1


Aku rasanya ingin tertawa sepuasku, sukurin kalian emangnya enak, percakapan mereka barusan rasanya sedikit mengobati rasa sakitku, baru sedikit ya, belum ada apa apanya.


__ADS_2