PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
Makan Malam


__ADS_3

Waktu sudah sore ketika bapak dan ibu berpamitan pulang, syukurlah sesaat setelah ibu pulang tadi Nisa datang ingin menjenguk ponakannya. Tampak sekali Ayesa begitu bahagia dengan kedatangan tantenya itu apalagi Nisa membawakan beberapa mainan kesayangannya.


Kalau ada yang ikut menjaga Ayesa aku senang karena bisa sholat tepat waktu seperti sekarang, Nisa tadi bilang akan pulang nanti sehabis sholat Isya'. Tapi ketika aku selesai sholat mas Imam ternyata datang dan Nisa langsung membuang muka, jelas sekali kebencian tergambar diwajah Nisa.


"Dek bisa kita bicara sebentar, ada banyak hal yang harus kita bicarakan."


Mas Imam sedikit berbisik kepadaku karna tidak mau menganggu Ayesa yang sedang istirahat.Dia mengajakku makan di kantin karna kalau disini takutnya nanti Ayesa akan mendengar,


"Dek mbak bisa minta tolong kan jagain Ayesa dulu sebentar mbak ada urusan."


"Ya udah deh mbak tapi jangan lama lama lho ya, ntar aku kemalaman pulangnya."


"Iya iya dek."


Setelah menitipkan Ayesa pada Nisa aku dan mas Imam mencari makan di kantin Rumah sakit dan memilih tempat yang sedikit sepi, kami kurang suka kalau ada yang mendengar pembicaraan keluarga kami.


"Dek tadi sebenarnya mas dari rumah kita."


"Kenapa mas memangnya?"


"Ya tadi mas ngecek cctv dirumah kita, buat cari bukti bukti tentang Rumi."


"Bukti apa mas, lagian juga buat apa, toh aku yakin mas akan ngebelain Rumi kan?"

__ADS_1


"Mas gak akan bela siapapun dek, mas cuma pengen tau kebenaranya."


"Terus kalau mas sudah tau kebenaranya mau apa mas? bukannya mas sendiri sudah tau kalau istrimu itu yang sudah membuat anak kita jadi seperti ini? "


"Iya dek tapi kan masih belum ada bukti buktinya, sini lihat dulu dek tadi mas sudah kumpulin beberapa video yang penting dan akurat untuk bukti."


Sebenarnya aku benci melihat laptop itu, rasanya seperti melihat peristiwa yang kemaren kuputar disitu, ingin kupecahkan saja laptop sialan itu. Tapi tadi mas Imam bilang menemukan bukti bukti kejahatan Rumi aku jadi penasaran untuk melihatnya.


"Nah sini deh dek mas heran kira kira serbuk apa yang dia berikan pada minuman mas ini ya ini padahal sebelum aku sama Rumi menikah."


Aku melongo rupanya bukan hanya Ayesa yang diberikan Racun, ah dia pikir keluargaku hama yang semuanya dia beri racun, atau jangan jangan aku juga sudah diberi racun olehnya.


"Mas ingat ingat lagi setelah minum itu apa yang kamu rasakan, pusing mual atau apa?"


"Dan ini lihat dek ini ternyata hampir setahun Rumi kasih obat tidur ke anak kita."


Ya Allah maafkan bunda nak, bunda benar benar lalai dalam menjagamu, lemas rasanya melihat anakku diperlakukan seperti itu oleh orang yang bahkan sudah kutolong hidupnya.


"Lihatlah mas istri yang sudah kamu nikahi itu, kenapa bisa setega itu mas? tapi kenapa aku kemaren kok gak lihat satupun video yang ini ya mas."


"Ya kamu cuma fokus lihat yang lain soalnya dek."


Spontan aku pukul mas Imam aku ingat sekali video mesumnya dengan sipembantu licik itu.

__ADS_1


"Dek besok mas akan ke laboratorium untuk mengetes serbuk apa yang sudah Rumi campurkan keminumanku kemaren, mas minta maaf dek, ini semua karna kebodohan mas, mas janji akan memperbaiki semuanya, setelah semua bukti terkumpul nanti mas akan laporkan Rumi."


"Yakin mas? bukanya Rumi juga sedang hamil anak mas? apa mas tega sama anak mas?"


"Dek yang mas laporkan itu Rumi bukan anaknya, bagaimanapun mas akan tetap tanggung jawab dengan anak itu, tapi mas akan mentalak Rumi."


"Tidak perlu mas pertahankan pernikahan kalian saja, bukanya kalian sudah susah payah melakukan pernikahan ini mas kenapa harus kalian akhiri begitu saja."


"Jangan bercanda dek, kamu lihat sendiri kejahatan kejahatan Rumi bahkan kita masih belum tau apa yang Rumi campurkan keminuman mas ini."


"Mas kalian juga masih bisa memperbaiki hubungan kalian lagi, yang perlu dilakukan itu cukup aku menyingkir dari hidup kalian dan si Rumi itu mungkin dia tidak akan berulah lagi."


"Kamu salah dek, yang seharusnya menyingkir itu Rumi bukan kamu, bagaimanapun juga aku akan tetap mempertahankan rumah tangga kita."


"Mas untuk apa kita bertahan jika kamu sudah berbahagia dengan perempuan lain, aku tidak tau mas selama setahun lebih ini aku kau anggap apa, apa aku hanya sekedar sapi perahmu saja yang ternyata begitu bodohnya selama ini aku bekerja keras tapi uangnya kamu gunakan untuk membahagiakan istri mudamu dan setelah kamu lihat kebusukannya kamu akan membuangnya dan kembali padaku, pernikahan bukanlah permainan mas, kamu sendiri tau itukan? lalu kenapa kamu main main dengan pernikahan kita mas, awalnya aku memang berusaha menerima, tapi lama kelamaan aku sudah mati rasa mas, tanyakan kepada seluruh perempuan di dunia ini siapa yang akan bisa menerima jika diperlakukan seperti ini, jangan hanya bertahan ketika melihat kebaikan saja tapi begitu melihat buruknya kamu lepaskan, mungkin kamu masih mempertahankan ku karna aku memiliki harta mas, aku tidak yakin jika saat ini aku sama sekali tak punya harta seperti Rumi mungkin kamu juga akan menceraikanku, tapi sebelum kamu menceraikanku maafkan aku mas karna aku sudah terlebih dulu menggugat cerai kepadamu."


* * *


karena kesibukan di dunia nyata ditambah punya balita jadi susah mau edit tulisan, so maafkan baru sempat up.


Terimakasih untuk yang sudah mampir dan kasih dukungan serta memberikan komentar yang positif maaf aku gak bisa balas satu persatu tapi aku selalu baca komen kalian, terimakasih banget.


Buat yang komen toxic daripada bikin down para penulis mending gak usah komen ya.

__ADS_1


__ADS_2