PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
POV RUMI (tak seindah yang kubayangkan)


__ADS_3

Aku sungguh tak percaya istri orang kaya sepertiku hanya makan dengan krupuk dan kecap saja seperti sekarang ini.


Ini sungguh diluar rencanaku,tak sedikitpun aku membayangkan ini terjadi.


Awalnya aku berfikir untuk selalu memuaskan urusan ranjangnya mas Imam ya siapapun pasti tau kelemahan lelaki ada pada nafsunya setelah dia tunduk padaku tentu aku bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang kuinginkan, tapi ternyata semuanya jauh dari ekspektasi ku.


Aku memang sudah cukup lama bekerja dirumah mereka.


Namun aku sungguh tak tau kalau ternyata semua aset harta mereka atas nama mbak Asiyah, kali ini aku benar benar tertipu bahkan tertipu dengan mas Imam yang ternyata tak sesholeh penampilannya.

__ADS_1


Dan tentu saja tertipu dengan penghasilanya yang jauh dari ekspektasiku.


Kehidupanku sungguh berubah 180derajat ketika mbak Asiyah sudah mengetahui kalau ternyata aku adalah madunya.


Awalnya dia sempat bersikap baik kepadaku, dan kufikir dia sudah mau menerimaku tapi ternyata itu tidak lama karna nyatanya sekarang justru aku terusir dari rumah yang semakin mewah itu.


Awalnya aku sempat berfikir untuk tinggal dirumah orang tua Mas Imam dulu sementara waktu, yahh itung itung hemat tidak bayar kontrakan dan tidak mengeluarkan uang untuk makan, tapi setelah kupikir pikir lagi akhirnya itu tidak jadi kulakukan aku takut kalau tiba tiba mbak Asiyah mampir kesini nantinya.


Tapi mau bagaimana lagi kalau terlalu banyak menuntut bisa bisa mas Imam menceraikanku, jelas saja dia pasti akan lebih memilih Mbak Asiyah yang jauh diatasku, ya meskipun Mas Imam sekarang tak berduit tapi setidaknya aku masih ada sandaran dan semoga nanti juga bisa memikirkan tak tik untuk mendapatkan sedikit harta istrinya dan yang pasti ini lebih baik daripada jika aku harus bercerai dikondisi hamil seperti ini tentu akan banyak yang menghujatku, meskipun saat ini aku yakin sudah banyak yang menyebutku pelakor tak tahu diri.

__ADS_1


Ah aku rindu masa masa sebelum hubunganku dengan mas Imam terbongkar, dulu apapun yang kupinta pasti akan dipenuhi.


Bahkan tak jarang mas Imam mengajakku jalan jalan, dan bulan madu di hotel mewah. Ketika pulang kerumah juga mas Imam diam diam sering mengantarku, semua orang rumahku juga sudah mengetahui kalo aku sudah menikah siri dengan Mas Imam, tentu saja kami pergi sendiri sendiri terlebih dahulu, mas imam seperti biasa pamit untuk pergi kegunung mencari bonsai, padahal ketika pulang bonsai yang dibawanya hanyalah bonsai hasil membeli dipinggir jalan, ya mbak Asiyah tidak tahu saja kalau sebenarnya menghabiskan waktunya denganku.


Ah rasanya aku jadi rindu mas Imam , kemaren kemaren meskipun dikontrakan pengap seperti ini setidaknya aku ada yang menemani, tapi sekarang aku hanya sendiri.


Aktivitasku tentu hanya rebahan saja, sesekali aku bermain hp mahal pemberian Mas Imam dulu dan betapa panas hatiku begitu membuka akun sosial media tampak Mbak Asiyah memposting foto mereka ketika dipantai kemaren dengan caption "manusia yang belum pernah mengalami penderitaan tidak akan mengalami kebahagiaan hidup" rasanya dia seperti menyindirku.


Tapi bukankah hidupku dulu juga sudah cukup menderita?

__ADS_1


Bermain hp bukanya menghilangkan kejenuhan ku justru menambah kekesalanku, melihat foto mereka berdua yang tampak serasi membuatku semakin iri saja.


Lebih baik aku mengirimkan pesan saja kepada mas Imam, akan kuberondong dia dengan pesan pesan agar adil dengan istri istrinya.


__ADS_2