
Aku masih tak habis pikir dengan kedatangan mertuaku itu atau lebih tepatnya calon mantan mertuaku ya karena sebentar lagi aku akan menggugat cerai mas Imam, mengingat ibuku tidak melarangku untuk bercerai.
Mereka duduk bergabung bersama kami, aku izin kebelakang untuk membuatkan minuman karena bagaimanapun mereka adalah tamu disini.
Sebenarnya hatiku sudah geram sekali ingin mengusir mereka, tapi aku ingat ini rumah ibuku bukan rumahku.
"Silahkan pak buk diminum minumannya"
Aku sengaja bersikap biasa saja seolah siang tadi tidak terjadi apa apa antara aku dan mereka.
__ADS_1
"Eh iya Asiyah, kamu rupanya disini ya"
"Iya buk, sore tadi kesini mampir sebentar karna kangen sama masakan ibuk" padahal sebenarnya tentu aku kesini karna ingin mengatakan perbuatan mereka padaku,bukan karena aku pengadu tapi karena ini sudah keterlaluan dan aku rasanya sudah tak tahan lagi.
"Mari silahkan diminum san tehnya"
Ibu bapakku dan ibu bapak mas Imam memang biasa saling memanggil dengan panggilan san atau besan, mereka tak pernah memanggil nama atau sebutan pak buk katanya dengan begitu mereka jadi lebih akrab.
"Walah wong cuma teh ini kok san"
__ADS_1
"Anu begini san, sebenarnya kami kesini ingin meminta maaf, saya yakin besan berdua pasti sudah tahu yang terjadi diantara anak anak kita, oleh sebab itu saya pribadi mewakili keluarga dan terutama Imam anak saya, saya mohon maaf yang sebesar besarnya, saya yakin semua kesalahan masih bisa diperbaiki"
"Begini san, saya pribadi menyerahkan semuanya pada anak saya, saya memang berharap pernikahan mereka akan bertahan dan baik baik saja selamanya, tapi sekali lagi ini saya kembalikan kepada mereka yang menjalaninya, kita para orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya bukan, kalaupun akhirnya Asiyah memutuskan untuk berpisah saya sudah tidak bisa menahan lagi saya sendiripun sepakat semua kesalahan masih bisa dimaafkan kecuali penghianatan, dan kalaupun masih bisa diperbaiki sayapun setuju intinya semua saya kembalikan pada anak saya saja"
"Iya tentu begitu san, tapi tetap semua kesalahan masih bisa dimaafkan mungkin memang anak saya bersalah tapi bukan berarti tidak ada sedikitpun kebaikannya, jadi wajar saja karena setiap orang pasti mempunyai sisi baik dan sisi buruk, saya harap besan berdua bisa membujuk anaknya agar tidak bercerai dengan Imam, saya janji akan meminta Imam untuk menceraikan Rumi dan memulai kembali keluarga yang bahagia dengan Asiyah, sayang sekali jika 8 tahun pernikahan mereka harus berakhir begitu saja, terlebih lagi mereka sudah mempunyai anak, cucu kita Ayesa pasti akan sangat bersedih jika orangtuanya berpisah, jangan biarkan anak jadi korban karena keegoisan orangtuanya, pikirkan juga masa depan anak akan jadi seperti apa jika orangtuanya bercerai"
Hemmm muak sekali aku mendengar perkataan ibu mertuaku itu ingin kuberikan kaca yang besar kepadanya agar bisa berkaca siapa sesungguhnya yang bersikap egois itu. Biarlah kudengarkan saja segala pembelaannya para bapak juga cuma diam menyimak saja, dari tadi hanya ibuku dan ibu mertua yang bercakap.
"Pada intinya saya tidak bisa memaksa apapun untuk anak saya san, saya tidak akan membujuk untuk berpisah atau bertahan, jadi mohon dimengerti keputusan saya"
__ADS_1
"Baiklah san tidak apa apa, karna tujuan awal saya kesini tadi untuk meminta maaf saja, semoga besan sekeluarga dan nak Asiyah mau memaafkan kami sekeluarga, saya dan suami pamit dulu ya san takut nanti kemalaman"
Mereka lalu bersalaman dan langsung pergi begitu saja, tapi aku merasakan ada yang aneh, aku pikir mereka akan menggunakan senjata pamungkas dengan mengungkit kebaikan mereka dimasa lalu tapi kenapa mereka justru diam saja dan rela merendahkan diri meminta maaf kesini, jelas ada yang tidak beres dengan kedua mertuaku itu.