
Dijalanan rasanya fikiranku benar benar tidak fokus, aku rasa sebaiknya aku pulang kerumah ibu saja, rumah kami memang tidak seberapa jauh hanya beda kecamatan saja jadi tidak perlu memakan waktu lama untuk sampai kerumah ibu.
Aku menyempatkan berhenti dan mampir kemasjid dulu untuk sholat Ashar sekalian aku kirim pesan ke Mas Imam berpamitan kalau aku mampir kerumah ibu dulu untuk menenangkan diri bagaimanapun dia masih suamiku jadi aku harus izin denganya sekalian aku berpesan agar menjemput Ayesa tepat waktu.
Kasihan sekali anakku benar-benar kurang perhatian sekarang, ah maafkan bunda nak kalo bunda jadi kurang mengurusmu, bersyukur Ayesa anak yang sangat pengertian dan mandiri mungkin efek ketika kecil dulu kami sudah terbiasa hidup prihatin jadi meskipun sekarang usianya masih 7tahun tapi dia lebih dewasa dari teman seusianya.
Sesampai dirumah ibu aku lihat pintu sedikit terbuka tapi tidak ada orang.
" Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Aku kaget karena ternyata ibuku sedang duduk-duduk dirumah pohon diatasku, beberapa hari yang lalu rumah pohon ini belum ada, kata ibuku Ayesa kemaren sempat bercerita kalau ingin punya rumah pohon jadi sama bapak dibuatkanlah rumah pohon ini.
Mereka memang sayang sekali dengan Ayesa, mungkin besok atau lusa aku akan menginap disini bersama Ayesa.
"Sini nak kamu harus mencoba naik kesini"
"Sebentar buk Asiyah taruh tas Asiyah dulu kedalam"
Sepertinya bercerita diatas rumah pohon cukup menyenangkan.
"Ni buk tadi Asiyah mampir beli martabak kesukaan ibuk"
__ADS_1
"Terimakasih nak,kamu memang selalu mengerti ibu, kamu kesini sendirian saja nak? tumben pake motor juga"
Melihat dari raut wajahnya sepertinya ibu memang sudah menaruh curiga kepadaku.
Aku langsung memeluk ibuk dan menangis sejadinya.
Aku sudah tak sanggup lagi menahan air mataku,karena memang sedari kecil ibuku itu yang selalu ada dan mengerti dengan kondisiku.
"Menangislah nak, keluarkan apa yang seharusnya kamu keluarkan, jangan kamu pendam itu akan membuatmu semakin terluka"
Tangisku justru semakin menjadi mendengar ibu berkata seperti itu.
"Aku harus gimana buk? aku harus gimana?
Setelah aku merasa lebih baik kuceritakan semua yang aku alami tanpa menambah dan mengurangi sedikitpun cerita.
Kulihat ibu tampak kaget kemudian menarik nafas dan menghembuskannya, mungkin menengkan dirinya sendiri
"Bapak dimana buk?
"Bapakmu kesawah nak, tadi banyak orang bekerja memanen padi kita"
"Buk maafkan Asiyah tapi sepertinya Asiyah ingin bercerai saja dari mas Imam, bolehkan"
__ADS_1
"Nak seandainya saja semua masalah dalam pernikahan itu bisa selesai dengan kata cerai, tapi kenyataanya tidak seperti itu, ibu tau sakit sekali jika ada diposisi mu saat ini, tapi ibu yakin kamu wanita yang tegar nak, ibupun rasanya tidak rela dari dulu hidupmu selalu berkorban, maafkan ibu nak , karena ibu kamu selalu menanggung beban keluarga, seandainya peristiwa 10tahun lalu itu tidak menimpa ibu dan bapak mungkin keadaanya akan lebih mudah sekarang"
"Kamu perempuan cantik, cerdas, kaya dan berwawasan, pikirkan matang matang langkah apa yang harus kamu ambil, ibu tak bisa membantu banyak,kalau seandainya memang benar benar tidak bisa dipertahankan dan pilihan terakhir hanya lewat perceraian ibu bisa apa nak"
"Ah bapak kenapa sih malah memberiku nama Asiyah kan sekarang aku benar-benar jadi istri Fir'aun"
Kami tertawa bersama, meskipun jawaban ibu kurang memuaskan tapi aku sudah lega bisa bercerita dengannya, biarlah nanti saja kupikirkan lagi cara untuk menghadapi mereka, dan seperti kata ibu tadi jika memang harus bercerai aku sangat siap.
Kami turun dari rumah pohon ketika bapak datang. setelah bapak membersihkan diri kami berkumpul diruang keluarga, ibuk menceritakan semua yang kualami pada bapak, bapak tak langsung menjawab , mungkin masih berfikir.
Tok tok tok
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu, kupikir adikku yang baru pulang dari mengerjakan tugas, tapi ngapain bocah itu pulang pake ketok pintu segala.
Begitu membuka pintu, alangkah kagetnya diriku, tak kusangka sangka orang tua mas Imam sudah berdiri di depanku.
Maaf ya karena fokus sesuatu aku updatenya lama, terimakasih sudah sudah mengikuti dan menyempatkan membaca cerita saya.
Maaf ya kalau masih banyak salah dalam penulisannya🙏
Btw terimakasih juga yang sudah ngeramein komennya aku selalu baca komenan kalian tapi maaf gak semua bisa kebalas.
Kalau banyak yang vote n komen insyaallah besok aku up 2 part.
__ADS_1