PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
Imam Pov


__ADS_3

Aku masih tidak menyangka, ternyata selama ini aku seperti sedang menggali kubur untuk diriku sendiri. Jika hanya diriku sendiri yang akan menanggung deritanya mungkin itu hal yang wajar karna konsekuensi atas apa yang telah aku lakukan.


Tapi kalau anakku juga harus ikut merasakan akibatnya? rasa rasanya aku tak terima.


Ya aku memang bukan lelaki baik baik, aku bahkan sangat pantas jika disebut lelaki bejat tapi disini didalam hatiku sampai kapanpun aku tidak akan terima jika anakku Ayesa harus ikut menanggung kesakitan terlebih itu karena ulahku.


Aku tidak pernah berpikiran sejauh ini, sungguh ini semua karna junior sialanku yang sering berontak tak pada waktunya, yang berujung aku menikahi pembantuku sendiri tapi aku tidak pernah berpikir bahwa istri keduaku itu akan melakukan hal yang sungguh mengecewakan kepada anakku.

__ADS_1


Sumpah demi apapun aku sangat sangat menyayangi putriku itu, banyak yang bilang kalau anak perempuan itu dekat dengan ayahnya ya akupun merasa begitu meskipun dengan Asiyah Ayesa juga tetap dekat tapi selama ini karna aku yang sering dirumah Ayesa jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain bersamaku.


Asiyah juga tau ikatan antara ayah dan anak ini sangat kuat sekali, dia sadar betul kalau waktunya lebih banyak dihabiskan dengan membuat kue daripada bermain dengan Ayesa, aku memang bersalah karna seharusnya aku yang mencari nafkah tapi justru Asiyah yang bekerja. Bukan tanpa sebab ini terjadi, aku sudah mencari pekerjaan tapi tak kunjung mendapatkan dulu pernah bekerja pun hasilnya juga sedikit, akhirnya aku resign dan kadang membantu Asiyah tapi lebih sering aku mengajak bermain Ayesa. Memang sudah kesepakatan kami berdua daripada diasuh suster lebih baik dengan orangtuanya. Pemasukan ku hanya dari menjual bonsai dan burung yang sebenarnya hanya sekedar hobiku saja, itupun hasilnya tak seberapa dibanding usaha Asiyah kalau dapat untung biasanya kuberikan pada ibuku tentu saja masih ditambah uang hasil toko kue, dia tahu betul bahwa syurga lelaki ada ditelapak kaki ibu dan syurga istri ada pada suaminya jadi dia tidak pernah mengeluhkan kalau uangku untuk ibuku.


Karena kedekatan itulah kemaren ketika Ayesa sakit dia selalu menyebut nyebut ayahnya ini, jelas tidak ada apapun yang bisa memisahkan kami. Dan tanpa aku sadari justru akulah yang membuat Ayesa sakit seperti ini sakitnya pun bukan sakit yang sepele.


Aku sudah memarahi Rumi kemaren, dia sungguh keterlaluan sedikitpun aku tak pernah berfikiran kalau Rumi setega itu dan akan kupastikan aku pasti lebih tega lagi, selepas memarahi Rumi dan berpamitan pada Ayesa dirumah sakit aku berniat akan pulang, sepertinya ada yang tidak beres dengan rumahku.

__ADS_1


Dirumah ini hampir semua bagian ada cctvnya, tapi kalau kamar memang hanya kamar utama yang ada cctv karna memang banyak barang berharga didalamnya untuk kamar lain sengaja tidak dipasang cctv. Aku cek mulai 2tahun lalu dan semua terlihat baik baik saja, sempurna sekali keluargaku dulu, tapi kenapa lama kelamaan Rumi terlihat berbeda, ya aku baru menyadari setelah melihat dicctv dia terkesan seperti menarik perhatianku dan tunggu dulu apa itu yang Rumi campurkan dalam minuman, apa Ayesa sudah sering diberi obat tidur sebelum aku menikah dengan Rumi? tapi setelah kupandangi lebih lanjut sepertinya serbuk itu dicampur kekopi, ya kopi itu memang benar disajikan untukku.


Aku terus melihat detailnya lagi hampir setiap hari dia mencampur serbuk kedalam minumanku tapi aku heran serbuk apa itu sebenarnya, ah benar benar ada yang tidak beres dirumahku ini.


Aku cek lagi dan benar saja dia sering membuatkan Ayesa jus buah dan mencampurinya dengan sesuatu mungkin itu obat tidurnya, dan astaghfirullohaladzim kasian sekali putri kecilku itu, rupanya hampir tiap hari Rumi memberinya obat tidur, pantas saja membuat dia overdosis.


Aku sengaja menyimpan beberapa kali sebagai bukti. Beruntung sekali kamar yang ditempati budhe Rus bukan bekas kamar Rumi dulu, jadi sekarang aku akan memeriksa kamar Rumi.

__ADS_1


Tak banyak yang berubah dari kamar Rumi, aku hafal betul karna dulu sering menuntaskan hasratku disini, kuperiksa setiap sudut ruangan dan hasilnya nihil, tapi ada sebuah kotak yang penuh barang barang printilan tidak penting yang masih teronggok di almari paling bawah, dulu Rumi juga menyimpan ****** disitu aku sering membukanya dulu tapi tak terlalu memperhatikan isinya, sekarang aku menumpahkan semua isinya aku amati lagi satu persatu dan sepertinya memang betul yang ada didalam botol kecil itu serbuk yang dicampur kopiku tapi ada 2 botol dengan warna yang berbeda, kalau untuk obat tidur disini tidak ada tapi setidaknya sudah ada bukti video dan hasil laborat kemaren sebagai bukti.


Maafkan aku istriku , kamu sudah tega dengan anakku akupun akan lebih tega dengan anakmu.


__ADS_2