PEMBANTUKU MADUKU

PEMBANTUKU MADUKU
KENAPA


__ADS_3

Pagi ini mas Imam membujukku untuk sarapan tapi aku sama sekali tidak berselera untuk makan, mas Imam membawakan makanan kekamar dan terus membujukku, tapi aku hanya makan sedikit saja.


"Dek maafkan mas ya, nanti biar Rumi mas carikan kontrakan saja, adek jangan banyak fikiran nanti malah sakit"


"Aku tidak memikirkan banyak hal mas aku hanya memikirkan satu hal saja, aku masih tidak habis fikir kenapa mas lakukan ini padaku"


"Mas minta maaf dek, tolong jangan buat mas jadi semakin merasa bersalah"


"Lantas aku harus gimana mas, membuat mas menjadi lelaki paling bahagia dengan merelakan pernikahan mas?


Entahlah hatiku masih sakit, mungkin aku masih labil, kadang aku memilih berlapang dada mengikhlaskan keadaan ini, tapi disatu sisi aku ingin egois saja mas Imam hanya milikku, tapi tetap saja keadaan tidak bisa dirubah mas Imam sudah bukan milikku seutuhnya lagi.


Memang tidak ada yang berubah dari mas Imam, dia tetap lembut penyayang dan perhatian seperti biasa, tapi bila mengingat dia telah tidur dengan wanita lain rasanya sesak sekali dadaku, aku belum bisa mengikhlaskanya.


Aku sedikit terisak karna mengingat mas Imam bukan milikku seorang, mas Imam memelukku, kali ini aku benar benar lelah dan butuh sandaran, jadi kubiarkan saja kepalaku bersandar didada bidangnya.


"Kenapa mas mas tega melakukan ini , rasanya aku benar benar tidak sanggup seperti ini, apa jika aku tidak mengetahuinya secara tidak langsung waktu itu, mas juga akan tetap menyembunyikan hal ini, sampai kapan mas, sampai kapan?


"Dek, percayalah adek itu istri terbaik mas, mas sebenarnya juga sedang mencari waktu yang tepat untuk jujur sama adek, tapi adek sudah terlebih dulu mengetahuinya. Mas sebenarnya menyesali perbuatan mas ini, tapi semua sudah terlanjur dek, Mas pikir jika waktunya memang tepat adek akan ikhlas dan meridhoi mas menikah lagi, karna adek sendiri juga tau pahala seorang istri yang ikhlas dipoligami akan dibalas dengan syurga"

__ADS_1


"Jangan menggunakan pahala dan syurga sebagai alasan mas, ini bukan Satu satunya jalan menuju syurga. masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencari pahala, dengan seperti ini kita hanya saling menyakiti mas"


"Entah sampai kapan aku bisa bertahan, kalau tidak bisa menceraikan dia kenapa tidak mas ceraikan aku saja sekarang mas? rasanya itu akan lebih baik"


"Jangan bicara seperti itu dek, tidak mungkin mas akan menceraikanmu, sore nanti Rumi sudah akan pindah rumah, jadi adek jangan banyak pikiran lagi, mas juga akan lebih sering disini,nanti mas akan carikan adek pembantu baru"


"Baguslah mas memang seharusnya begitu kan sore hari nanti dia sudah harus pindah, aku tidak rela rumah yang kubangun dengan susah payah ini malah digunakan enak enak sama orang lain, nanti aku pengen ganti semua perabotan rumah, aku gak mau rumahku kotor tercecer bekas mas sama Rumi, sekalian nanti ada pembantu baru mas nikahin lagi juga gak papa"


"Dek jangan gitu"


"Terserahlah mas aku capek,mas aku pengen bermalam dipantai, nanti kita jemput Ayesa dulu terus langsung berangkat kepantai ya


"Ya sudah adek siap siap saja dulu apa yang perlu dibawa, nanti kita tiga atau empat harian disana gimana dek"


"Bolehlah mas, lelah sekali rasanya, semoga nanti selepas dari sana bisa lebih fresh"


"Ya sudah dek mas turun ya mau booking hotel dulu"


"Iya mas"

__ADS_1


Sekilas kulihat mas Imam seperti menghampiri kamar Rumi, ah biarlah saja dia pamitan dulu, sengaja kuajak mas Imam pergi biar si Rumi itu pindahan sendiri saja nanti.


Aku tak sudi lagi memanggilnya Mbak, bahkan menyebut namanya saja sudah malah. Siapa suruh malah menghancurkan kepercayaanku, padahal selama ini jika butuh apapun selalu kubantu, jika keluarganya butuh uang juga kubantu tapi tak kusangka ternyata ini balasanya.


Mungkin karna kondisiku yang kurang fit, berkemas barang saja rasanya lelah sekali.


Aku kebawah untuk mengambil minum. Samar samar kudengar Rumi merajuk dengan nada yang dibuat buat, jijik aku mendengarnya, biarlah saja agar tau rasa dia.


"Tapi kan mas, aku kan lagi hamil begini masak mas tega membiarkan aku pindahan sendiri?


"Mau gimana lagi dek, lagian kan cuma bawa baju baju saja, nanti bisa dibantu angkat sama sopir taksinya"


"Atau kalau gak aku pindahanya besok aja deh mas, kalian kan liburanya 3 hari jadi mas Asiyah gak bakalan tau kalo aku perginya besok"


"Tetap gak bisa dek sebentar lagi sudah ada pembantu baru yang jaga dirumah ini karna sore nanti ada orang yang mengantarkan perabotan rumah untuk mengganti semua perabotan dirumah ini"


"Mas ini benar benar tidak adil masak istri tua diajak liburan sedangkan istri muda dibiarkan lelah pindahan"


Setelahnya tidak tau lagi apa yang mereka bicarakan karna aku lekas balik kekamar. Dalam hati sedikit tersenyum bisa mengusili wanita itu, Aku sengaja meminta saudara jauh yang biasa kupanggil budhe Rus untuk membantu pekerjaan rumah dan jadi kepercayaanku mulai siang ini juga, karna aku yakin dia pasti masih enggan pergi dari rumah ini.

__ADS_1


Biar tau rasa dia tak bisa bermain main denganku.


__ADS_2