
"Haha! Aku mau jadi penebang kayu!"
"Kakak-kakak, kalau kalian menemukan mayat binatang buas, langsung sumbangkan saja, ya! Aku akan mengeluarkannya untuk memotong bulunya, lalu disumbangkan lagi. Aku mau jadi pemotong profesional!"
"Haha! Teman-teman, kalau aku mau jadi koki. Aku akan menghidangkan makanan yang nikmat untuk kalian semua!"
"Aku bisa menjahit pakaian dengan kain. Aku mau jadi penjahit, deh!"
"Aku memiliki talenta penciuman yang bisa mencium wangi berbagai rumput roh. Biarkan aku menjadi apoteker profesional yang khusus mencari buah dan rumput roh."
Penduduk yang lebih lemas, tiba-tiba menemukan jalan baru untuk dirinya dan mulai merayakannya dengan gembira. Melihat ini, orang-orang juga sangat bahagia. Di dalam sebuah desa, selain harus memiliki master yang hebat bertarung, juga memerlukan talenta kategori kehidupan. Dengan begini, desa itu baru bisa bervariasi dan menjadi semakin makmur.
"Teman-teman, aku tidak akan bisa tidur malam ini. Aku mau pergi gali tambang sekarang!"
"Haha! Ayo! Aku tahu ada tambang besi yang berjarak 30 mil dari sini."
"Aku tahu tempat penggalian batu, siapa yang mau ikut!"
"Aku!"
"Aku juga!"
"Haha! Asyik! Benar-benar asyuk! Aku akan menyumbangkan lebih banyak barang untuk menukar sedikit batu VIT malam ini."
"Haha! Aku juga mau meningkatkan level pondokku secepatnya!"
Kini semua orang tampak sangat bersemangat dan sama sekali tidak ingin beristirahat. Mereka semua didorong oleh kegigihan Feliks, terutama pada saat mengetahui dia telah meningkatkan level pondok dalam waktu sesingkat itu dan mendapatkan hadiah mewah.
Orang-orang sangat iri padanya.
Lalu, pada sat itu juga, terlintas banyak cahaya di dalam lapangan.
Banyak yang telah mengklik "Kembali dengan Sekali Klik" untuk kembali ke alam liat membunuh binatang buas dan memotong beberapa bulunya. Sedangkan ada juga beberapa orang yang berjalan keluar dari desa, di antaranya ada yang pergi menggali tambang, menggali batu, menebang pohon, dan mengumpulkan berbagai jenis sumber daya...
Di sisi lain, di dalam Desa hilang.
Feliks sedang memeriksa gudang sumber daya dengan gembira.
Beberapa saat yang lalu, dia baru saja mengaktifkan [Saluran Pertukaran], lalu mencoba menyumbangkan sedikit kayu dan batu untuk mengecek efeknya. Tak disangka, malah ada banyak penduduk yang menyumbangkan banyak buah roh dan rumput roh untuk mendapatkan poin kontribusi. Terutama Sani Louis, dia bahkan menyumbangkan rumput roh Lv. 2. Ini membuat Feliks sangat tertarik dan hendak segera menyumbangkan semua pisau bajanya untuk mendapatkan poin kontribusi.
Dengan begitu, poin kontribusi yang Feliks miliki telah mencapai 143 poin.
[Rumput Angin: Rumput Roh Lv. 2, dapat digunakan sebagai obat dan meningkatkan atribut kelincahan.]
[Harga tukar: 10 poin kontribusi.]
__ADS_1
"Hanya 10 poin kontribusi! Ini murah sekali!"
Feliks segera menukarnya dengan senang.
[Pengingat: Kamu telah mengonsumsi 10 poin kontribusi untuk menukar Rumput Roh Lv. 2 - Rumput Angin.]
Mantap! Mantap! Dapat rumput roh Lv. 2, nih!
Feliks lanjut menukarnya lagi.
[Pengingat: Kamu telah mengonsumsi 3 poin kontribusi untuk menukar Rumput Roh Lv. 1 - Kayu Tulang.]
[Pengingat: Kamu telah mengonsumsi 3 poin kontribusi untuk menukar Rumput Roh Lv. 1 - Bunga Kupu-kupu.]
[Pengingat: Kamu telah mengonsumsi 3 poin kontribusi untuk menukar Rumput Roh Lv. 1 - Cacing Bor.]
Dengan begitu, Feliks terus menukar item yang dia inginkan dengan senang. Dalam sekejap, dia telah mendapatkan 13 rumput roh Lv. 1. Kini poin kontribusi dirinya masih tersisa 94 poin.
Setelah melakukan semua itu, Feliks menelusuri 'Sumber Daya Sistem Tertinggi' dan menargetkan pandangannya terhadap batu VIT.
[Batu VIT (tingkat dasar): Setelah menyerapnya, akan bisa mendapatkan 100 poin VIT.]
[Harga tukar: 10 poin kontribusi.]
"Baru 100 poin VIT, rugi sekali!"
Dengan sumber daya desa asal garuda saat ini, harusnya cukup untuk menghidupi beberapa profesional kategori pekerjaan sehari-hari dan bahkan bisa meningkatkan kecepatan mereka naik level. Feliks memprediksi, masa depan Desa Asal Garuda akan semakin sejahtera dan menakjubkan.
Memikirkan ini, Feliks menjadi sangat bangga. Akhirnya, desa ini memasuki jalur yang tepat.
"Oh, ya! Pondokku sudah naik jadi Lv. 1, selanjutnya harus ditingkatkan jadi Lv. 2. Kira-kira untuk naik Lv. 2 butuh material apa saja, ya?"
Feliks bergumam di dalam hati,
Setelah pondoknya meningkat menjadi Lv. 1, dirinya juga mendapatkan 50 poin atribut sebagai hadiah. Jika meningkat menjadi Lv. 2, dirinya akan mendapatkan 100 poin atribut dan lebih banyak hadiah. Apalagi, fungsi pondok Lv. 2 itu sangat berpengaruh.
Setelah memikirkannya, Feliks pun membuka "Saluran Pembangunan".
Syarat untuk meningkatkan Pondok Lv. 2:
[20 unit kayu (sumber daya Lv. 0)]
[10 unit batu (sumber daya Lv. 0)]
[2 unit bulu binatang (sumber daya Lv. 0)]
__ADS_1
[1 unit bijih besi (sumber daya Lv. 0)]
[1 potong batu es (sumber daya Lv. 1)]
Eh! Batu es itu apa?
Feliks segera membaca penjelasannya.
[Batu es: Sumber daya Lv. 1, diproduksi di kedalaman Danau Gugur, memiliki efek menenangkan, dan merupakan material penting untuk meningkatkan pondok ke Lv. 2]
Melihat ini, Feliks seolah-olah mengerti sesuatu, Lalu, matanya berbinar dengan gembira.
Kini dia masih memegang sebuah misi Level C pembukaan peta yang belum selesai. Langkah ke-3 misi itu adalah pergi ke Danau Gugur dan kalahkan Kura-kura Bertanduk Satu, lalu dapatkan Inti Rajanya (Air).
Tampaknya, aku harus pergi ke Danau Gugur, nih.
Untuk meningkatkan pondok menjadi Lv. 2, Feliks masih memerlukan banyak kayu dan batu. Sedangkan para penduduk di Desa Asal Garuda juga memerlukannya dalam jumlah besar. Jadi, Feliks terus bekerja keras untuk membongkar pondok-pondok bobrok di sekeliling.
[Kamu mendapatkan sepotong kayu +1]
[Kamu mendapatkan sepotong kayu +1]
[Kamu mendapatkan sebuah batu +1]
...
Dengan begini, Feliks terus mengumpulkan material dengan cepat. Tak lama kemudian, dia berhasil membongkar 3 pondok bobrok sekaligus dan mendapatkan 7 unit kayu dan 3 unit baru. Efisiensinya sungguh menakjubkan!
Feliks juga merasa sangat puas.
Membongkar pondok-pondok bobrok ini memang lebih cepat! Sayangnya, desa ini hanya ada ratusan pondok. Setelah dibongkar semua pun, akan habis.
Namun, kontribusi yang diperoleh darinya akan sangat berguna!
Semakin tinggi level desa, sumber daya yang disediakan oleh sistem tertinggi juga akan semakin bagus. Dan itu semua, harus ditukar dengan poin kontribusi. Jadi, semakin banyak poin kontribusi yang dikumpulkan semakin banyak pula yang dapat digunakan untuk bertukar.
Begitu memikirkannya, Feliks pun menjadi semakin termotivasi untuk membongkar pondok-pondok bobrok ini. Lebih kerennya lagi, dia sudah semakin profesional dalam hal ini, sehingga kecepatannya dalam mengumpulkan sumber daya pun terus meroket...
Pada saat yang sama, Sani Louis dan penduduk lainnya, masih sedang berusaha mengumpulkan berbagai jenis sumber daya. Orang-orang yang sudah mencapai Lv. 5 dan kekuatan komprehensifnya hampir sebanding dengan binatang buas Lv. 7, juga ikut membunuh binatang buas di Lv. 3. dan 4. Ini semua hanya karena mereka ingin mencari binatang buas yang berbulu dan mengambil bulunya. Bulu binatang yang disyaratkan tidak diwajibkan harus binatang buas yang Levelnya lebih tinggi.
Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk membunuh binatang buas yang lebih rendah levelnya, lalu memotong bulunya sehingga efisiensi mendapatkan bulu binatang juga meningkat banyak.
Pada saat yang sama, di berbagai sudut dunia juga terdapat satu demi satu desa yang terbangun setiap 10-an menit. Tanpa disadari, kini sudah ada 27 desa yang muncul.
Kenyataan ini sungguh membebankan orang.
__ADS_1
27 desa itu menandakan 27 kekuasaan, loh! Di antara kekuasaan ini, pasti akan terjadi perang yang berdarah di masa depan!
Secara perlahan, persaingan yang tak berwujud pun tersebar. Para penduduk Desa Asal Garuda juga telah merasakannya dengan jelas.