
Saat Feliks tiba di depan Lembah Manyar, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi.
Pengingat: Jumlah pondok Lv. 1 ke atas di Desa Asal Garuda telah mencapai 100.
Bom~!
Feliks terdiam. Matanya melebar dengan kaget.
Keren! Keren! Keempat syarat untuk mengupgrade desa sudah terpenuhi. Kalau begitu, hanya sisa syarat terakhir, lalu Desa Asal Garuda akan bisa meningkat ke Lv. 1.
Setelah level desa meningkat, mereka pun akan mendapatkan banyak keuntungan. Seluruh penduduk desa pasti mendapat bagian. Tentu saja, Feliks tetaplah orang yang paling banyak mendapat keuntungan.
Sedangkan syarat terakhir, jumlah pemula di desa harus mencapai 10 ke atas.
"Oh, iya, tidak tahu juga bagaimana progres Deon mereka sekarang?"
Setelah memikirkannya, Feliks pun membuka layar sistem tertinggi dan memasuki Daftar Peringkat.
Daftar Peringkat Level Desa Asal Garuda
Peringkat ke-1: Feliks Jyan, Lv. 14
Peringkat ke-2: Johan Rahmadi, Lv. 9
Peringkat ke-3: Deon Daniela, Lv. 9
Peringkat ke-4: Adam Caleb, Lv. 9
Peringkat ke-5: Sani Louis, Lv. 9
Peringkat ke-6: Yoga Setiawan, Lv. 9
Peringkat ke-7: Fairuz Gauhar, Lv. 9
Peringkat ke-8: Hanson Mitra, Lv. 9
Peringkat ke-9: Jackson Joe Lv. 8
Peringkat ke-10: Nelson Aarif, Lv. 8
__ADS_1
...
Eh! Johan sudah melewati Deon dan berada di peringkat kedua! Bagaimana dia bisa melakukannya! Oh, iya, Jackson Joe yang di peringkat 9 juga sangat aneh. Kalau aku gak salah ingat, Jackson Joe ini sebelumnya masih berada di peringkat 30-an, 'kan.
Lagi pula, pada dasarnya yang bisa memasuki peringkat 20 besar adalah pemula yang telah membangkitkan talenta Level D. Sebelum datang ke dunia pembunuhan ini, Jackson Joe ini adalah mahasiswa sebuah universitas dan orangnya memang sangat cerdas, tapi sayangnya hanya membangkitkan talenta Level F. Dengan level talentanya, bisa meraih peringkat 30 besar saja sudah sangat hebat. Namun, kini dia bahkan berhasil memasuki peringkat 10 besar dan berada di peringkat ke-9.
Aneh! Ini sangat aneh!
Apa yang telah dilakukan Johan dan Jackson? Kok kecepatan mereka naik level bisa menjadi begitu cepat!
Feliks sangat penasaran. Lalu, pada saat ini juga, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi lagi.
Pengingat: Yuna Lea telah menukarkan Kartu Sintesis Peti Harta Karun (Lv. 2) dengan Sepatu Bot Bayangan (Lv. 2) milikmu.
Feliks terkejut!
Pas sekali aku lagi butuh kartu sintesis, akhirnya dapat juga!
Lalu, Feliks segera membuka saluran perdagangan dan mengeluarkan kartu sintesis peti harta karun itu. Kemudian, dia pun mensintesis 5 peti harta karun perak menjadi sebuah peti harta karun emas.
"Mantap! Mantap! Sudah ada 3 peti harta karun emas. Tunggu sudah ada lima peti, aku baru mensintesisnya menjadi peti harta karun platinum."
Feliks melihat peti harta karun emas yang di tangannya dengan puas dan sama sekali tidak ingin membukanya saat ini. Dia ingin mensintesis itu semua menjadi peti harta karun platinum terlebih dahulu, baru membukanya.
Berdasarkan keinginan dan permintaan kondisi saat ini, Feliks lebih mendambakan sebuah item Lv. 5.
Peti Harta Karun Platinum: 98% peluang untuk mendapatkan item Lv. 5, 2% peluang untuk mendapatkan item Lv. 6.
Jadi, peti harta karun platinum pasti bisa mendapatkan item Lv. 5.
Jika aku bisa memiliki sebuah item Lv. 5, maka aku akan menjadi semakin percaya diri untuk berhadapan dengan Penghukum Tertinggi.
Setelah memikirkannya, Feliks pun menyimpan peti harta karun emas itu ke dalam cincin penyimpanan. Kini dia masih kekurangan 2 peti harta karun emas dan 1 kartu sintesis lagi untuk bisa mendapatkan sebuah peti harta karun platinum.
Tingkat tertinggi peti harta karun yang dapat sintesis oleh kartu sinstesis hanyalah peti harta karun platinum.
Kelihatannya, aku harus terus membeli kartu sintesis.
__ADS_1
Oh, iya, saat di 'Desa Hilang', aku 'kan telah membunuh beberapa utusan roh jahat dan mendapatkan banyak item Lv. 3, sepertinya itu bisa digunakan untuk menukar pusaka lain. Contohnya, menukar peti harta karun perak!
Saat ini, Feliks masih memiliki sebuah peti harta karun perak, jika dirinya bisa mendapatkan 4 peti harta karun perak lagi, maka bisa mensintesis itu semua menjadi sebuah peti harta karun emas lagi. Selain itu, Feliks juga masih memegang sebuah peti harta karun perunggu. Namun, dia sudah tidak tertarik untuk membuka itu.
Peti harta karun perunggu biasanya hanya bisa mendapatkan item Lv. 2 yang tidak terlalu berguna bagi Feliks. Setelah memikirkannya dengan matang, Feliks membuka layar sistem tertinggi dan memasuki saluran perdagangan regional.
Begitu masuk, Feliks segera menyadari di dalamnya sangat ramai.
Ada belasan ribu pemula dari berbagai Desa sedang berusaha menjilat pusat perhatian saat ini, yaitu Johan Rahmadi dan Jackson Joe.
Setelah melihatnya dengan saksama, Feliks pun tersenyum.
Ternyata kedua orang ini sedang membeli pisau pemula di dalam ruang obrolan regional dengan batu VIT.
Johan Rahmadi: "Beli pisau pemula! Beli pisau pemula! Aku telah mendapatkan 2 batu VIT. 10 pisau pemula bisa ditukar dengan 1 batu VIT. Siapa cepat, dia dapat!"
"Oh, Tuan Johan, kali ini bertukar denganku saja, ya!"
"Yang di atas, aku sudah mengatakannya dari tadi, kali ini aku dulu."
"Tuan Johan juga berkata akan bertukar denganku lebih dulu!"
Johan: "Jangan berantem! Jangan berantem! Aku taruh di saluran perdagangan, kalian rebut sendiri. Siapa lebih cepat, dia lah pemiliknya!"
"Oh! Tuan Johan, cepatlah jual batu VIT-mu!"
"Johan, cepat jual!"
Johan Rahmadi: "Sudah! Sudah dijual!"
Bom~!
Semua orang yang di dalam ruang obrolan merebutnya dengan ganas!
Kemudian, terdengar pula ratapan orang-orang.
"Terlambat! Terlambat! Aku tidak dapat!"
"Kalian terlalu cepat!"
__ADS_1
Jackson Joe: "Haha! Aku sudah datang! Aku sudah datang! Aku baru saja mendapatkan 2 batu VIT dan akan dijual sekarang juga!"