Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
Membunuh Raja Mamut


__ADS_3

Saat ini, kecepatan Feliks telah diaktifkan sepenuhnya dan berubah menjadi bayangan kilat.


Ada suara retakan yang kuat di udara.


Raja mamut itu telah melarikan diri lebih dari 10 mil jauhnya!


Kalau bukan karena ini di padang rumput, Feliks pasti sudah tidak bisa menemukan sosok raja mamut!


Aku harus segera mengejarnya! Karena di ujung padang rumput ada pegunungan yang tak berujung. Kalau raja mamut melarikan diri ke pegunungan, maka akan sangat sulit menemukannya.


Ang~! Ang~! Ang~!


Lalu, pada saat ini juga, Raja Mamut berbalik untuk melirik ke belakang.


Begitu melihat Feliks telah mengejarnya, dia terus meraung ketakutan dan berlari semakin cepat ke arah pegunungan.


Dengan begini, seorang manusia dan seekor binatang buas meluncurkan pengejaran hidup dan mati di padang rumput.


Kecepatan Feliks tetap lebih cepat, sehingga jarak antara kedua pihak semakin dekat dan dekat…


Di sisi lain, di dalam ruang obrolan Desa Pemula No. 911, semuanya sedang sibuk bersorak atas kemenangan.


“Luar biasa! Benar-benar luar biasa! Kita telah menang duel 3 kali berturut-turut! Haha!”


“Ya! Total sudah mendapatkan 60 atribut bebas! Kekuatan kita semua semakin meningkat!”


“Kini setiap orang di des akita sudah bisa melawan binatang buas sendirian, ‘kan?”


“Tentu saja!”


“Semuanya, dengan perkembangan ini, semua orang di desa kita mungkin bisa lulus evaluasi pemula secara bersamaan!”


“Ya! Begitu memikirkan semua orang desa kita bisa lulus bersama, aku jadi sangat bersemangat!”


“Aku berharap! Semua orang Indonesia kita sangat hebat dan bisa lulus evaluasi pemula! Biarkan anjing-anjing yang iri dengan kita, orang Indonesia, merasa kesal!


“Huhu! Mendengar kata-katamu, aku senang sampai ingin menangis! Ini semua berkat Kak Feliks!”


“Ya! Kita bisa dibagikan di desa pemula No. 911 bersama Kak Feliks, benar-benar sangat beruntung!”


“Kenapa Kak Feliks masih belum muncul? Aku sangat mengaguminya! Aku mau berbicara dengannya!”


“Gadis yang di atas, dia sedang sibuk. Jangan ganggu dia!”


“Ya! Kak Feliks pasti akan muncul Ketika dia ingin muncul.”


“Oh, iya! Semuanya, seingatku, Kak Feliks juga memegang satu token duel, ‘kan!”


“Ya! Aku hampir kelupaan! Haha! Menurut kalian, akankah Kak Feliks mengaktifkan token duel itu?”


“Huh! Memangnya ini masih perlu ditebak? Tentu saja harus diaktifkan untuk membalas dendam! Negara-negara itu, termasuk India dan Jepang, sudah menantang kita lebih dulu! Selanjutnya, giliran kita membalas kesombongan mereka!”


“Benar! Mata tidak diganti dengan mata itu tidak sopan, loh! Anjing-anjing itu berani menantang kita, maka kita harus membalasnya!”


“Setuju! Semua yang menyinggung orang Indonesia, sejauh apa pun harus dibunuh!”


“Negara yang menyinggung kita orang Indonesia tidak hanya satu. Menurut kalian, Kak Feliks akan membalas yang mana lebih dulu?”


“Siapa sombong, ya, pilih siapa!”


“Benar sekali!”


“Oh, iya! Ayo pergi ke ruang obrolan regional! Anjing-anjing itu masih kira kita akan kalah! Sekarang kita harus ke sana umumkan kemenangan kita dan lihat wajah indah mereka!”


“Haha! Aku juga punya ide ini!”


Lalu, semua orang beralih ke ruang obrolan regional…


Pada saat yang sama, di dalam ruang obrolan sedang berantem.


Satu pihak adalah desa anggota orang Indonesia dari No. 34 dan No. 77.


Satu pihak lagi, Amerika, India, Jepang, Inggris, Australia, Korea, dan Desa Pemula lainnya.


Semua orang yakin Desa Pemula No. 911 akan kalah.


Kini kedua pihak sedang saling memaki-maki dengan keras.


“Oh! Tuan Miyamoto dari Desa Pemula No. 5 itu orang pertama yang naik ke Lv. 8 di region 1. Kalau kita menyebutnya pembangkit no. 1 juga tidak salah! Dia itu kebanggaan kami orang Jepang!”


“Oh! Yang di atas, kamu sangat benar! Feliks Jyan itu hanyalah orang ketujuh yang mencapai Lv. 8 di region 1. Dia jelas jauh lebih buruk dari Tuan Miyamoto. Kali ini, Desa Pemula No. 911 sudah pasti kalah!”


“Haha! Astaga! Aku sudah mulai kasihan dengan Feliks Jyan dan Desa Pemula No. 911! Kali ini mereka sudah pasti kalah!”


Desa Pemula No. 77: “Siapa menang siapa kalah masih belum pasti!”


Desa Pemula No. 34: “Benar! Duel bahkan belum berlalu setengah jam! Kalian seperti sudah tahu siapa pemenangnya saja! Apa kalian tidak takut malu kalau salah!”


“Oh! Orang Indonesia yang imut, kalian ini sungguh naif. Kalian pikir pemula pembangkit No.1 bisa kalah dengan pembangkit No. 7?”


“Orang-orang Indonesia benar-benar suka mimpi di siang bolong!”

__ADS_1


Begitu kata-kata ini terkirim, orang Indonesia dari Desa Pemula No. 911 telah memasuki ruang obrolan regional.


Johan Rahmadi (911): “Orang Korea yang di atas! Aku ini Bapak kau! Kami desa pemula No. 911 menang lagi! Ayo segera bersujud!”


Yoga Setiawan (911): “Haha! Kami menang lagi! Dasar para anjing tak berguna, berani-beraninya kalian menertawakan kami! Lucu sekali!”


Adam Caleb (911): “Haha! Mereka ini anjing yang hanya tahu meremehkan orang, tentu saja tidak akan menyangka kita bisa menang!”


Hanya dalam beberapa saat, muncul 20-an orang Indonesia dari Desa Pemula No. 911 yang membalas hinaan negara lain dengan emosi.


Semua orang di ruang obrolan regional tercengang. Lalu, orang Amerika yang pertama menertawakan mereka kembali.


“Gila! Sudah gila! Orang Indonesia Desa Pemula No. 911 sudah gila! Baru setengah jam duel dimulai mereka sudah bilang mereka menang! Ini benar-benar lucu! Haha!!”


“Ya ampun! Ini benar-benar lelucon terlucu yang pernah kudengar seumur hidup ini!”


“Orang Indonesia itu idiot, ya? Lelucon sejelek ini pun berani dikatakan untuk menipu kita? Tuan Miyamoto kit aitu samurai yang paling hebat! Bagaimana mungkin dia bisa kalah dari kalian dalam waktu tidak sampai setengah jam?”


“Sialan! Orang Indonesia benar-benar tidak tahu malu!”


Namun, sebelum orang-orang ini selesai berbicara, Rami Miyamoto pun memasuki ruang obrolan regional dan membuka suara.


Rami Miyamoto (5): “Maaf, aku telah mengecewakan semuanya! Aku gagal!”


Avata Rami Miyamoto bergerak dan dia benar-benar membungkuk kepada semua orang. Semangat samurai Jepang sungguh tercermin dalam momen ini.


Ngung~!


Semua orang sangat terkejut!


Seluruh ruang obrolan pun terdiam!


Beberapa saat kemudian, ada satu orang Amerika yang bertanya.


“Oh! Tuan Miyamoto, kamu sungguh tidak salah ketik? Kamu kalah?”


Rami Miyamoto (5): “Haih! Aku kalah! Aku kalah dari orang Indonesia, Feliks Jyan!”


Bum~!


Kali ini, seluruh ruang obrolan langsung menjadi heboh.


“Tuan Miyamoto, bagaimana kamu bisa kalah dari orang Indonesia?”


“Ini pasti mimpi!”


“Ya ampun! Ini benar-benar berita terburuk yang pernah kudengar!”


Desa Pemula No. 77: “Rami Miyamoto, bukankah kamu bilang akan memotong perut untuk bunuh diri kalau kamu kalah! Kenapa masih hidup?”


Rami Miyamoto (5): “Sialan! Feliks Jyan itu naik Lv. 9 sebelum aku sempat membunuh binatang buas! Dia pasti main curang! Dia pasti bukan menang dengan kemampuan sendiri!”


Kali ini, Amir pun keluar menyetujui kata-katanya.


Amir: “Aku juga merasa Feliks Jyan main curang! Setahuku, Desa Pemula No. 911 hanya membangkitkan 2 orang dengan talenta Level C dan salah satunya adalah Feliks Jyan.”


Amir: “Semuanya tahu talenta  sangat penting di dunia pembunuhan ini. Semakin tinggi talenta, semakin kuat juga kekuatannya.”


Amir: “Feliks yang hanya memiliki talenta Level C, bagaimana bisa mengalahkan Tuan Miyamoto yang membangkitkan talenta level A? Dan bahkan menang dalam waktu satu jam! Ini terlalu menakjubkan!”


Begitu Amir mengatakannya, orang-orang dari berbagai negara pun mulai bersemangat, seperti lalat yang mencium bau kotoran.


“Masuk akal! Feliks pasti main curang! Oh, Tuhan, cepatlah Engkau hukum manusia yang tidak tahu malu itu!”


“Apa kubilang, mana mungkin orang Indonesia sehebat itu. Ternyata main curang!”


“Feliks itu pasti main curang! Dia tidak mungkin bisa menang dari Tuan Miyamoto!”


Mendengar fitnah dari anjing-anjing ini terhadap Feliks, orang-orang dari Desa Pemula No. 911 langsung membantah dengan marah.


Orang dari Desa Pemula No. 34 dan No. 77 pun bergabung dan membantah anjing-anjing yang hanya tahu beriri hati.


Perang mulut tingkat internasional pun dimulai dengan seperti ini!



Di sisi lain, di Padang Rumput Lolo Desa Pemula No. 911.


Feliks sedang mengejar raja mamut dengan kecepatan penuh.


Kini, akhirnya dia berhasil mengejarnya.


“Raja mamut! Ke mana lagi kau mau berlari!”


Wush~!


Feliks melompat untuk membantainya.


Ang~!


Raja Mamut terkejut dan marah. Dia melihat ke belakang, lalu berbalik untuk menyerbu Feliks lebih dulu.

__ADS_1


Wush~!


Angin menderu!


Hanya dalam seketika, kedua pihak saling bertabrakan. Feliks menyampingkan tubuhnya dan menghindari serangan raja mamut sambil menebaskan pisau panjangnya.


Wush~!


Krak~! Krak~! Krak~Prang!


Tebasan itu berhasil membelah armor kristal raja mamut. Bilah pisau juga berhasil mengenai tubuh raja mamut hingga setengah kaku dalamnya.


Dalam sekejap, api menghanguskan daging dan darah menyembur.


Ang~!


Raja mamut menjerit dan menggelengkan kepalanya. Belalainya menepis ke pipi Feliks seperti cambuk.


Wush~!


Feliks menangkisnya dengan mengangkat pisaunya!


Sret~!


Suara yang renyah!


Darah berpecikan!


Dia memotong belalai raja mamut dengan sekali tebasan!


Ang~!


Raja Mamut berteriak dengan tragis!


Kemudian, dia berbalik dan hendak melarikan diri dengan tubuh yang penuh dengan luka.


Feliks segera mengejarnya dan menebaskan pisaunya lagi ke pantatnya. Armor kristal gajah berhasil terbelah lagi dan meninggalkan luka yang mengenai tulangnya dengan darah mengalir.


Ang~!


Raja mamut kesakitan dan terus berlari dengan sekuat tenaga.


Feliks mengejarnya lagi.


Raja mamut menghentakkan kakinya untuk melancarkan skill pasir hisap. Feliks tiba-tiba merasakan tanah di bawah melunak, kakinya pun terjatuh ke dalam pasir. Seluruh orang mulai tenggelam secara perlahan.


Raja mamut mengambil kesempatan ini untuk kabur.


Namun, sebelum dia berlari beberapa langkah, kecepatannya malah melambat.


Asyik!


Erosi gelap api neraka sudah berefek!


Feliks sangat senang dan segera menggunakan manipulasi tanah untuk keluar dari pasir hisap, lalu mengejarnya lagi.


Feliks berhasil mengejar raja mamut dalam hitungan detik dan menebaskan pisaunya berulang kali.


Wush~! Wush~! Wush~!


Sret~! Sret~! Sret~!


Ang~! Ang~! Ang~!


Dalam seketika, darah bepercikan. Jeritan tragis raja mamut terus bergema.


Dia awalnya sudah tidak mampu melawan Feliks, ditambah lagi dengan erosi gelap api neraka, kekuatannya pun semakin menurun.


Ang~!


Akhirnya, dengan jeritan tragis terakhir!


Raja mamut terjatuh ke tanah!


Tanah sedikit bergetar!


Detik berikutnya, Raja Mamut menyilaukan cahaya putih yang silau dan kemudian terbang ke tubuh Feliks…


Akhirnya terbunuh dan bisa mendapatkan hadiah misi!


Feliks menghela napas lega.


Gila~!


Muncul!


Sudah muncul!


Bisa-bisanya muncul peti harta karun perak!


Ini benar-benar luar biasa!

__ADS_1


Feliks sangat gembira!


__ADS_2