Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
Bab 8 Senang! Menang Yang Kuat Dengan Kelemahan!


__ADS_3

Setelah bergembira, Feliks melihat lagi situasi di medan pertarungan. Pihak manusia sudah terlihat jelas akan segera menang.


“Ternyata dia!”


Dalam sekejap, atapan Feliks tertarik oleh seorang pria muda di antara kerumunan. Dia adalah seorang pria muda berusia 20-an, dengan alis tebal dan mata besarnya, dia terlihat lumayan tampan. Feliks tahu namanya Adam Caleb. Dia telah membangkitkan talenta level D – pengendalian petir dan listrik.


Dari desa pemula, hanya ada 17 orang yang telah membangkitkan talenta level D. Salah satunya adalah Yovan Tanaka. Sayangnya, Yovan meninggal terlalu awal, jadi kini hanya tersisa 16 orang.


Adam Caleb ini merupakan salah satu dari 16 orang itu. Bisa dibilang, dia ini pria yang sangat populer di Desa pemula dan memiliki banyak pengikut. Lagi pula, kemampuan pengendalian petir dan listrik yang dibangkitkan oleh Adam Caleb adalah kemampuan relatif kuat di antara talenta level D. Tentu saja orang yang mengikuti akan lebih banyak.


Kali ini, dia telah meninggalkan Desa Pemula dengan membentuk tim beranggotakan 8 orang. Namun, kini hanya tersisa 7 orang.


Feliks sangat penasaran, jadi dia melihat ke medan pertarungan mereka. Yang dilihat hanyalah cahaya listrik berwarna biru yang dikeluarkan oleh telapak tangan Adam Caleb sedang menembak ke ular raksasa.


Ular raksasa itu terkejut oleh tembakan itu, lalu tubuhnya mati rasa, tidak bisa bergerak untuk waktu yang lama, dan auranya menjadi sedikit lebih lemah.


Tembakan ini saja, Adam Caleb telah membuatnya terluka parah.


Pada saat ini juga, 6 orang lain bergegas maju dan sembarang menebas ular raksasa itu dengan pisau pendek pemula di tangannya.


Srash! Srash! Srash!


Terdengar suara teredam yang sibuk, sisik-sisiknya terkupas, dan bintik-bintik putih ada di mana-mana.


DEF sisik ular ini sangat kuat sehingga tiada seorang pun yang berhasil melewati DEF-nya. Namun, serangan semua orang juga membuat ular raksasa itu merasa kesakitan.


Begitu mati rasa menghilang, dia menoleh dengan marah, dan ingin menyerang 6 orang itu. Tapi, pada saat ini juga, Adam Calem mengeluarkan tembakan petir lagi.


Jgeeer!


Ular raksasa itu terkena tembakannya, lalu mati rasa dan terdiam di tempat untuk sementara waktu. Semua orang segera mengambil kesempatan ini dan menyebar.


Beberapa saat kemudian, setelah mati rasanya menghilang. Ular raksasa itu sangat marah, menoleh lagi, dan menyerang ke arah Adam Caleb. Di antara manusia ini, hanya pria muda yang berdiri di paling depan dapat menyebabkan luka fatal padanya. Dia harus menyobek manusia yang di depannya...


Hisss! Hisss! Hisss!


Feliks melihat dia mengangkat kepalanya dengan tinggi, mengeluarkan lidahnya, dan menyerang ke arah Adam Caleb.


Adam Caleb berbalik badan dan kabur.


Ternyata dia tidak bisa melepaskan petir secara terus menerus, setiap kali harus selang waktu lebih dari 10 detik. Melihat situasi ini, 6 orang lainnya, buru-buru menyerangnya dan menebas bagian belakangnya hingga sisiknya beterbangan.


Ular raksasa itu menoleh ke belakang dengan sakit, lalu hendak menyerang orang-orang yang menyergapnya dari belakang... Namun, pada saat ini juga, Adam Caleb menembakan petir ke arahnya lagi sehingga ular itu lumpuh di tempat...


Dengan begini, 7 orang ini memburu ular raksasa itu dengan Adam Caleb sebagai serangan utama dan sisanya menahan gerakannya. Mereka memburu ular raksasa itu sampai ia kehilangan kesabaran dan putus asa. Dibunuh itu sudah hal cepat atau lambat...


Melihat ini, Feliks berpikir sejenak, lalu memindai ular raksasa itu dengan mata kebenaran...

__ADS_1


[Binatang buas]: Ular sanca berbisa


[Level]: Lv. 1


[Evaluasi kekuatan kombat]: Bintang 3


[Ciri]: Kejam\, haus darah\, dan sangat beracun.


[Probabilitas mendapatkan item tambahan]: 0\,1%


“Eh! Ini probabilitas mendapatkan item tambahan!”


Setelah membaca datanya, Feliks sangat gembira. Jika notifikasi mengatakan ada probabilitas mendapatkan item tambahan, maka saat berburu binatang buas, akan ada sesuatu yang meledak keluar dari situ. Namun, probabilitas itu hanya 0,1%, yaitu satu dari seribu, yang sangat rendah.


Pada saat ini, tiba-tiba terjadi sebuah perubahan abnormal di arena.


Feliks melihat seberkas cahaya putih menyambar ke arah ular sanca berbisa sehingga ia berteriak kesakitan. Lalu, dia terjatuh di tanah dengan keadaan lumpuh. Semua orang bergegas mendekatinya dan sembarang menebasnya.


Ular raksasa itu berkedut beberapa kali, kemudian cahaya putih itu bersinar di sekujur tubuh. Detik berikutnya, cahaya putih itu berubah menjadi halo yang berbeda ukuran dan memasuki tubuh orang-orang.


Halo cahaya yang Adam Caleb terima paling besar. Beberapa saat kemudian, ada orang yang berteriak dengan senang.


“Haha! Aku mendapatkan 5 poin VIT!”


“Aku hanya mendapatkan 3 poin VIT!”


“Jangan mengeluh! Alokasi VIT ini dialokasikan oleh sistem tertinggi sesuai dengan kontribusi kita masing-masing. Pasti adil!”


“Haih! Sepertinya aku terlalu lemah!”


...


Feliks yang melihat ini dari kejauhan tiba-tiba mengerti. Ternyata ini cara tim membagikan VIT. Semuanya bekerja sama, lalu VIT akan dibagikan lagi sesuai kontribusi masing-masing.


Namun, seekor ular sanca berbisa yang memiliki 40 poin VIT jika dibagikan kepada 7 orang, maka yang diterima setiap orang akan sangat sedikit. Ada juga yang hanya mendapatkan 1 poin VIT. Kasihan sekali! Bahkan Adam Caleb yang terkuat saja, takutnya juga tidak akan mendapatkan 20 poin VIT.


Sedangkan Feliks, dia bisa membunuh seekor ular sendirian dan menikmati seluruh 40 poin VIT itu sendirian. Jika dibandingkan, Feliks baru sadar betapa bahagianya dia.


Pada saat ini juga, tubuh Adam Caleb tiba-tiba memancarkan cahaya putih yang silau dan mengejutkan seluruh orang di situ.


Feliks tercengang dan diam-diam bertanya apa yang terjadi pada orang ini? Mengapa seluruh tubuh bersinar tiba-tiba?


Dalam sekejap, cahaya putih itu meredup dan Adam Caleb membuka matanya dengan gembira.


“Bos Adam, kenapa seluruh tubuhmu memancarkan cahaya putih barusan?”


“Iya, itu sungguh mengejutkanku. Kamu tidak apa-apa, ‘kan, bos Adam?”

__ADS_1


Semua orang menunjukkan kekhawatirannya.


Adam Caleb tersenyum: “Tidak apa-apa! Aku baru saja naik level!”


Begitu selesai berbicara, semua orang bersorak.


“Wah! Bos Adam telah naik menjadi Lv.2!”


“Ckck! Bos Adam memang hebat!”


“Iya! Progres kemajuanku baru Lv. 1 (17/100), jaraknya masih jauh dengan Lv. 2!”


Saat ini, semua orang melihat ke arah Adam Caleb dengan tatapan kagum dan iri. Feliks yang berada di dalam semak-semak juga terkejut.


Setelah beberapa jam, akhirnya dia menemukan manusia yang telah mencapai Lv. 2. Tidak tahu juga sebesar apa peningkatan dari Lv. 1 ke Lv. 2?


Melihat gaya Adam Caleb yang percaya diri begitu, harusnya peningkatannya tidak rendah.


Benar! ‘Kan dirinya bisa melihatnya!


Begitu berpikir sejenak, Feliks segera menggunakan Mata Kebenaran terhadap Adam Caleb...


[Ras]: Manusia


[Level]: Lv. 2


[Kekuatan]: 20


[Kelincahan]: 22


[Fisik]: 19


[Energi]: 21


[Talenta]: ???


[Skill]: ???


[Evaluasi kekuatan kombat]: bintang 2


“Um... apa ini data Lv. 2?”


Feliks tercengang. Indeks keempat atributnya bahkan tidak sebagus dirinya yang masih Lv.1. Kelihatannya, kalaupun dirinya tidak naik level, dia juga lebih kuat dari yang juara 2.”


Dengan kekuatan kombat Adam Caleb, ditambah dengan talentanya, kekuatan komprehensifnya hampir tidak mencapai ambang bintang 3. Kekuatan seperti ini, jika membiarkannya 1 vs 1 dengan binatang buas, maka kemungkinan untuk menang juga akan jauh lebih kecil dari kalah atau paling hebat kemungkinan menangnya 50%.


Sedangkan, kekuatan kombat Feliks yang sudah mencapai batas tertinggi bintang 2. Dengan banyak tambahan talenta, kekuatan keseluruhannya sudah sebanding dengan bintang 4 atau bahkan batas tertinggi bintang 4. Artinya, dia dapat mengalahkan 3-4 Adam Caleb dengan mudah. Apalagi, kini dia hanyalah bintang 1, lebih rendah satu level dari Adam Caleb.

__ADS_1


Berpikir sampai di sini, Feliks merasa senang.


__ADS_2