Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
125


__ADS_3

"Aku sudah siap!"


"Jackson, tolong cepat sedikit!"


Ronde perebutan berikutnya pun dimulai dengan cepat.


Feliks pun tercengang. Dia tidak menyangka batu VIT bisa begitu laris. Apalagi, di saluran perdagangan yang tiada harga pasti.


Kalau dipikir-pikir, menyerap 1 batu VIT bisa mendapatkan 100 poin VIT, tanpa harus membunuh monster. Bagi orang-orang yang kekuatan kombatnya tidak kuat, batu VIT ini memang penyelamat mereka sehingga bisa naik level dengan cepat.


Kini, semua penduduk Desa Asal Garuda juga sedang berjuang untuk menghadapi kedatangan Penghukum Tertinggi.


Desa lainnya yang di region 1, malah masih harus berjuang untuk tetap hidup dalam evaluasi pemula ini. Jika gagal menghadapi serangan Penghukum Tertinggi, paling hanya akan kekurangan 100 poin atribut dan menjadi pengungsi. Namun, jika gagal dalam evaluasi pemula, mereka akan langsung disingkirkan oleh sistem tertinggi. Oleh karena itulah, mereka harus berjuang agar bisa bertahan hidup.


Begitu mengetahui kegunaan Batu VIT, orang-orang dari desa lain pun menggila. Apalagi, hanya perlu ditukar dengan pisau pemula yang merupakan sumber daya dasar setiap desa.


Barang yang setiap orang memiliki 1, tentu saja tidak sulit untuk dikoleksi.


Selain itu, pemula-pemula yang satu desa dengan seperti Rami Miyamoto, Amir, Edward dimana telah mengalami kerusakan parah dan kehilangan banyak pemula, tentu saja akan memiliki banyak pisau pemula tanpa pemilik, sehingga dapat dikumpulkan untuk menukar batu VIT.


Kondisi desa lain juga tidak lebih baik, ada yang telah kehilangan 400-500 penduduk, ada juga yang hanya kehilangan 200-300 penduduk. Peninggalan penduduk-penduduk itu tentunya adalah pisau pemula.


Sedangkan itu, setiap region memiliki seribuan esa, jika dihitung dengan cermat, kini paling tidak ada ratusan ribu pisau pemula yang mengalir di pasar.


Pantas saja, permintaan batu VIT menjadi begitu tinggi.


Kini ada terlalu banyak orang yang memiliki pisau pemula, tapi yang menjual Batu VIT hanyalah Johan dan Jackson.


"Eh, kenapa Johan dan Jackson mau membeli begitu banyak pisau pemula?"

__ADS_1


Feliks sedikit penasaran. Lalu, dia pun memutuskan untuk menelusurinya. Namun, sebelum ini, dia masih harus menyelesaikan sesuatu.


Feliks segera memasuki saluran regional dan mengeluarkan 2 pengumuman.


Pengumuman pribadi: Sebuah peti harta karun perunggu ditukar dengan sebuah kartu sintesis peti harta karun (Lv. 2), selain itu ada juga item Lv. 3 yang hendak dijual, jika niat membeli, silakan hubungi aku untuk bertransaksi. Penerbit: Feliks Jyan (Desa Asal Garuda).


Pengumuman pribadi: Tiga buah Batu VIT ditukar dengan sebuah kartu sintesis peti harta karun (Lv. 2). Jika niat membeli, silakan hubungi aku untuk bertransaksi. Penerbit: Feliks Jyan (Desa Asal Garuda).


Bom~!


Begitu berita ini keluar, seluruh ruang obrolan regional pun meledak.


"Pemula terkuat region kita, Feliks Jyan, sudah muncul!"


"Wah! Dia menjual item Lv. 3! Aku bahkan tidak pernah melihat item Lv. 2 dan dia malah sudah mau menjual yang Lv. 3!"


"Selain itu, batu VIT bisa ditukar dengan kartu sintesis! Huhu~! Coba aku punya kartu sintesis! Aku sangat menginginkan Batu VIT-nya!"


"Binatang buas di desa kita benar-benar terlalu sedikit. Ini sudah setengah hari juga belum bertemu seekor pun. Saat bertemu satu, aku malah tidak sanggup melawannya. Bagaimana aku bisa level dengan kondisi seperti ini? Bagaimana aku bisa lolos evaluasi pemula?"


"Ya! Ini sudah hari ketiga evaluasi pemula dan aku baru mencapai Lv. 3! Kalau begini terus, aku akan mati!"


"Huhu! Dengan sumber daya desa kami saat dan kekuatanku, aku paling banyak hanya bisa naik sampai Lv. 7!"


"Haih! Aku benar-benar iri dengan Desa Asal Garuda! Sumber daya mereka selain lebih banyak, juga memiliki Batu VIT."


"Kudengar desa mereka bahkan tidak perlu membunuh binatang buas, hanya menebang pohon dan menambang batu saja bisa naik level juga."


"Inilah keuntungan membangun desa snediri!"

__ADS_1


"Iri! Aku benar-benar iri!"


"Aku juga ingin bergabung dengan Desa Asal Garuda!"


"Oh! Bukankah Tuan Feliks itu kepala desa dari Desa Asal Garuda! Kita mohon dia menerima kita jadi penduduknya saja!"


"Benar juga! Kak Feliks, sama-sama sebagai warga negara di Benua Asia, mohon terima aku menjadi penduduk desamu! Aku akan setia padamu!"


"Oh! Tuan Feliks, apa kamu memerlukan orang barat sebagai pelayanmu? Aku bersedia bekerja untukmu!"


"Atas nama Yang Maha Kuasa! Tuan Feliks, terimalah saya!"


"Oh! Feliks yang luar biasa, kamulah idola ku, terimalah aku menjadi penduduk desamu!"


"Feliks..."


Kini seluruh ruang obrolan region menjadi sangat heboh.


Demi bertahan hidup, orang-orang itu terus memohon agar bisa bergabung ke Desa Asal Garuda. Mereka juga tidak peduli bisakah ini dipenuhi. Demi hidup, mereka rela menginjak harga dirinya dan berjuang dengan sekuat tenaga.


Bahkan orang-orang yang sebelumnya pernah menertawakan negara Indonesia, juga memohon untuk bergabung dengan sangat tidak tahu malu.


Feliks juga malas meladeni mereka. Setelah menerbitkan pengumuman, dia pun keluar dari ruang obrolan regional.


Kemudian, dia memasuki peti harta karun perunggu dan 5 item Lv. 3 miliknya ke saluran perdagangan. Selain itu, dia juga telah menukar puluhan batu VIT dan meletakkannya ke saluran perdagangan agar bisa mendapatkan kartu sintesis.


Setelah melakukan semua itu, Feliks memasuki saluran pertukaran sumber daya untuk menemukan pisau pemula. Begitu memeriksanya, dia pun tercengang, lalu tersenyum dengan gembira pada detik berikutnya.


Akhirnya Feliks mengerti, kenapa Johan dan Jackson terus mencari pisau pemula dengan jumlah besar.

__ADS_1


Dua orang ini benar-benar pintar!


__ADS_2