
Mata Feliks pun berbinar-binar dengan gembira.
Peti harta karun emas ini salah satu barang yang paling dia inginkan sekarang! Karena dirinya telah memiliki 3 kartu sintesis!
Tentu saja, Turgenev yang rela menggunakan peti harta karun untuk bertransaksi, pasti menginginkan sesuatu yang berharga.
"Apa yang kamu inginkan, Turgenev?"
Feliks bertanya dengan santai.
Orang-orang juga sangat penasaran.
Apa yang Turgenev inginkan? Bisa-bisanya dia mengeluarkan peti harta karun emas untuk bertransaksi.
Turgenev: "Tuan Feliks, aku lihat kamu telah menjual beberapa item Lv. 3 dan salah satunya ada Kapak Raksasa Lv. 3 yang sangat cocok untukku."
Feliks tertegun: "Masa kamu hanya ingin menukar peti harta karun emas dengan Kapak Raksasaku?"
Turgenev: "Tidak! Itu masih tidak cukup. Aku masih menginginkan sebuah informasi tentang lokasi 'Desa Hilang', serta segel gelap untuk memasukinya."
Begitu dia selesai berkata, semua orang akhirnya mengerti dan berseru.
"Oh! Turgenev, kamu ini benar-benar pintar!"
"Ya! Jika Turgenev bisa membangun desa untuk desa no. 44, maka keuntungan yang didapatkan akan sangat besar."
"Iri! Aku sangat iri! Lihat apa yang dimiliki Desa Asal Garuda, apalagi, ada batu VIT yang begitu menggiurkan. Ini sungguh seru!"
"Coba aku juga penduduk Desa Asal Garuda!"
"Haih! Kalaupun kita bukan penduduknya, asalkan desa kami bisa dibangun, itu juga akan sangat bagus! Sayangnya, desa kami tidak mampu."
"Jika ingin membangun desa, maka harus ada pemula yang sudah mencapai Lv. 10. Asalkan salah satunya bisa naik ke Lv. 10, maka akan bisa mengaktifkan misi spesial."
"Kini selain iri dengan Desa Asal Garuda, aku juga iri dengan desa no. 44. Mereka memiliki Tuan Turgenev yang mulia dan sebentar lagi akan mendirikan desa sendiri."
Kini semua orang menunjukkan keiriannya.
__ADS_1
Mereka benar-benar sangat iri dengan desa yang telah didirikan, karena hadiah yang bisa didapatkan benar-benar terlalu banyak. Sebenarnya, Turgenev juga menyadari poin ini dan sangat tidak sabar untuk membangun desa setelah dirinya mencapai Lv. 10.
Namun, kini dia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Desa Hilang dan tidak tahu bagaimana cara mendapatkan 'Segel Gelap'. Karena itulah, dia hanya bisa meminta bantuan Feliks.
Demi mendapatkan informasi ini, dia rela bertransaksi dengan peti harta karun emasnya.
Turgenev: "Tuan Feliks, bagaimana?"
Turgenev sangat cemas dan takut Feliks tidak ingin menerima permintaannya.
Semua penduduk Desa No. 44 juga sangat khawatir. Mereka sangat berharap transaksi antara Feliks dan Turgenev bisa berjalan dengan lancar. Mereka juga berharap Desa No. 44 bisa seperti Desa Asal Garuda, yaitu membangun desa sendiri.
Kini, Feliks sungguh sangat senang.
Haha! Hanya dengan Kapak Lv. 3, ditambah sebuah segel gelap dan informasi lokasi 'Desa Hilang', sudah bisa mendapatkan sebuah peti harta karun emas! Transaksi ini sangat menguntungkan!
Feliks sebenarnya masih memiliki beberapa fragmen segel gelap dan sudah mensintesisnya menjadi sebuah Tanda Kegelapan. Hanya saja, barang itu sudah tidak berguna lagi dengannya, dan bisa diibaratkan sampah. Pas sekali hari ini bisa menggunakannya untuk ditukar sebuah peti harta karun.
Sedangkan informasi lokasi 'Desa Hilang', itu lebih tidak berharga lagi.
Turgenev sangat gembira: "Baguslah! Tuan Feliks, kamu adalah teman abadi kami, Negara Beruang Utara. Aku akan mengingat kebaikanmu selamanya!"
Feliks Jyan: "Ayo masuk saluran perdagangan!"
Turgenev: "Oke!"
Lalu, kedua orang pun memasuki saluran perdagangan dan menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik.
Feliks sangat senang.
Bisa-bisanya aku mendapatkan peti harta karun emas dengan begitu mudah. Kini aku sudah memiliki 4 peti harta karun emas dan hanya tambah satu lagi, aku akan bisa mensintesisnya menjadi peti harta karun platinum.
Oh, peti harta karun platinum! 100% bisa dapat item Lv. 5!
Hanya memikirkannya saja, aku sudah sangat puas!
Turgenev juga sangat puas dengan barang yang didapatkannya.
__ADS_1
Kedua pihak mencapai kesepakatan dengan senang.
Begitu transaksi berakhir, Turgenev segera mengumumkan dia telah mendapatkan informasi.
Seluruh penduduk desa No. 44 bersorak dalam seketika.
Orang-orang dari desa lain menjadi semakin iri.
Ruang obrolan pun tenang kembali setelah beberapa saat.
Feliks mengirimkan sebuah pesan lagi.
Feliks Jyan: "Semuanya, mulai sekarang aku menerima peti harta karun perak dan emas. Yang memiliki peti harta karun bisa mencariku. Tentu saja, jika memiliki peti harta karun perak, maka kamu bisa menukarkannya dengan sebuah item Lv. 3 dan hanya perlu menukarkannya di saluran perdagangan."
Lalu, muncul seseorang yang terus melompat.
Namanya, Hoki, berasal dari Vietnam dan merupakan pemula yang sudah mencapai Lv. 9.
Hoki: "Kak Feliks, aku ingin bertransaksi denganmu. Aku sangat suka dengan parangmu yang Lv. 3."
Feliks Jyan: "Kamu memiliki peti harta karun?"
Hoki: "Aku tidak punya."
Feliks Jyan: "Lalu, apa yang bisa kamu tukarkan?"
Hoki: "Aku ingin menukarnya dengan 3 item Lv. 2."
Begitu kata-kata ini keluar, semua orang tercengang.
Jackson paling emosi: "Hoki, kau bercanda, 'kan?! Tukar emas dengan sampah? Mimpi saja kau! Kau kira Kak Feliks kami pemulung?"
Feliks mengernyit: "Aku tidak perlu item Lv. 2."
Hoki: "Tuan Feliks, kamu dengarkan aku dulu. 3 buah item Lv. 2 ini sangat spesial. Mereka adalah barang yang kudapatkan di sebuah tempat yang sangat lembab saat menyelesaikan misi spesial."
Hoki: "Mereka harusnya adalah item Lv. 3, hanya saja telah lama terkena kelembapan, dan permukaannya menjadi berkarat, sehingga kualitasnya turun ke Lv. 2. Meski begitu, atribut mereka tetap termasuk terkemuka di antara item Lv. 2."
__ADS_1