
Saat Feliks masih dalam perjalanan menuju Gunung Api Neraka, ruang obrolan Desa Asal Garuda sudah heboh total. Semua oang merayakan kenaikan level Deon dan Johan dengan sangat gembira.
"Haha! Baguslah! Sungguh bagus! Kak Deon dan Johan naik ke Lv. 10 pada waktu yang hampir sama."
"Ya! Desa Asal Garuda kita sudah semakin dekat dengan target naik level."
"Aku sangat menantikannya! Menantikan Desa Asal Garuda kita naik level! Tidak tahu juga hadiah apa yang akan didapatkan hari ini."
"Haha! Adik yang di atas, sementara masih harus menunggu 7 orang lagi mencapai Lv. 10, baru bisa naik level!"
"Ya! Begitu dipikir, aku langsung panik! Adam, Sani, Yoga dan yang lainnya, kalian yang semangat, ya!"
"Ya! Kalian harus lebih semangat, nih! Seluruh penduduk desa menantikan kenaikan level kalian!"
Adam Caleb: "Semuanya! Aku benar-benar lelah, tapi jarak aku mencapai Lv. 10 masih butuh 61 buah batu VIT. Aku benar-benar tidak bisa maju dalam seketika!"
Sani Louis: "Aneh! Johan dari dulu selalu biasa saja, kenapa kali ini bisa menjadi begitu hebat? Dia bahkan hampir bisa melampaui Deon dan meraih peringkat ke-3."
Adam Caleb: "Ya! Aku juga merasa sangat aneh! Aku tanya dia, dia juga tidak jawab."
Begitu selesai berkata, Johan pun muncul.
Johan Rahmadi: "Haha! Asyik! Asyik! Aku mendapatkan 3 peti harta karun perunggu. Setelah membukanya, aku dapat 2 item Lv. 2 dan 1 kartu sintesis peti harta karun."
Adam Caleb: "Gila~! Johan, akhirnya kau muncul juga."
Yoga Setiawan: "Johan, Kak Feliks selalu menerima kartu sintesis, kamu bisa menukarnya dengan Kak Feliks."
__ADS_1
Johan Rahmadi: "Tentu saja! Aku akan bertransaksi dengan Kak Feliks nanti!"
Sani Louis: "Johan, kok kamu bisa naik level dengan begitu cepat?"
Johan Rahmadi: "Haha! Aku akan kasih tahu kalian rahasianya sekarang."
Saat ini jugalah, Deon muncul.
Deon Daniela: "Aku juga ingin memberitahu kalian rahasia ini."
"Wah! Kak Deon juga tahu, ya!"
"Kedua kakak! Ayo beri tahu! Kami sangat penasaran, nih!"
"Ya! Hanya dengan mengetahui rahasia ini, Desa Asal Garuda kita baru bisa naik level dengan lebih cepat."
Lalu, Johan Rahmadi pun menjelaskan seluruh cara operasi bisnis ini.
Semua orang bersorak dengan senang setelah mengetahui rahasia itu.
"Haha! Aku sudah mengerti! Akhirnya aku mengerti aturan mainnya!"
"Johan! Kamu ini memang cerdas! Bisa-bisanya kamu mendapat ide pisau pemula!"
"Gila~! Setiap orang 'kan memiliki satu pisau pemula, pasar yang begitu besar, kenapa aku tidak bisa kepikiran!"
"Haha! Asyik! Tunggu! Semuanya, aku ada satu ide, coba kalian dengarkan."
__ADS_1
"Ide apa? Kak Deon, cepat katakan!"
Deon Daniela: "Semuanya, kini misi utama Desa Asal Garuda kita adalah naik ke Lv. 1, dan untuk mencapai persyaratan itu kita masih kurang 7 pemula Lv. 10."
Deon Daniela: "Jadi, saranku biarkan Adam, Sani, Yoga dan lainnya yang berada di peringkat 10 besar untuk lebih dulu membeli pisau pemula di saluran ruang obrolan dan yang lain jangan terburu-buru memulai bisnis ini."
Deon Daniela: "Bagaimanapun, jika terlalu banyak yang memulai bisnis, maka kecepatan mendapatkan batu VIT juga akan melambat dan mempengaruhi kecepatan mereka naik level."
"Benar kata Kak Deon! Biarkan Kak Adam mereka naik level, kita tahan dulu dan jangan terburu-buru untuk membelinya."
"Benar! Tujuan utama kita adalah upgrade desa. Semuanya jangan rebut bisnis kak Adam mereka dulu."
"Haha! Setuju! Aku setuju!"
"Aku juga setuju!"
Kini semua orang bersorak dengan sepakat. Kekompakan Desa Asal Garuda tampak jelas dalam kejadian ini.
Demi tujuan yang sama, semuanya rela menyampingkan keuntungan pribadi.
Adam mereka juga sangat terharu.
Adam Caleb: "Teman-teman, terima kasih atas dukungannya. Aku jamin asalkan bisa naik ke Lv. 10, maka aku akan segera keluar dari saluran perdagangan dan menyisakannya untuk kalian."
Sani Louis: "Aku juga bermaksud seperti itu!"
Yoga Setiawan: "Ide bagus! Aku setuju!"
__ADS_1