
"Benar katamu!"
"Haha! Semuanya, bagaimana kalau kita adakan kompetisi pondok pemula! Lihat siapa lebih dulu naik level!"
"Tema ini bagus!"
"Bukan aku membual! Dengan efisiensiku, hanya setengah hari saja, aku sudah bisa meningkatkan level pondok!"
"Cuih! Membual saja kamu, bung! Setengah hari bisa meningkatkan pondok? Ketiga material itu bukanlah barang yang gampang ditemukan. Normalnya, satu hari baru bisa!"
"Benar! aku juga merasa lebih kurang sehari. Jangan lihat material ini tidak banyak, tapi yang sebenarnya dapat digunakan perlu dicari satu per satu. Contohnya kayu, bukan kayu dari pohon apa pun bisa mencapai standar material Lv. 0!"
"Masuk akal! Oh, iya, kalau kita mengdakan kompetisi, aku yakin Kak Feliks pasti juara pertama!"
"Haha! Tentu saja! Dengan kemampuan Kak Feliks, maksimal setengah hari. Eh, tidak! Maksimal 3 jam saja dia sudah bisa meningkatkan level pondok."
"Hehe! Aku juga merasa seperti itu!"
Tanpa di sadari semua orang sangat yakin dengan kemampuan Feliks, seolah-olah itu dia ini mahakuasa. Lalu, tepat setelah kata-kata ini keluar, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi.
[Pengumuman Desa Asal Garuda: Kepala Desa, Feliks Jyan, telah meningkatkan pondok menjadi Lv. 1 dan mendapatkan hadiah 50 poin atribut sebagai berkah dari sistem tertinggi.]
Bom~!
Begitu mendengar ini, seluruh orang tercengang.
Pada saat ini juga, sebuah pondok pemula di tengah desa memancarkan cahaya yang silau.
Jgeeer~!
Bersama gema yang menggelegar, pondok kayu itu membesar di hadapan para penonton. Dalam seketika, itu menjadi lebih besar, lebih tinggi, dan lebih mewah dibanding pondok-pondok di sampingnya. Dinding kayu yang kokoh dan rata serta fondasi batu yang rapi terlihat jauh lebih berkelas daripada pondok lainnya. Itulah pondoknya Feliks!
Melihat ini, semua orang berseru dengan kaget.
"Wah! Itu harusnya pondok Kak Feliks!"
"Ternyata itu tempat tinggal Kak Feliks!"
"Wah! Pondok ini terlihat sangat berkelas! Jauh lebih keren daripada punya kita!"
"Omong kosong! Itu Pondok Lv. 1, dan kita hanya Lv. 0!"
"Ya! Rasanya sungguh iri!"
Kini semua orang tampak sangat iri.
"Ckck! Cepat sekali Kak Feliks meningkatkan level pondoknya!"
"Ya! Dia benar-benar manusia dewa!"
"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana dia bisa melakukan ini!"
"Aku jadi merasa bersalah! Kak Feliks sudah begitu hebat saja, masih begitu berusaha. Kita malah asyik makan dan minum di sini!"
"Haih! Begitu mendengar kata-katamu, aku jadi merasa canggung."
"Tidak! Aku juga harus berusaha! Aku harus mengikuti Idolaku, Kak Feliks. Aku mau meningkatkan level pondokku tanpa beristirahat!"
"Benar! Setelah meningkatkan level pondok, kecepatan pemulihan fisik dan energi kita juga akan lebih cepat. Ini akan sangat menghemat waktu untuk kita sendiri juga!"
"Huhu! Mendengar omongan kalian, aku jadi sangat menyesal telah menghabiskan begitu banyak waktu!"
Saat semua orang mengobrolkannya, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi lagi.
[Pengumuman Desa Asal Garuda: Kepala Desa, Feliks Jyan, telah mengaktifkan 'Saluran Pertukaran', sistem pertukaran poin kontribusi Desa Asal Garuda diluncurkan secara resmi!]
"Eh! Ada fungsi baru lagi!"
__ADS_1
“Ayo pergi lihat!"
Semua orang berpindah ke saluran pertukaran dengan penasaan.
Begitu memasukinya, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi lagi.
[Pengingat: Kepala Desa, Feliks Jyan, telah mengkontribusikan 5 unit sumber daya kayu kepada Desa Asal Garuda dan mendapatkan 5 poin kontribusi.]
[Pengingat: Kepala Desa, Feliks Jyan, telah mengkontribusikan 3 unit sumber daya batu kepada Desa Asal Garuda
dan mendapatkan 3 poin kontribusi.]
"Eh! Kak Feliks telah menyumbangkan material!"
"Poin kontribusi itu apa?"
"Cepat lihat! Di dalam gudang sumber daya desa muncul stok kayu dan batu."
”Itu sumbangan dari Kak Feliks!"
"Eh! Di atasnya ada harga, loh! Menukar 1 unit kayu membutuhkan 1 poin kontribusi."
"Menukar 1 unit batu juga butuh 1 poin kontribusi!"
"Haha! Aku mengerti! Sistem pertukaran ini mau semuanya menyumbangkan berbagai material kepada desa untuk mendapatkan poin kontribusi. Tiba saat itu, kita tinggal menggunakan poin kontribusi kita untuk menukar material yang kita butuhkan."
"Wah! Cara ini keren sekali! Dengan begini, sumber daya kita semua jadi bisa saling berbagi."
"Ya! Kalau begitu, kita bisa bagi menjadi 3 tim. 1 tim cari kayu, 1 tim cari batu, dan 1 tim cari bulu binatang. Kemudian, semuanya tinggal mengumpulkan material yang dibutuhkan melalui saluran pertukaran."
"Benar! Metode ini mengutamakan kerja keras. Siapa lebih banyak bekerja, siapalah yang mendapatkan lebih banyak poin kontribusi. Secara otomatis, pemalas yang hanya ingin menunggu hasil orang lain pun akan kehilangan kesempatan untuk mencomot kerja keras orang lain!"
"Haha! Benar sekali! Aku sangat suka dengan metode ini!"
"Semuanya, coba lihat penjelasan di kanan bawah. Itu tertulis semua sumber daya bisa disumbangkan! Mayat binatang buas, bulu, bunga roh, rumput roh, dll. Itu semua bia disumbangkan, loh!"
"Tidak tahu juga, nih!"
Begitu selesai berbicara, langsung ada salah satu penduduk yang mencobanya.
[Pengingat: Penduduk Desa, Johan Rahmadi, telah mengkontribusikan 50 kg daging panggang segar kepada Desa Asal Garuda dan menadapatkan 1 poin kontribusi!]
Semua orang tercengang!
"Gila~! Johan, kamu terlalu licik! Bisa-bisanya kamu menyumbangkan semua daging panggang yang mau kita makan."
Johan Rahmadi tertawa keras: "Haha! Aku hanya membuat percobaan. Tak disangka, berhasil. Satu poin kontribusi, loh! Luar biasa!"
Adam Caleb mencibir: "Astaga! Semua orang rugi gara-gara kamu, tentu saja kamu senang! Aku bahkan belum kenyang, loh!"
"Huhu! Aku juga belum kenyang! Bagaimana cara mengeluarkan daging panggang itu?"
Johan Rahmadi tersenyum: "Ini harus dikeluarkan dengan mengonsumsi poin atribut!"
"Haih! Kelihatannya poin kontribusi itu sangat penting! Oh, iya, di sini masih ada beberapa kilo daging panggang. Aku sumbangkan juga, deh!"
"Jangan! Aku belum kenyang!"
"Aku juga masih lapar! Lagi pula, daging panggang sedikit ini, bahkan tidak bisa mendapatkan 1 poin kontribusi."
Saat kebisingan di lapangan berlanjut, sistem tertinggi mengirim pengingat lagi
[Pengingat: Penduduk Desa, Sani Louis, telah mengkontribusikan rumput roh Lv. 2 kepada Desa Asal Garuda dan menadapatkan 10 poin kontribusi!]
[Pengingat: Sani Louis mengonsumsi 5 poin atribut untuk menukar 5 unit kayu.]
[Pengingat: Sani Louis mengonsumsi 3 poin atribut untuk menukar 5 unit batu.]
__ADS_1
Begitu mendengar ini, semua orang terkejut.
Johan Rahmadi langsung sibuk: "Waduh! Aku telat! Kak Sani benar-bear cepat! Kamu bahkan tidak menyisakan sedikit untukku!"
Sani Louis tertawa dengan bangga: "Haha! Kini kayu dan batu itu sumber daya yang paling sulit ditemukan! Semakin cepat meningkatkan level pondok semakin baik, bagaimana bisa aku melewatkannya!"
Johan Rahmadi: "Haih! Kamu memang cepat!"
Kini semua orang pun mulai membicarakannya.
"Kelihatannya kita harus siapkan beberapa poin kontribusi, jadi saat ada sumber daya di gudang, kita bisa menukarnya secara langsung!"
"Ya! Tapi aku ini miskin sekali, apa yang bisa kugunakan untuk mendapat poin kontribusi?"
"Ayolah! Kita pergi cari mayat binatang buas!"
"Sialan! Aku tidak akan tidur malam ini dan akan segera pergi tebang pohon untuk mendapatkan kayu!"
"Eh! Aku masih ada satu rumput roh, pas untuk dikontribusikan."
"Hehe! Aku juga ada!"
[Pengingat: Penduduk Desa, Yen Lalisa, telah mengkontribusikan rumput roh Lv. 1 kepada Desa Asal Garuda dan menadapatkan 3 poin kontribusi!]
[Pengingat: Penduduk Desa, Bobby Jaka, telah mengkontribusikan rumput roh Lv. 1 kepada Desa Asal Garuda dan mendapatkan 3 poin kontribusi!]
Dalam seketika, pengingat dari sistem tertinggi terus berbunyi. Hanya sebentar saja, sudah ada belasan orang yang menyumbangkan berbagai jenis rumput roh dan mendapatkan poin kontribusi.
Semua orang merasa sangat iri. Lalu, pada saat ini juga, sistem tertinggi mengirimkan pengingat lagi.
[Pengingat: Kepala Desa, Feliks Jyan, telah mengkontribusikan 31 pisau baja Lv. 1 kepada Desa Asal Garuda dan mendapatkan 135 poin kontribusi.]
Begitu mendengar ini, semua orang tercengang.
"Astaga! Kak Feliks telah menyumbangkan begitu banyak pisau baja Lv. 1!"
"Harganya sudah muncul! Pisau baja Lv. 1 bisa ditukar hanya dengan 5 poin kontribusi!"
"Ini benar-benar keren! Aku dari dulu selalu ingin menukar pisau baja Kak Feliks, tapi selalu tidak menemukan binatang buas Lv. 9 yang dia mau. Baguslah kalau begini. Aku akan segera pergi menggali tambang dan mengumpulkan 5 poin kontribusi, jadi aku akan bisa mendapatkan pisau baja yang selalu kudambakan!"
"Haha! Sama! Aku juga akan pergi memotong beberapa kayu."
Pada saat ini juga, sistem tertinggi mengirimkan notifikasi lagi.
[Pengumuman Desa Asal Garuda: Poin kontribusi desa ini telah mencapai 200 poin. Sumber daya tingkat dasar sistem tertinggi telah dibuka.]
Setelah itu, di dalam saluran pertukaran muncul sebuah opsi [Sumber Daya Sistem Tertinggi].
Orang-orang juga terkejut dan segera memeriksanya. Setelah masuk antarmuka tersebut, mereka melihat belasan item kebutuhan sehari-hari, seperti kain, minyak, garam, saus, cuka, ember, panci, mangkuk, wajan, bahkan juga ada rokok dan alkohol. Ini semua dapat ditukarkan dengan poin kontribusi.
Dengan adanya sumber daya kebutuhan sehari-hari, lingkungan kehidupan orang-orang juga akan menjadi lebih baik. Intinya, barang-barang ini sangat berguna. Harganya juga sangat murah. Contohnya, 1 poin kontribusi saja bisa menukar 1 rokok. Selain itu ada lagi dua jenis sumber daya yang lebih istimewa.
[Cangkul tambang: Item Lv. 1, item khusus untuk penggalian batu dan pertambangan.]
[Harga tukar: 3 poin kontribusi.]
[Batu VIT (tingkat dasar): Setelah menyerapnya, akan bisa mendapatkan 100 poin VIT.]
[Harga tukar: 10 poin kontribusi.]
Begitu melihat batu VIT, semua orang bersorak dengan riang.
"Batu VIT! Bisa-bisanya ada batu VIT! Serap VIT darinya akan bisa menambah 100 poin VIT. Dengan begini, kita tidak perlu meningkatkan level dengan membunuh binatang buas lagi!"
"Ya! Kedepannya aku tidak perlu membunuh binatang buas lagi, cukup menggali pertambangan untuk mendapat poin pertambangan, lalu menukarkannya dengan batu VIT untuk naik level!"
"Huhu! Aku senang sekali! Talenta Level F, peningkatan pendengaranku sama sekali tidak bisa dimanfaatkan dalam pertarungan. Dengan adanya batu VIT, aku akan bisa hidup dengan pekerjaan memenuhi kebutuhan sehari-hari!"
__ADS_1
"Aku juga! Aku mau menjadi tukang tambang!"