
Tindakan Deon membeli pisau pemula, tentu saja diketahui oleh Johan. Dia pun menjadi panik. Jalan pintas untuk mendapatkan Batu VIT sudah ketahuan 1 orang lagi. Apalagi, ini Deon Daniela, saingan peringkat ke-2 dirinya.
Johan pun segera mempercepat pembeliannya.
Persaingan antara kedua orang dimulai.
Pada saat yang sama, Adam Caleb, Sani Louis, Yoga Setiawan dan yang lainnya masih berusaha keras membunuh binatang buas untuk naik level. Kini Desa Asal Garuda hanya perlu memenuhi syarat memiliki 10 pemula yang mencapai Lv. 10, maka akan bisa naik level. Mereka yang berada di peringkat 10 besar merupakan harapan seluruh desa.
Beban ini sangat besar dan mereka tentu saja harus lebih berusaha.
Dengan begitu, Deon dan yang lainnya saling bersaing untuk meraih peringkat 10 besar...
Di sisi lain, di suatu sudut bintang biru.
Desa-desa yang telah berpartisipasi dalam kompetisi juga sedang berjuang keras untuk meraih peringkat 10 besar dengan cara apa pun.
Kini di Desa Wogamzam region no. 331.
Seorang pendeta Tao sedang melihat penduduk desa yang di hadapannya di dalam sebuah pondok pemula. Pakaian pendeta ini tampak buruk dan kotor, namun tatapannya malah terlihat sangat jahil. Dialah Kepala Desa Wogamzam - Shiroko. Sedangkan penduduk desa yang berdiri di hadapannya, adalah seorang pemuda yang mengenakan seragam sekolah. Namanya, Cloud William. Sebelum datang ke dunia pembunuhan, dia adalah seorang siswa SMA.
Bruk~!
Cloud berlutut kepada Shiroko.
"Kepala Desa... tidak, Pendeta! Mohon terimalah aku sebagai muridmu!", Cloud memohon.
Shiroko mengernyit: "Cloud, syarat aku menerima murid, yang pertama lihat talenta dan kedua lihat jodoh Tao. Kamu kurang bertalenta, jadi tidak cocok untuk menjadi muridku."
__ADS_1
Cloud panik: "Pendeta, aku memang kurang bertalenta, tapi aku sangat berjodoh dengan Tao!"
Ternyata setelah Shiroko menerima murid, dia akan melakukan pencerahan terhadap muridnya, sehingga kekuatan mereka bisa meroket. Karena ini juga, Desa Wogamzam telah memiliki 7-8 pemula yang sangat hebat dan semuanya sudah hampir menembus Lv. 10. Ini juga merupakan alasan utama Desa Wogamzam bisa menduduki peringkat 3 besar.
Setelah kabar ini tersebar, para penduduk desa pun iri dan semua datang untuk memohon agar Shiroko dapat menerima mereka menjadi murid dan memberikan pencerahan.
Tentu saja Shiroko bukan orang yang akan menerima setiap murid. Dia hanya akan menerima pemula yang talentanya mencapai standar tertentu. Sedangkan orang yang mempelajari Tao, jumlahnya hanya ada 1 dari 100, seluruh desa juga tidak lebih dari 10. Cloud ini termasuk cukup bertalenta, tapi masih sedikit kekurangan, jadi Shiroko tidak ingin menerimanya.
"Pendeta, aku benar-benar sangat berjodoh dengan Tao!", Cloud memohon lagi.
"Maksudmu?", tanya Shiroko.
"Haih~! Jadi, begini..."
Shiroko menunjukkan ekspresi sedang mengingat kembali sesuatu.
“Itu adalah malam yang tenang. Ketika melewati suatu tempat terpencil, aku melihat sebuah kuburan. Saat itu, hatiku sangat takut, jadi aku ingin segera pergi."
"Tak disangka, begitu dipindai, benaran berhasil. Aku langsung bisa melihat riwayat hidup pemilik kuburan itu. Siapa yang telah dia cintai, benci, merasa bersalah, menyesal, itu semua tercatat dengan lengkap."
"Lalu, saat aku terharu, hal yang mengerikan terjadi. Muncul sebuah jendela yang menunjukkan 'Pemilik Kuburan telah menambahkanmu sebagai teman'!"
Shiroko: "..."
"Yang lebih menakutkan lagi, pada saat itu muncul sebuah suara musik yang mengatakan: Ikutlah aku!"
Shiroko: "..."
__ADS_1
"Lalu?"
Cloud tersenyum pahit: "Lalu, aku pingsan akibat terlalu ketakutan! Saat terbangun, aku sudah tiba di dunia pembunuhan ini. Awalnya, aku bahkan mengira tempat ini adalah Dunia Bawah!"
"Pendeta, kudengar kamu pintar mengusir hantu. Kamu lihat aku ini orang yang sangat mudah didekati hantu, dari poin ini saja, jelas terlihat, aku sangat berjodoh dengan ajaran Tao dan sangat cocok untuk mewarisi pengetahuanmu tentang pengusiran hantu."
Shiroko tidak tahu mengatakan apa.
Beberapa saat kemudian, dia marah, tapi juga merasa lucu, dan akhirnya berkata: "Ya, sudah! Kamu jauh lebih pintar omong kosong dari padaku. Aku terima, deh!"
"Cloud memberi salam kepada Guru!"
Cloud sangat senang dan segera bersujud untuk mengucapkan terima kasih...
Waktu berlalu dengan cepat!
Hanya sebentar saja, sudah berlalu setengah jam.
Di Padang Rumput Lolo Desa Asal Garuda.
Feliks masih dalam perjalanan. Demi meraih peringkat 3 besar dalam Kompetisi Desa, Feliks benar-benar berpacu dengan waktu.
Omong-omong, persaingan peringkat 3 besar ini, sebenarnya kompetisi ini selain bersaing dengan para desa, tapi juga berlomba dengan waktu. Berdasarkan aturan main kompetisi, hanya desa yang berhasil naik ke Lv. 3 dalam masa evaluasi pemula, baru akan dihitung nilainya. Jika tidak, meraih peringkat pertama, juga tidak ada gunanya.
Kini, evaluasi pemula akan segera berakhir dalam waktu 4 setengah hari dan Desa Asal Garuda masih berada di Lv. 0. Jarak ini jelas masih sangat jauh dengan Lv. 3.
Karena itulah Feliks sangat cemas!
__ADS_1
"Haih! Deon mereka kapan baru bisa naik ke Lv. 10, ya?"
Feliks sangat khawatir. Dia juga sadar, kecepatan seluruh penduduk desa harus ditingkatkan, karena jelas sekali untuk naik ke Lv. 2 dan Lv. 3, pasti akan ada persyaratan yang berhubungan dengan penduduk desa. Lalu, bagaimana caranya dia meningkatkan kecepatan penduduk desa naik level? Feliks memiliki sebuah itu, yaitu segera menyelesaikan misi membuka peta dan memasuki dunia luar.