
Gila~!
DEF Batu Raksasa Api ini kuat sekali! Bahkan badai es pun tidak bisa melukai mereka!
Feliks merasa gawat.
Kini pasukan besar Raksasa Batu Api sudah berjarak tidak lebih dari 10 meter darinya. Begitu pula, Raja Batu Api. Tingginya yang mencapai lebih dari 10 kaki sungguh menakutkan. Selain itu, kedua Raja Elf Magma juga terus meraung dengan penuh emosi karena Feliks telah membunuh ratusan ekor Elf Api mereka dalam waktu singkat. Mereka mau membakar manusia ini menjadi abu!
Detik berikutnya, mereka semua bergegas ke Feliks. Para Elf api juga menerima perintah dan menyerang ke arah Feliks dengan semakin berani.
Langit terbakar dalam seketika! Satu demi satu gelombang api datang untuk membunuh. Sedangkan Feliks, dia segera mengaktifkan badai es dengan kekuatan penuh.
Bom~! Bom~! Bom~!
Satu demi satu Elf Api meledak di tempat dan menghilang di udara...
Berhasil membunuh Elf Api Magma Lv. 16. Dapatkan +910 poin VIT.
Berhasil membunuh Elf Api Magma Lv. 16. Dapatkan +910 poin VIT.
Berhasil membunuh Elf Api Magma Lv. 16. Dapatkan +910 poin VIT.
Graaa~! Graaa~! Graaa~!
Kedua Raja Elf Magma sangat panik, mereka ingin ATK Feliks dalam kecepatan tertinggi sehingga bisa menghentikannya mengaktifkan badai es lagi! Mereka mau membakar manusia ini hingga mati!
Hanya dalam sekejap, kedua Raja Elf Magma hanya berjarak 30 meter dari Feliks. Sedangkan Raksasa batu Api, juga berjarak tidak lebih dari 10 meter dari Feliks.
Raksasa Batu Api yang menyerang lebih dulu telah mengayunkan tinjuannya ke Feliks.
Para musuh sudah di depan mata.
__ADS_1
Feliks mengernyit dan sangat panik.
Saat melontarkan badai es, dirinya harus membentuk mudra dengan satu tangan untuk mengomunikasikan elemen es dan air antara langit dan bumi. Dengan cara ini juga, dia akan tetap dalam keadaan tersegel untuk waktu yang lama dan tidak bisa bergerak. Begitu bergerak, badai es pun akan berhenti karena dialah titik elemen es dan air berkomunikasi.
Jgeer~! Jgeer~! Jgeer~!
Sedangkan saat ini, belasan Raksasa Batu Api telah tiba dan mengayunkan tinjuannya dengan agresif.
Wush~! Wush~! Wush~!
Angin tinjuan menderu!
Puluhan tinjuan datang secara bersamaan dan tampak sangat mematikan.
Para Raksasa juga tampak sedikit bangga. Asalkan mereka mau bekerja sama, bahkan manusia Lv. 18 pun bisa terbunuh dalam hitungan detik. Manusia Lv. 14 ini sudah pasti akan mati!
Namun, pada saat ini juga, seberkas cahaya melintas di dalam kegelapan!
Wush~!
Krek~! Krek~! Krek~!
Setiap tempat yang dikenai energi pisau terpotong seperti tofu. Pinggang Para Raksasa Batu Api pun terbagi menjadi dua.
Bom~! Bom~! Bom~!
Detik berikutnya, raksasa batu api itu bobrok dan berubah menjadi batu kerikil kecil. Satu demi satu cahaya VIT terbang keluar dari jasad Raksasa Batu Api dan memasuki tubuh Feliks...
Berhasil membunuh Raksasa Batu Api Lv. 17. Dapatkan +990 poin VIT.
Berhasil membunuh Raksasa Batu Api Lv. 17. Dapatkan +990 poin VIT.
__ADS_1
Berhasil membunuh Raksasa Batu Api Lv. 17. Dapatkan +990 poin VIT.
...
Feliks berhasil membunuh puluhan raksasa batu api dengan sekali tebasan. Ini mengejutkan musuh! Para Raksasa Batu Api dan Elf api tercengang di tempat.
Manusia ini kuat sekali!
Graaa~!
Raja Batu Api meraung dengan marah dan meningkatkan kecepatan dirinya ke arah Feliks.
Manusia sialan ini! Bisa-bisanya dia membunuh puluhan bawahanku dengan sekali tebasan! Aku mau menghancurkan dan mencincang-cincang manusia ini.
Graaa~! Graaa~!
Kedua Raja Elf Magma juga tidak pernah berhenti meraung. Mereka memerintah pasukan Elf Apinya untuk menyerbu lagi.
Dalam seketika, kedua pasukan besar itu menjadi semakin berani dan sama sekali tidak ada niat untuk mundur.
Feliks juga tidak berbelas kasih. Dia memegang mudra badai es dengan satu tangan dan satu tangannya terus berkibas di udara untuk menebas para Raksasa yang mendekatinya.
Pembunuhan tanpa akhir dimulai di medan perang yang gelap total.
Krek~! Krek~! Krek~
Satu demi satu raksasa batu api terbelah~
Bom~! Bom~! Bom~!
Satu demi satu Elf Api meledak.
__ADS_1
Puluhan Elf api dan puluhan Raksasa Batu Api terbunuh setiap detik. Cahaya putih yang tak terhitung jumlahnya terus melayang memasuki dalam tubuh Feliks.