
Pada saat yang sama, di dalam ruang obrolan 911, semua orang mulai bertindak.
Fairuz Gauhar: “Teman-teman! Duel ketiga akan segera dimulai! Bagaimana kita menghadapinya kali ini?”
Adam Caleb: “Minta Kak Feliks untuk maju!”
“Benar, cari Kak Feliks!”
“Kak Feliks! Cepatlah keluar!”
“Kakak Feliks, keluar, dong!”
“Kak Feliks, kami sedang menunggu perintahmu!”
Semua orang mencarinya dengan sangat bersemangat. Namun, setelah memanggilnya sangat lama, juga tidak ada yang menjawab.
Kini, Feliks sedang melakukan pembantaian di dalam kawanan gajah. Tentu saja dia tidak punya waktu untuk memeriksa ruang obrolan.
Lalu, pada saat ini juga, Deon Daniela membuka suara.
Deon Daniela: “Semuanya, jangan ganggu Kak Feliks lagi. Dia pasti ada urusan penting, jadi tidak sempat memeriksa ruang obrolan. Tapi dia pasti sudah mendengar pemberitahuan duel.”
Yoga Setiawan: “Benar! Kak Feliks pasti sudah tahu duel kali ini!”
Santo Antonio: “Meskipun begitu, tapi tanpa perintah Kak Feliks, apa yang harus kita lakukan? Tidak mungkin juga kita membiarkan Kak Feliks menghadapi semua ini sendirian? Kita harus berdedikasi juga, ‘kan?”
“Ini benar sekali! Kita tidak boleh membiarkan Kak Feliks berjuang sendirian! Kita semua harus berdedikasi semampunya!”
“Setuju! Apalagi, lawan duel kita kali ini adalah Desa Pemula No. 5. No. 5 itu orang Jepang, loh!”
“Gila~! Jepang! Aku paling benci!”
“Benar! Kalah dari siapa pun, tidak boleh kalah dari Jepang!”
“Mau membasmi kita orang Indonesia? Mati saja kau Jepang!”
Deon Daniela: “Semuanya, jangan bahas ini dulu. Karena Kak Feliks tidak ada waktu untuk berbicara, kita tetap ikuti perintah sebelumnya saja. Bunuh lebih banyak binatang buas Lv. 5 dan berikan dia lebih banyak mayat binatang buas Lv. 5.”
Yoga Setiawan: “Tanaman dan buah-buahan Lv. 1 juga! Itu semua barang yang kak Feliks butuhkan. Selama kita bisa terus memberikannya barang-barang ini, kita pasti telah membantunya!”
“Masuk akal!”
“Kak Yoga sangat benar!”
“Haha! Kalau begitu, ayo bertindak!”
“Bertindak, bertindak! Ayo semuanya bertindak!”
“Gila~! Aku menemukan buah Lv. 1, tapi ada binatang buas Lv. 2 sedang menjaganya. Aku tidak bisa melawannya!”
“Yang di atas! Cepat! Berikan titik koordinatmu! Aku pergi membantumu!”
“Titik koordinat 342.227 di area binatang buas Lv. 2 mutan!”
“Oke! Aku segera ke sana!”
“Yang di atas, kamu cepatan!”
“Pasti! Buah ini berguna untuk Kak Feliks. Aku akan lari ke sana dengan kecepatan tertinggi!”
“Haha! Teman-teman, kalian sungguh luar biasa! Oh, iya, yang di atas. Kak Feliks juga menerima mayat binatang buas mutan, loh. Setelah membunuhnya, jangan lupa untuk menukarkannya dengan Kak Feliks!”
“Oke!”
Yoga Setiawan: “Teman-teman yang di area binatang buas Lv. 5! Bertindak! Bertindak! Ayo segera bertindak! Jangan menjerat kemajuan Kak Feliks!”
“Kak Yoga tenang saja, kami sudah mulai bertindak!”
“Gila! Aku menemukannya! Aku menemukan binatang buas Lv. 5, titik koordinat 559.310!”
“Aku juga menemukan seekor binatang buas Lv. 5!
“Haha! Rumput Lv. 1! Aku menemukan rumput Lv 1! Luar biasa! Akhirnya aku bisa berdedikasi untuk Kak Feliks.”
“Gila! Sumber daya yang berlipat ganda memang keren! Benar-benar seru! Semuanya, ayo bersemangat! Haha!”
Kini seluruh pemula di Desa Pemula No. 911 bergerak untuk memasuki aksi membunuh binatang buas dan mencari tanaman…
Adegannya benar-benar hidup!
Tentu saja, di sini juga terjadi sedikit perubahan kecil. Misalnya, tim pembunuh binatang buas yang terdiri 3 orang, Deon Daniela, Sani Louis, dan Yoga Setiawan.
Setelah Deon mendapatkan 20 atribut lagi, dia bisa dengan mudah membunuh binatang buas Lv. 5 sendirian, jadi dia mulai bergerak sendiri.
Sani Louis dan Yoga Setiawan juga sudah hampir mencapai Lv. 5, jadi juga memiliki kemampuan untuk membunuh binatang buas Lv. 5. Namun, untuk menjamin kecepatan membunuh, mereka tetap memutuskan untuk bekerja sama untuk membunuh binatang buas Lv. 5.
Dengan begitu, efisiensi membunuh binatang buas Lv. 5 di Desa Pemula No. 911 telah sangat meningkat.
Intinya, adegan Desa Pemula No. 911 saat ini terlihat sedang berkembang pesat!
Di sisi lain, di dalam ruang obrolan desa pemula No. 5, orang Jepang juga sedang menggerakkan timnya.
“Yo! Akhirnya mau duel! Sudah saatnya bersemangat lagi!”
“Setiap desa hanya memiliki satu token duel! Aku dari dulu selalu menantikan Tuan Miyamoto menggunakannya, dan hari ini akhirnya digunakan! Haha!”
“Semuanya, desa mana yang akan kita lawan kali ini?”
__ADS_1
“Desa pemula No. 911! Ini desa orang Indonesia! Mereka baru saja mengalahkan orang India!”
“Penyembah-penyembah kotoran sapi itu benar-benar sampah tak berguna! Bisa-bisanya mereka kalah dari orang Indonesia!”
“Tenang! Kali ini Tuan Miyamoto akan bertindak! Orang Indonesia sudah pasti akan kalah!”
“Tuan Miyamoto, apa rencanamu?”
Kini, Rami Miyamoto pun keluar.
Rami Miyamoto: “Aku berencana untuk pergi ke area binatang buas Lv. 9 dan membunuh binatang buas di situ. Itu akan meningkatkan kecepatan aku naik level!”
“Yo! Tuan Miyamoto sungguh bijaksana!”
“Tuan Miyamoto, perlu bantuan kami, tidak?”
Rami Miyamoto: “Aku tidak perlu bantuan kalian. Aku hanya perlu Takeda Shin berada di sisiku.”
Takeda Shin: “Tuan Miyamoto, kamu di mana? Aku akan segera ke sana dan siap mengikuti instruksimu.”
Rami Miyamoto: “Takeda-kun, aku di perjalan ke area binatang buas Lv. 9!”
Takeda Shin: “Tuan Miyamoto, aku segera tiba. Tuan Miyamoto, untuk apa kamu menyuruhku mengikutimu?”
Rami Miyamoto: “Bantu aku Kaishaku! (Kaishaku: Ketika perut seorang dipotong untuk bunuh diri, untuk mengurangi rasa sakit orang yang perutnya dipotong, maka dapat mencari orang yang spesial untuk memenggal kepalanya.”
Begitu kata-kata ini terkirim, semua orang tercengang.
Takeda Shin bertanya dengan kaget: “Tuan Miyamoto, kamu mau memotong perut untuk bunuh diri?”
Rami Miyamoto: “Kalau aku kalah dari Feliks Jyan dari Desa Pemula No. 911, itu adalah penghinaan terbesar bagiku. Aku lebih memilih memotong perut untuk bunuh diri. Takeda, tiba saat itu, kamulah orang yang akan menjalankan Kaishaku padaku!”
Takeda Shin: “Eh…! Tuan Miyamoto, kamu sungguh mau melakukan ini?”
Rami Miyamoto: “Tolonglah, Takeda-kun!”
Takeda Shin: “Oke! Tuan Miyamoto, kamu berani memotong perut untuk bunuh diri, menandakan kamu ini samurai sejati! Aku yakin kamu akan menang!”
“Tuan Miyamoto pasti akan menang! Dia telah mencapai Lv. 8 sejak 5 jam yang lalu. Sedangkan Feliks Jyan itu, baru saja naik ke Lv. 8!”
“Oh, iya! Tuan Miyamoto, bagaimana progresmu sekarang?”
Rami Miyamoto: “Progresku sekarang Lv. 8 (17110/40000)!”
Begitu kata-kata ini keluar, seluruh orang di dalam ruang obrolan bersorak kegirangan.
“Haha! Ternyata progress Tuan Miyamoto sudah setinggi ini! Orang Indonesia sudah pasti kalah!”
“Ya! Feliks Jyan itu ‘kan baru naik ke Lv. 8, jaraknya jauh sekali dengan Tuan Miyamoto!”
“Haha! Tuan Miyamoto pintar begitu, mana mungkin akan mempermainkan nyawa sendiri?!”
“Orang-orang Indonesia itu benar-benar kasihan! Takutnya mereka sama sekali tidak menyangka bisa bertemu dengan lawan yang sehebat Tuan Miyamoto! Haha!”
“Kali ini Desa Pemula No. 911 sudah pasti kalah! Wkwk!”
Saat ini, semua orang Jepang sedang bersorak dengan senang, seolah-olah pasti akan menang.
Takeda Shin juga bersemangat. “Tuan Miyamoto, di mana kamu sekarang? Aku akan pergi mencarimu dengan kecepatan tertinggi!”
Rami Miyamoto: “15 menit lagi, aku akan bisa tiba di area binatang buas Lv. 9. Aku tunggu kamu di pintu masuk!”
Takeda Shin: “Haik! Aku segera ke sana!”
Melihat percakapan kedua orang, semua orang-orang benar-benar tersentuh oleh semangat samurai Rami Miyamoto. Semuanya bersorak dengan antusias.
Inilah samurai sejati!
Tuan Miyamoto begitu percaya diri dengan perihal memotong perut, karena dia memiliki keyakinan mutlak atas kekuatannya sendiri!
Semua orang bersorak lagi!
Namun, mereka sama sekali tidak tahu, kini Feliks sudah membunuh 11 ekor gajah raksasa lagi. Progres kemajuannya telah mencapai Lv. 8 (18940/40000), jelas sekali sudah melampau Rami Miyamoto.
Waktu berlalu dengan cepat!
5 menit kemudian.
Takeda Shin masih dalam perjalanan! Begitu juga Rami Miyamoto!
Sedangkan Feliks, dia sudah membunuh 9 ekor gajah raksasa. Progres kemajuannya sudah menjadi Lv. 8 (24430/40000)…
10 menit kemudian.
Takeda Shin masih dalam perjalanan! Begitu juga Rami Miyamoto!
Feliks sudah membunuh 9 ekor gajah raksasa lagi. Progres kemajuannya menjadi Lv. 8 (29920/40000)…
15 menit kemudian.
Takeda Shin masih dalam perjalanan! Rami Miyamoto sudah tiba di pintu masuk area binatang buas Lv. 9 dan sedang menunggu Takeda Shin!
Feliks sudah membunuh 10 ekor gajah raksasa lagi. Progres kemajuannya menjadi Lv. 8 (36020/40000)…
Dalam sekejap, 3 menit berlalu.
Takeda Shin dan Rami Miyamoto akhirnya bertemu.
__ADS_1
Semua orang Jepang bersorak. Bagi mereka, momen yang menggairahkan sudah tiba!
Tuan Miyamoto akhirnya akan mulai membunuh binatang buas.
Namun, mereka sama sekali tidak tahu telah terjadi perubahan besar di sisi lain.
Kini, di Padang Rumput Lolo Desa Pemula No. 911.
Feliks tampak bersemangat.
Dia baru saja membunuh 5 ekor gajah raksasa lagi. Progres kemajuannya sudah menjadi Lv. 8 (39070/40000).
Setelah dia membunuh 2 ekor gajah raksasa lagi, maka akan naik ke Lv. 9!
Anjing-anjing di ruang obrolan regional pasti tidak pernah menyangka duel kali ini bisa berakhir dengan begitu cepat!
Haha!!
Feliks semakin memikirkannya, semakin senang!
Namun, pada saat ini juga, terjadi perubahan besar di medan perang.
Ang~! Ang~! Ang~!
Feliks melihat raja mamut tiba-tiba meraung ke langit, suaranya terdengar sangat menyedihkan.
Kini, kawanan gajah sudah dibantai habis Feliks hingga hanya tersisa 17 ekor. Raja Mamut sudah menyadari ada yang salah.
Setelah meraung dengan keras, dia berbalik dan hendak melarikan diri ke kedalaman padang rumput.
Sialan~!
Raja mamut mau kabur!
Feliks terkejut. Dia tidak boleh membiarkan raja mamut melarikan diri, karena begitu raja mamut melarikan diri, maka Feliks akan sulit untuk memburunya lagi. Kalau dia tidak bisa membunuh raja mamut, bagaimana dia bisa mengumpulkan lima inti raja dan menyelesaikan misi memperluas peta.
Misi memperluas peta itu masa depan Desa Pemula No. 911!
Itu rencana yang harus diselesaikan!
Wush~!
Feliks melintas dan segera mengejar raja mamut.
Ang~!
Namun, pada saat ini juga, ada seekor jenderal mamut yang bergegas ke arah Feliks dengan tekad mati untuk memblokir pengejaran Feliks.
“Enyahlah!”
Feliks mengibaskan pisau panjangnya!
Krang~!
Suara emas dan besi bertabrakan!
Pisau panjang dan gading mamut bertabrakan!
Detik berikutnya, jenderal mamut terkejut hingga mundur belasan langkah. Sedangkan Feliks, dia hanya menghindar, lalu lanjut mengejar raja mamut.
Ang~!
Lalu, ada lagi gajah raksasa yang menyerbu Feliks.
Sret~!
Darah bepercikan!
Feliks membunuhnya hanya dengan sekali tebasan pisau! Kemudian, dia melintas dan terus mengejar raja mamut.
Namun, pada saat ini, datang lagi seekor jenderal mamut.
Feliks menangkis serangannya dengan pisau sehingga dia mundur beberapa langkah, dan lanjut mengejar raja mamut. Lalu, ada dua ekor gajah raksasa yang menyerbu ke arahnya lagi…
Gajah-gajah ini sungguh rela mengorbankan nyawanya demi membantu raja mamut melarikan diri!
Kini, raja mamut sudah berlari ke 200 meter di luar jangkauan Feliks!
Feliks sangat marah dan cemas. Dia terus melambaikan pisau panjangnya.
Semuanya mati saja!
Wush~! Wush~! Wush~!
Sret~! Sret~!
Darah bepercikan lagi dan lagi!
Gila~!
Sudah naik level!
Akhirnya naik level!
Keren!
Keren habis!
__ADS_1