
Ternyata menyumbangkan sebuah pisau pemula bisa dapat 2 poin kontribusi. 10 pisau pemula sama dengan 20 poin kontribusi. Sedangkan 1 batu VIT, bisa ditukar hanya dengan 10 poin kontribusi.
Johan Rahmadi dan Jackson Joe menukarkan sebuah batu VIT dengan 10 pisau pemula di saluran perdagangan regional supaya bisa mendapatkan keuntungan 10 poin kontribusi dari setiap transaksi. Kemudian, dengan keuntungan 10 poin kontribusi ini, mereka bisa menukarkannya lagi dengan Batu VIT sehingga bisa menyerapnya untuk naik level.
Penemuan inilah yang membuat mereka berdua bisa naik level dengan begitu cepat. Johan pun berhasil melewati Deon Daniela dan hampir mencapai Lv. 10.
Hebat sekali mereka bisa menemukan 'bug' ini untuk ambil untung!
Kalau mereka menggunakan Batu VIT ini untuk menukar sumber daya lain, maka pasar yang terbuka pun tidak akan sebesar ini dan tidak seuntung ini. Karena itulah mereka memilih pisau pemula. Pisau pemula sebagai item dasar dan dimiliki setiap orang, jumlahnya paling tidak bisa mencapai 1 juta buah di setiap region. Pasarnya sudah pasti sangat besar. Jika semua itu dikonversi ke poin kontribusi, paling tidak bisa mendapatkan 2 juta poin kontribusi. 2 juta poin kontribusi itu menandakan mereka bisa menukar 200 ribu batu VIT dengan sistem tertinggi!
Batu VIT yang sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk banyak orang mencapai Lv. 10.
Tentu saja, ini hanyalah data teoretis. Sebenarnya, pisau pemula yang bisa dibeli hanyalah 100-an ribu buah, tapi itu juga sudah cukup bagi banyak orang untuk meningkatkan level diri sendiri.
Melihat ini, Feliks sadar kalau seluruh Desa Asal Garuda sangat berjuang. Ada yang berusaha meningkatkan level, ada juga yang berusaha mengumpulkan berbagai sumber daya. Hanya saja, Johan dan Jackson lebih cerdas dan menemukan rahasia ini secara tidak sengaja, lalu menjalankan bisnis ini diam-diam dan terus membeli sejumlah besar pisau pemula.
Namun, rahasia ini cepat atau lambat pasti akan terbongkar.
Tiba saat itu, semua orang Desa Asal Garuda pasti akan mengoleksi poin kontribusi dengan cara seperti ini.
Feliks sangat senang. Ini memang sebuah cara bagus, tapi dia tidak ingin bercampur tangan dengan bisnis ini.
Pertama, membeli pisau pemula itu sangat memakan waktu dan pasti akan menunda dirinya melakukan misi utama.
Kedua, dia tidak boleh memonopoli semua keuntungan sendirian, tapi juga harus membiarkan penduduk desanya mendapatkan keuntungan.
__ADS_1
Apalagi, kalau ingin Desa Asal Garuda naik level, maka harus ada lebih banyak orang mencapai Lv. 10. Kalau tidak, desa mereka hanya akan terus berada di Lv. 0.
Jika seperti itu, bagaimana Feliks bersaing dengan desa lain untuk meraih peringkat 3 besar dan mendapatkan 1000 poin atribut sebagai hadiah?
Tentu saja, Feliks juga tidak tertarik dengan batu VIT itu. Satu batu VIT hanya ada 100 poin. Ini sama sekali tidak sebanding dengan dirinya yang langsung membunuh binatang buas Lv. 10 ke atas.
Hanya saja, dirinya sangat tertarik dengan poin kontribusinya.
Pisau pemula yang dibeli Johan dan Jackson, bisa membuat dirinya mendapatkan banyak poin kontribusi.
Begitu memikirkan ini, Feliks segera melihat daftar sumber daya.
Pisau baja Lv. 1 sudah habis ditukar.
Kini, setiap penduduk Desa Asal Garuda memiliki cara sendiri untuk mendapatkan poin kontribusi dan pisau baja Lv. 1 yang dirinya produksi merupakan barang yang sangat laris. Jadi, Feliks segera menukar sebuah pisau pemula dengan menghabiskan 2 poin kontribusi, kemudian melakukan ekstraksi tanpa akhir untuk mengubah pisau pemula menjadi pisau baja. Setelah itu baru disumbangkan lagi sehingga dirinya mendapatkan 5 poin kontribusi. Dengan cara ini, Feliks mendapatkan keuntungan sebesar 3 poin kontribusi.
Feliks sangat senang.
Secara teoretis, tindakan ini bisa membantunya mendapatkan 3 juta poin kontribusi. Sedangkan bisnis Johan, cepat atau lambat pasti akan ketahuan, sehingga kecepatan mereka mengambil untung poin kontribusi pun akan melambat.
"Bagus! Bagus! Tunggu aku santai, baru urus pisau-pisau pemula ini!"
Feliks menatapi gudang sumber daya yang terdapat lebih dari 3000 pisau pemula dengan gembira. Jika dirinya bisa mengekstraksi itu semua, maka akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 ribu poin kontribusi. Itu jelas jauh lebih banyak daripada dirinya membunuh binatang buas.
Kali ini, Feliks telah membunuh siluman pohon dan kawanan lebah, serta sudah menyumbangkan semua itu dan mendapatkan 2000-an poin kontribusi.
__ADS_1
Kini, poin kontribusi Feliks sudah mencapai 3872 poin.
Omong-omong, setelah naik 2 level secara berturut-turut di Lembah Manyar, Feliks juga telah mengekstraksi 30 poin atribut dari ketiga jasad raja lebah. Sedangkan talenta lebah-lebah itu, masih lebih rendah dari Feliks, jadi sama sekali tidak ada nilainya untuk diekstraksi. Jadi saat mengekstraksi, Feliks hanya mendapatkan atribut kelincahan mereka. Setiap ekor raja lebah mendapatkan 10 poin atribut kelincahan dan total 30 poin.
Dengan ini bisa terlihat, bahwa nilai atribut yang dapat diberikan jasad binatang buas kelas raja jauh lebih tinggi dari pada binatang buas mutan dan biasa.
Kekuatan kombat Feliks pun meroket karena usahanya selama ini sehingga kini telah mencapai bintang 91 batas atas dan sedikit lagi mencapai kekuatan tingkat bumi.
Feliks sangat puas dengan hasil ini!
Dengan kemajuan seperti ini, Feliks menjadi semakin percaya diri untuk berhadapan dengan Penghukum Tertinggi.
"Lupakan dulu, deh! Aku harus segera pergi ke Gunung Api Neraka dan menyelesaikan misi buka peta sesegera mungkin!"
Feliks bergumam, lalu melintas dan berangkat ke arah Gunung Api Neraka tanpa mengurus pisau pemula itu.
Pisau pemula itu paling tidak harus menghabiskan 2-3 jam baru bisa berhasil diekstraksi semuanya. Dan Feliks bisa menunggu hingga dirinya benar-benar senggang baru mengurusnya. Kini Feliks harus lebih mementingkan misi membuka waktu dalam waktu yang terbatas sehingga semua penduduk Desa Asal Garuda bisa memasuki peta baru dan mendapatkan sumber daya yang lebih berkualitas.
Mungkin saja dengan mendapatkan sumber daya yang lebih berkualitas, penduduk desanya bisa naik level dengan lebih cepat. Lalu, secara otomatis, Desa Asal Garudanya juga akan upgrade dengan lebih cepat. Harapan dirinya untuk meraih peringkat 3 besar dalam kompetisi desa juga akan lebih besar.
Setelah memikirkannya, Feliks segera berangkat ke Gunung Api Neraka.
Kompetisi desa sedang berlangsung dan dirinya harus berpacu dengan waktu...
Pada saat yang sama, Johan dan Jackson membuka ruang obrolan pribadi.
__ADS_1
Johan Rahmadi: "Jackson, Kak Feliks baru saja memasuki ruang obrolan regional untuk membeli kartu sintesis. Dia pasti melihat bisnis yang sedang kita jalankan."
Jackson Joe: "Iya, nih, tapi dia juga tidak mengatakannya di dalam desa. Tapi rahasia ini sudah pasti akan terbongkar, cepat atau lambat pasti akan ketahuan semua orang. Kita buruan, deh! Bisa ambil untung berapa banyak, ya, ambil berapa. Begitu orang yang mengetahui bisnis ini bertambah, kita pun akan sulit mengambil untung!"