Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
Bab 9 Mengejutkan! Master Solo!


__ADS_3

Pada saat ini, di antara kerumunan di depan, ada seorang pria paruh baya yang tiba-tiba menjadi bersemangat.


“Baguslah! Bos Adam naik level! Ini akan memudahkan kita untuk membalas dendam buat Suma Wadno.”


“Willy, sebenarnya apa yang telah terjadi pada Suma Wadno?”


“Haih! Jadi, begini, aku mengecek kondisi jalan bersama Suma Wadno. Saat baru tiba di hutan kecil, kami bertemu dengan dua ular sanca berbisa. Kami berbalik dan melarikan diri ketika kami menyadari situasinya sangat gawat.”


“Sayangnya, Suma Wadno terlalu lambat. Dia tertahan oleh salah satu ular raksasa itu dan ditelan dalam 1 gigitan. Yang aku bangkitkan adalah talenta kecepatan, jadi bisa lebih cepat dan kabur sampai ke sini sambil memancing ular satu lagi.”


“Untung saja, kalian juga bergegas kemari dan berhasil membunuh ular raksasa ini. Haih! Ini benar-benar terlalu mengerikan!”


Bercerita sampai di sini, pria paruh baya itu terlihat ketakutan.


Adam Caleb hanya mendengarkannya dengan ekspresi serius dan tenang.


Hanya dalam beberapa jam ini saja, dia telah membangun prestise mutlak dalam tim pemula ini dan dia juga telah dihormati sebagai bos dari seluruh tim. Bahkan jika pria paruh baya itu 10 tahun lebih tua darinya, dia harus memanggilnya ‘Bos Adam’.


“Ayo! Pergi balas dendam Suma Wadno! Wally, kamu yang tunjukkan jalan!"


Adam Caleb berkata dengan ringan.


“Ayo ikut aku bos Adam!”


Willy segera memimpin jalan dari depan.


Saat ini, mereka sedang berjalan menuju tempat Feliks bersembunyi...


Menguping sampai di sini, Feliks akhirnya juga mengerti satu hal. Orang yang dimakan oleh ular sanca berbisa yang dibunuhnya harusnya adalah Suma Wadno yang disebut Willy.


Pada saat ini juga, tim orang Adam Caleb semakin mendekatinya. Lalu, Feliks segera menahan napas, membungkuk di semak-semak, dan bersembunyi dengan hati-hati.


Dia ingin menunggu orang-orang ini dulu baru pergi mengekstraksi tubuh ular raksasa itu. Tetapi, ketika tim orang Adam Caleb melewati tempat persembunyian Feliks, seorang gadis cantik dengan celana jeans biru, yang tampaknya telah menemukan sesuatu, tiba-tiba menoleh dan melihat ke tempat persembunyian Feliks.


“Siapa?!”


Gadis cantik itu bernama Monica Lawrence, dan saat ini, dia sedang menatapi semak-semak di depannya dengan waspada. Ternyata dia ini talenta dengan kemampuan indra pendengaran. Saat jarak mereka kurang dari 10 meter, dia mendengar detak jantung Feliks.


Teriakannya ini juga membuat semua orang melihat ke tempat Feliks bersembunyi.


“Siapa?”


“Keluar!”


Semua orang berwaspada.


Di dunia yang berbahaya ini, nyawa akan hilang kapan saja, tidak ada yang berani tidak peduli.


Feliks yang berada di dalam semak-semak menghela napas tak berdaya, lalu berdiri secara perlahan. Namun, dia sama sekali tidak khawatir. Kalaupun Adam Caleb dan 6 orang lainnya bekerja sama, mereka juga bukan lawannya.


“Ternyata kamu!”


Monica memandang Feliks dengan ekspresi tak terduga, seolah-olah dia mengenal Feliks.


Feliks tertegun. Sepertinya dia tidak mengenal gadis ini.


“Monica, kamu mengenalnya?”


Willy bertanya dengan santai.

__ADS_1


Monica tertegun, lalu mukanya tersipu setelah memikirkan sesuatu.


Dia tidak mengenal Feliks, hanya saja di dalam ruang obrolan ada avatar dan nama setiap orang. 1000-an orang yang tiba di Desa Pemula, kalau bukan tua pasti jelek. Yang tampan hanya ada beberapa, dan Feliks merupakan salah satunya.


Karena lebih memperhatikannya, tentu saja Monica ingat dengan Feliks. Namun, tentu saja dia tidak bisa mengatakan bahwa dia mengingat Feliks karena dia tampan.


“Er... aku pernah melihat avatarnya di ruang obrolan, jadi aku ingat dengannya. Namanya Feliks Jyan.”


Monica berpura-pura tenang. Kemudian, dia menatapi Feliks lagi: "Feliks, mengapa kamu ada di sini?"


“Hanya kebetulan lewat sini.”


Feliks menjawabnya dengan santai.


Monica menghela napas: “Alam liar ini sangat berbahaya. Kamu berkeliaran sendirian gampang terjadi sesuatu. Beberapa saat yang lalu, kami baru saja ada seorang anggota tim yang mengalami kecelakaan.”


Berkata sampai di sini, dia seperti terpikir sesuatu, lalu menoleh ke arah Adam Caleb.


“Bos Adam, bagaimana kalau membiarkan Feliks mengikuti kita. Dia berkeliaran sendirian lumayan kasihan dan berbahaya juga.”


Willy juga berkata: “Bos Adam, Suma telah mati, kita juga kekurangan seseorang. Bagaimana kalau biarkan Feliks bergabung dan meningkatkan kekuatan kombat kita.”


Mendengarkan ini, Adam mengangguk sedikit.


Kekuatan awal manusia memiliki kesenjangan yang besar dengan binatang buas. Manusia dengan level yang sama bukanlah lawan dari binatang buas. Jadi, saling bekerja sama adalah tren yang tak terhindarkan. Kedepannya pasti akan terlahir berbagai jenis tim besar. Jika dia ingin memperluas pengaruhnya, maka dia harus membangun timnya dan membiarkan lebih banyak orang mengandalkannya.


Setelah berpikir, Adam Caleb melihat ke arah Feliks.


“Feliks, tunjukkan atribut dan talentamu. Selama tidak terlalu buruk, aku akan menerimamu.”


Adam Caleb mengatakannya dengan tenang dan terdengar sedikit angkuh.


Willy juga berkata: “Feliks, bos Adam kami ini orang kuat yang sudah mencapai Lv. 2. Bisa bergabung dengan kami itu keberuntunganmu!”


Begitu mereka selesai berkata, semua orang tersenyum. Bagi mereka, begitu mendengar bos Adam telah mencapai Lv. 2, Feliks pasti akan bergabung dengan mereka. Namun, tak disangka, Feliks malah menjawabnya dengan tenang.


“Tidak perlu, aku suka sendirian.”


Feliks mengatakan itu, lalu berbalik badan dan pergi.


Pada saat ini, semua orang tercengang.


Mereka tidak salah dengar, ‘kan?


Anak ini telah menolak kebaikan bos Adam.


Apa dia tidak tahu, bos Adam ini bukan hanya telah mencapai Lv. 2, tapi juga memiliki talenta Level D yang kuat?


Tiba-tiba, semua orang tidak tahu bagaimana meresponnya.


Adam Caleb juga tercengang.


Dia melihat belakang Feliks dengan sedikit kesal.


“Ayo! Tidak memaksa!”


Setelah mengatakan ini, dia langsung pergi lebih dulu. Lalu, orang-orang mengikutinya dari belakang. Hanya saja mereka tidak berhenti merumpi tentang tindakan Feliks. Mereka benar-benar tidak mengerti.


“Haih! Orang ini benar-benar...”

__ADS_1


Monica melihat belakang Feliks sambil menghentakkan kakinya dengan marah, lalu pergi bersama timnya.


Tak lama kemudian, Adam Caleb dan rombongannya pergi menjauh.


Melihat ini, Feliks kembali secara diam-diam. Dia tidak mau bergabung dengan orang-orang ini. Itu selain akan mengekspos kartu As-nya, masih akan memperlambat progresnya.


Sangat cepat, dia berjalan ke samping mayat ular dan mulai mengekstraksi...


[Ekstraksi tanpa akhir berhasil! Dapatkan 2 atribut energi!]


Energinya meningkat lagi!


Feliks sangat senang.


Dengan begini, semua binatang buas Lv. 1 di dataran pemula telah diekstraksi olehnya. Dia tidak perlu tinggal di sini lagi. Lalu, dia segera berjalan ke ujung dataran pemula. Dia ingin menemukan binatang buas yang baru...


Tidak lama setelah Feliks pergi, di sisi lain, ada seruan dari Adam Caleb dan yang lainnya.


Saat ini, di dalam hutan kecil itu, Adam Caleb mereka melihat ular raksasa yang telah dibelah perutnya oleh Feliks. Semuanya tercengang di tempat...


Tempat kejadian itu dipenuhi bau darah yang amis, organ dalam ular raksasa itu juga mengalir ke luar, di sampingnya masih tergeletak sebuah mayat manusia, yaitu mayat Suma Wadno.


Semua orang tercengang sangat lama baru ada seseorang yang berkata.


“Melihat keadaan kering darah di tempat kejadian, ular raksasa ini mati lebih awal daripada yang kita bunuh.”


Yang berbicara adalah seorang pria muda berkacamata, namanya Jackson Joe.


Sebelum datang ke dunia ini, dia adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Biasanya dia suka membaca novel detektif seperti Sherlock Holmes.


“Jackson, maksudmu mereka membunuhnya lebih cepat daripada kita? Dan lebih kuat dari kita?”


“Benar!”


Jackson sedikit mengangguk dan berjalan ke depan untuk melihat mayat ular itu.


Beberapa saat kemudian, dia terkejut.


Adam Caleb bertanya dengan tergesa-gesa: “Bagaimana, Jackson?”


Jackson mengangkat kepalanya: “Bos Adam, jika analisisku tidak salah, semua ini harusnya dilakukan oleh satu orang, karena hanya ada satu jejak kaki orang di tempat kejadian. Melihat luka ular, dia harusnya terbunuh dalam sekali tusukan!”


Begitu dia mengatakannya, semua orang terkejut.


“Ya Tuhan! Terbunuh dalam sekali tusukan! Master! Ini pasti seorang master!”


“Tidak mungkin, ‘kan? DEF sisik ular ini sangat kuat. Aku bahkan tidak bisa mematahkan pertahanannya setelah puluhan kali tusukan pisau. Bisakah seseorang menembusnya dengan sekali tusukan?”


“Makanya aku bilang orang itu master!”


Adam Caleb menarik napas yang panjang: “Membunuh dalam sekali tusukan. Aku sudah mencapai Lv. 2 saja tidak berani melawan binatang buas Lv. 1 dengan cara 1 vs 1. Orang itu bahkan bisa membunuh ular raksasa ini dalam sekali tusukan. Mungkinkah dia master yang sudah mencapai Lv. 3?


Jackson menarik napas yang panjang: “Aku tidak tahu orang itu telah mencapai level berapa, tetapi yang pasti dia memiliki kekuatan master level 3 dan dia ini pemain solo!”


“Pemain solo? Jackson, menurut kalian, mungkinkah itu Feliks?”


Yang mengatakan ini adalah Monica.


Mata Jackson langsung berbinar: “Eh! Tebakanmu ini mungkin saja benar!”

__ADS_1


Begitu selesai berkata, semua orang tertegun. Lalu, semua orang seperti teringat sesuatu dan menunjukkan ekspresi sangat terkejut.


__ADS_2