
Begitu melihat raja mamut menyerang ke sini, Feliks langsung panik. Meskipun kekuatannya telah meroket, tapi belum tentu bisa menghadapi raja mamut.
Apalagi, di belakang raja mamut masih ada dua jenderal mamut yang begitu kuat. Sekeliling juga ada ratusan gajah raksasa.
Oh, iya!
Tambahkan poin atribut!
Tingkatkan kekuatanku sekarang juga!
Begitu memikirkannya, Feliks segera membuka panel atribut.
Kali ini dia telah mendapatkan 70 poin atribut gratis, ditambah poin yang belum dia tambahkan sebelumnya, total sudah terakumulasi sebanyak 85 poin.
Sebentar saja, Feliks sudah selesai menambahkan 85 poin atribut bebas.
Bum~!
Hanya dalam sekejap, energi agung naik dari tubuh Feliks dan mengalir ke seluruh tubuhnya dengan cepat, sehingga dia menjadi berubah total.
Aura Feliks meroket dan menyebar ke sekeliling. Pada saat yang sama, dalam benaknya pun muncul panel datanya.
[Level]: Lv. 8 (130/40000)
[Jabatan]: Hakim Lv. 2 (0/200)
[Prestise]: 22 (Pemula Rajin)
[Kekuatan]: 233+7 (Kekuatan Gila\, Level D)
[Kelincahan]: 233+15 (SPD super\, Level D)
[Fisik]: 237 (Fisik Gila\, Level D; Anti-racun+100%)
[Energi]: 244 (Penguatan Pikiran\, Level D; Indra Penglihatan Super\, Level E; Peningkatan Indra Penciuman\, Level F)
[Talenta Elemental]: Manipulasi Tanah (Level D)\, Manipulasi Api (Level D)\, Manipulasi Kegelapan (Level D)
[Talenta Darah]: Penguatan Garis Darah Level E (Darah Naga)
[Talenta Utama]: Ekstraksi Tanpa Akhir (Level SSS)
[Skill]: Mata Kebenaran (Lv. 1); Api Neraka (Lv. 2); Kontrol Binatang (Lv. 3)
[Evaluasi kekuatan kombat]: Bintang 23
Gila~!
Evaluasi kekuatan kombat sudah mencapai bintang 23!
Haha!
Feliks sangat gembira!
Evaluasi kekuatan kombat raja mamut hanya berada di bintang 25. Jarak mereka berdua sudah tidak terlalu jauh!
Jgeer~! Jgeer~! Jgeer~!
Lalu, pada saat ini juga, raja mamut menyerbu kemari dan menabrak bagian dada Feliks. Namun, Feliks berhasil menyampingkan tubuh dan menghindarinya dengan lincah.
Wush~!
Angin menderu!
Gading besar raja mamut menempel di sisi Feliks dan gagal menabraknya. Tubuhnya yang besar masih bergegas ke depan karena dorongan aksi sebelumnya.
Wush~!
Pada saat yang sama, api menyala.
Feliks mulai bertindak! Dia menebaskan pisau panjang yang terbakar dengan api ke armor kristal raja mamut dengan sepenuh tenaga.
Krak~! Krak~! Krak~!
Jreb~!
Suara renyah retakan armor kristal!
Tebasan itu telah menembus DEF armor kristal dan melukai kulit raja mamut yang tebal. Api neraka yang dipenuhi fungsi erosi gelap langsung menghanguskan kulit, meninggalkan luka sedalam beberapa inci, dan mengeluarkan semburan bau terbakar.
Ang~!
Raja mamut meraung kesakitan ke langit.
Krak~! Krak~! Krak~!
Dalam sekejap, armor kristal yang terbelah oleh Feliks pulih Kembali secara otomatis. Namun, di bawah armor kristal transparan itu, Feliks masih bisa melihat luka bekas api neraka tadi. Luka itu sudah melewati beberapa saat pun belum berhasil disembuhkan.
__ADS_1
Haha!!
Luar biasa!
Feliks sangat senang!
Akhirnya dia bisa melukai raja mamut. Lebih hebatnya lagi, erosi gelap dari api neraka memiliki efek erosi yang membuat raja mamut tidak bisa menyembuhkan lukanya untuk sementara waktu.
Harus tahu, itu hanya cedera kulit! Kalau dirinya mengubah itu menjadi ATK api lainnya, raja mamut pasti bisa pulih dalam beberapa detik.
Ang~! Ang~!
Sebelum Feliks selesai bersenang-senang, kedua jenderal mamut sudah menyerang ke arah Feliks juga.
“Enyahlah!”
Feliks menebaskan pisaunya secara horizontal ke keempat gading jenderal mamut itu.
Krang~! Krang~! Krang~!
Suara emas dan besi bertabrakan!
Feliks terkejut hingga mundur tiga langkah. Kedua jenderal mamut lebih terkejut dan bahkan mundur 7-8 langkah.
Kali ini, semua gajah raksasa terkejut!
Ini serius?
Manusia yang di hadapan mereka menjadi sangat kuat!
Ang~!
Raja mamut marah besar. Dia berbalik dan menyerang ke arah Feliks. Auranya lebih kuat dari sebelumnya.
“Haha!!”
Feliks tertawa keras, lalu menghindari serangan raja mamut dengan mudah. Detik berikutnya, dia berubah menjadi Dewa Perang Api dan bergegas ke kawanan gajah yang di sisinya.
Ang~! Ang~! Ang~!
Gajah-gajah itu panik dan lari ke mana-mana.
Feliks menargetkan beberapa gajah yang terdekat dengannya, lalu bertindak secara langsung…
Wush~! Wush~! Wush~!
Jleb~! Jleb~! Jleb~!
Darah yang bercampur dengan api memercik ke mana-mana!
Raungan tragis gajah semakin lama semakin banyak. Ang~! Ang~! Ang~!
Raja mamut dan kedua jenderal mamut meraung dengan emosi dan bergegas untuk pergi menyelamatkan mereka. Namun, Feliks malah tidak mau berhadapan langsung dengan mereka, tapi malah menyerbu ke gajah-gajah raksasa itu.
Sebelum kekuatannya meningkat, SPD Feliks sudah hampir sebanding dengan raja mamut. Kini setelah kekuatannya meningkat, SPD Feliks sudah lebih cepat daripada raja mamut.
Dia meninggalkan kejaran raja mamut dan menyerbu ke arah kawanan gajah, seperti serigala yang memasuki kandang domba. Dia memulai pembantaian!
Dalam seketika, seluruh kawanan gajah menjadi panik dan melarikan diri ke mana-mana. Tanpa disadari, mereka pun memisahkan raja mamut dan Feliks.
Jleb~! Jleb~! Jleb~!
…
Feliks membunuh gajah raksasa secara berturut-turut dalam sekejap, sehingga VIT-nya meroket lagi!
Haha!
Mantap habis!
Benar-benar mantap!
Feliks tertawa terbahak-bahak.
Dia sengaja tidak menghadapi raja mamut secara langsung. Meskipun kemampuannya yang sekarang mungkin sudah cukup untuk membunuh raja mamut, tapi selama kawanan gajah ini tidak dibunuh, maka raja mamut akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
Bagaimanapun, raja mamut itu pandai. Jika menemukan ada yang tidak beres, ia bisa memerintahkan kawanan gajah untuk memblokir dirinya dan melarikan diri lebih dulu. Tiba saat itu, dirinya belum tentu bisa membunuh raja mamut lagi. Jadi, jika dirinya ingin membunuh raja mamut, maka harus menyelesaikan bahaya-bahaya tersembunyi ini.
Kalau dianalisis dari sudut lain di mana, Feliks memilih untuk membunuh raja mamut terlebih dahulu, baru menyelesaikan kawanan gajah. Kalaupun dirinya sudah berhasil membunuh raja mamut, kawanan gajah yang kehilangan pemimpin juga pasti akan berlari ke mana-mana. Tiba saat itu, dia tidak akan bisa membunuh semua kawanan gajah dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan panen mewah!
Berbeda dengan sekarang, kawanan gajah terus mengelilingi raja mamut. Selama raja mamut tidak mati, mereka tidak akan kabur. Ini adalah kesempatan bagus bagi Feliks untuk memanen binatang buas ini.
Seratus gajah mamut barbar, loh!
Kalau dirinya harus mencarinya satu per satu, tidak tahu kapan tahun kapan bulan baru bisa terkumpul seratus ekor.
Haha!
__ADS_1
Kesempatan!
Ini sungguh kesempatan besar!
Feliks sangat senang!
Kini, dia terus bolak-balik di antara para gajah seperti kilat sambal menebaskankan pisau panjangnya…
Sret~! Sret~! Sret~!
Dalam seketika, darah dan api bepercikan di medan perang!
Raungan tragis dari binatang buas terus bergema!
…
Dengan begini, Feliks terus memanen VIT seekor demi seekor binatang buas dengan gembira…
Di sisi lain, di Desa Pemula No. 446
Di sebuah hutan pegunungan area binatang buas Lv. 8.
Seorang pria dengan sosok kekar dan berjanggung memegang parang di tangannya dengan linglung.
Dia adalah Amir!
Pria yang dianggap sebagai manusia seperti dewa, dikenal sebagai biksu pertapa yang telah membuka teori ke-10, dan sangat amat kuat di Desa Pemula No. 446, kini sedang berdiri dengan pandangan kosong dan melihat ke langit dengan ekspresi penuh dengan ketidakpercayaan.
Dia telah kalah!
Dia sungguh kalah!
Dia sama sekali tidak bisa percaya dengan fakta ini!
Namun, ada seberkas cahaya hitam yang jatuh dari langit dan mendarat di atasnya tadi. Dirinya telah kehilangan 40 poin atribut. Sebagai pengaju duel ini, hukuman yang dia terima berlipat ganda.
Kini seluruh ruang obrolan juga dipenuhi oleh suara tangisan yang menyedihkan.
Jgeer~! Jgeer~! Jgeer~!
Lalu, pada saat ini juga, ada lagi keras yang menggemparkan bumi. Kemudian, tanah bergetar dan retak. Amir melihat hutan yang di depannya menghilang terus-menerus dengan pandangan sangat terkejut. Dia tahu sumber daya di Desa Pemula No. 446 sedang berkurang separuh.
Kali ini, orang-orang menangis lebih keras lagi di ruang obrolan. Semua orang dungu itu sangat terpukul.
“Habislah! Habislah! Tuan Amir! Sum… sumber daya di desa kita sedang berkurang separuh!”
Suara yang putus asa berbunyi di belakang Amir.
Yang berbicara itu pengikutnya yang paling setia – Salman.
“Sial! Sial sekali! Bisa-bisanya kita kalah dengan orang Indonesia!”
Amir menggeram dengan hati tidak rela.
“Tuan Amir! Feliks Jyan, Feliks Jyan adalah orang pertama yang berhasil mencapai Lv. 8 di Desa Pemula No. 911!”
Salman mengatakannya secara refleks.
Amir marah: “Feliks Jyan! Dasar orang Indonesia yang menyebalkan! Bagaimana dia bisa menang?”
Saat mereka berdua masih sedang berbicara, hutan, pepohonan, tanaman, rerumputan, binatang buas, dan sumber daya lainnya di Desa Pemula No. 446 terus menghilang begitu saja…
Seluruh ruang obrolan mereka penuh dengan suara ratapan.
Evaluasi pemula yang selama 7 hari hanya tersisa 6 hari.
Kini masih ada banyak orang di Desa Pemula No. 446 yang masih terjebak di bawah Lv. 2. Ditambah lagi, mereka telah kehilangan setengah sumber daya. Kondisi mereka benar-benar telah terjatuh ke krisis evaluasi!
“Tuan Amir! Habislah, habislah! Semua orang di dalam ruang obrolan sangat terpukul! Setelah kehilangan setengah sumber daya, banyak anggota kita tidak akan bisa lulus evaluasi pemula!”
Salman meratap dengan sedih.
Dalam hatinya sangat jelas, jika tidak bisa lulus evaluasi pemula, maka hanya bisa dilenyapkan oleh sistem tertinggi di mana artinya mati selamanya.
Mendengar ini, Amir merasa bersalah yang mendalam di hatinya.
“Ini semua gara-gara orang Indonesia sialan itu! Aku tidak akan membiarkan mereka berlagak terus! Aku tidak akan membiarkan mereka menikmati hidup enak! Balas dendam! Kita harus membalas dendam!”
Mata Amir memerah.
“Tuan Amir, bagaimana kamu ingin membalas dendam?”
“Pergi ke ruang obrolan regional dan minta bantuan ke teman sekutu! Di situ ada banyak desa pemula yang lebih kuat dari kita! Mereka pasti bisa membalas dendam untuk kita!”
“Benar! Kok aku tidak terpikir!”
Mata Salman berbinar dalam seketika.
__ADS_1
Detik berikutnya, dia segera memasuki ruang obrolan regional untuk meminta teman sekutunya membalas dendam…