
Memikirkan ini, Feliks segera beralih ke ruang obrolan No. 911.
Begitu masuk, dia langsung melihat seluruh ruang obrolan yang heboh.
“Eh! Ternyata si Amir itu selain merupakan pembangkit bertalenta ganda, juga seorang biksu pertapa yang misterius. Kuat sekali! Dia bahkan bisa mengalahkan binatang buas Lv. 9 sendirian!”
“Ya! Dia pergi ke area binatang buas Lv. 8 juga karena mau naik level lebih cepat. Aku kira dia itu diusir dari area Lv. 7 ke Lv. 8. Ternyata dia sendiri yang mau mundur dari area Lv. 9 ke Lv. 8!”
“Ya ampun! Sekuat itukah?”
“Tentu saja! Oh, iya! Dia telah membangkitkan dua talenta, satu talenta level C, satu lagi talenta level B!”
“Astaga! Ini sungguh mengerikan! Desa kita sepertinya cuman ada 2 orang yang membangkitkan talenta level C dan bahkan tidak ada yang mencapai level B!”
“Haih! Bagaimana ini? Orang terkuat di desa kita Tuan Feliks Jyan saja baru di Lv. 6! Mampukah dia membunuh binatang buas Lv. 7?”
“Eh! Kita semua belum pernah melihat Kak Feliks bertarung! Namun, sepertinya kurang memungkinkan untuk pembangkit Lv. 6 membunuh binatang buas Lv. 6, apalagi binatang buas Lv. 7. Kurasa Kak Feliks mungkin tidak bisa membunuh binatang buas Lv. 7!”
“Huhu! Huhu! Habislah kali ini! Amir itu pembangkit yang sudah mencapai Lv. 7 dan bahkan bisa membunuh binatang buas Lv. 9! “
“Yang di atas, jangan pesimis begitu! Kita harus kompak dan bantu Kak Feliks mencapai Lv. 8!”
“Benar! Kompak! Kita harus kompak! Jangan menyerah sebelum mencapai titik terakhir!”
“Ya! Ayo segera hubungi Kak Feliks dan tanyakan dia perlu bantuan apa. Kita, pembangkit seluruh desa ini, siap bekerja sama!”
“Kak Feliks, apa kamu membaca pesan kami? Keluarlah!”
Kini avatar Johan Rahmadi bergerak.
Johan Rahmadi: “Yang di atas, jangan panggil lagi! Apa gunanya memanggil Feliks keluar? Feliks dan Amir sebelah sama sekali tak sebanding! Perbedaan kemampuan mereka terlalu besar. Desa kita sudah pasti akan kalah!”
Yoga Setiawan: “Lagi-lagi kamu yang menjelekkan desa sendiri?”
Johan Rahmadi: “Aku bukan menjelekkan, tapi hanya mengatakan fakta! Kamu pikir Feliks bisa membunuh binatang buas Lv. 9? Dia sekarang baru mencapai Lv. 6. Sedangkan lawan kita, sudah mencapai Lv. 7. Memangnya kita masih punya harapan?”
Yoga Setiawan: “Huh! Asalkan kita bisa kompak, pasti ada harapan!”
Johan Rahmadi: “Kamu ini hanya menipu diri sendiri! Hargailah fakta ini! Menang itu tidak mengandalkan mulut. Menurutku, mending kita menyerah saja! Masing-masing kerjakan apa yang harusnya dikerjakan! Kalau kalah, paling kehilangan 20 poin atribut dan setengah sumber daya. Semua kembali lagi ke titik awal!”
__ADS_1
Yoga Setiawan: “Kalau mau menyerah, kamu menyerah sendiri saja! Kami tidak akan menyerah!”
“Benar! Kita orang Indonesia bukanlah pengecut! Kami tidak akan menyerah sebelum bertarung sampai titik terakhir!”
“Setuju! Aku pasti tidak akan menyerah!”
“Aku seorang gadis juga tidak akan menyerah! Aku tidak mau kehilangan 20 poin atribut, apalagi setengah sumber daya di desa kita!”
Pada saat ini, semua orang menyetujuinya dan seluruh grup menjadi sangat bersemangat. Lalu, avatar Feliks pun bergerak.
Feliks Jyan: “Semuanya tenang saja! Kita pasti akan menang!”
Begitu kalimat itu terkirim, seluruh grup meledak!
“Wah! Kak Feliks! Kak Feliks sudah muncul!”
“Haha! Baguslah! Benar-benar mantap!”
“Kak Feliks bilang pasti akan menang, maka pasti akan menang!”
“Benar! Kita harus percaya dengan Kak Feliks!”
Sani Louis: “Benar! Kak Feliks, katakan saja apa yang kamu perlukan!”
Kini Deon dan Sani pun sudah menunjukkan sisi yang mereka dukung. Semua orang pun menjadi semakin bersemangat.
Feliks Jyan: “Mengatakan ini, aku sungguh memiliki sesuatu yang butuh bantuan kalian.”
Yoga Setiawan: “Kak Feliks, apa kamu butuh kami bantu carikan binatang buas? Kalau perlu, kami akan segera berangkat! Area binatang buas Lv. 6? Atau area binatang buas Lv. 7?
Deon Daniela: Kak Feliks, aku dan Sani juga bisa membantumu membunuh binatang buas agar dapat meningkatkan kecepatan kamu naik level!”
Feliks Jyan: “Aku tidak butuh bantuan seperti itu. Kalau bisa, aku perlu kalian bantu carikan lebih banyak mayat binatang buas Lv. 5, serta berbagai tanaman dan buah Lv. 1. Aku memerlukan itu semua.”
Deon Daniela: “Kak Feliks, untuk apa kamu mencari itu?”
Feliks Jyan: “Aku sulit menjelaskannya sekarang! Intinya, barang-barang ini dapat meningkatkan kecepatan aku membunuh binatang buas. Kalau kalian percaya denganku, maka carikan barang-barang itu untukku, lalu tukarkan itu semua melalui saluran perdagangan.”
Feliks Jyan: “Aku ubah sedikit aturan perdaganganya. Dua mayat binatang buas Lv. 5 dapat ditukar dengan satu pisau baja Lv. 1. Tiga tanaman Lv. 1 atau satu buah Lv. 1, juga dapat menukar satu pisau baja Lv. 1.”
__ADS_1
Deon Daniela: “Kak Feliks! Kami percaya denganmu! Aku, Sani, dan Yoga akan berburu ke area binatang buas Lv. 5 dan membunuhnya!”
Yoga Setiawan: “Oh, iya. Yang sudah mencapai Lv. 3, boleh membentuk tim untuk membunuh binatang buas area Lv. 5 dan dapatkan mayatnya untuk Kak Feliks!”
“Ide Kak Yoga sangat benar! Ayo semuanya segera bertindak dan bentuk tim! Siapa yang mau satu tim denganku!”
“Aku!”
“Aku juga ikut!”
“Pembangkit Lv.1 dan Lv. 2, kita tidak pergi ke area Lv. 5, jadi kita pergi ke area Lv. 1 dan Lv. 2 untuk mencari buah, bunga, dan tanaman Lv. 1 saja. Itu juga bisa membantu Kak Feliks!”
“Ide bagus! Yang di atas, kamu sungguh pintar!”
“Huhu! Akhirnya kita pembangkit Lv. 1 dan Lv. 2 bisa berguna!”
“Haha! Kali ini, kita Lv. 1 juga berkontribusi dalam duel ini!”
“Ayo semuanya bertindak! Cepat! Sepenuhnya bekerja sama dengan Kak Feliks!”
“Tidak sampai titik terakhir! Kita tidak akan menyerah! Kita pasti akan menang!”
Kini, seluruh ruang obrolan sangat antusias. Feliks yang melihat ini pun menjadi sangat bersemangat!
Pada saat yang sama, dia juga merasa senang. Ada begitu banyak yang mau membantunya mencari mayat binatang buas Lv. 5 dan berbagai tanaman dan rumput. Dirinya yakin pasti akan mendapatkan panen besar dalam waktu sangat cepat.
Namun, pada saat ini juga avatar Johan Rahmadi bergerak.
Johan Rahmadi: “Haih! Sesulit itukah kalian mengakui kehebatan orang? Jelas-jelas lawan kita jauh lebih kuat dari kita dan kita sudah tidak ada peluang untuk menang. Kenapa kalian masih mau mimpi di siang bolong!”
Yoga Setiawan marah: “Johan Rahmadi! Kau kalau tidak mau bantu, ya sudah! Jangan banyak omong kosong! Diam saja kau!”
Johan Rahmadi: “Oke! Oke! Siapa bilang aku tidak mau bantu? Aku pergi cari rumput… Haih!”
Lalu, pada saat ini juga, system tertinggi mengirimkan notifikasi.
[Pemberitahuan: Hitung mundur berakhir, duel dimulai!]
Hitung mundur akhirnya berakhir. Duel telah dimulai!
__ADS_1
Feliks segera meninggalkan ruang obrolan…