
50 meter… 30 meter… 20 meter…
Feliks semakin lama semakin dekat dengan kedua gajah raksasa itu. Dia berjongkok dengan hati-hati, menahan napas, dan maju dengan pelan.
10 meter… 7 meter… 4 meter…
Sebentar saja, dia sudah berada di sisi kedua gajah raksasa. Hatinya pun menjadi gugup. Kini, gajah raksasa di sebelah kiri sedang menggulung rumput dan mengantarkannya ke mulut gajah raksasa di sebelah kanan dengan tatapan sangat mesra.
Gajah raksasa yang di sebelah kanan tidak menahan diri untuk menutup matanya dan menikmati rumput wangi yang di mulutnya dengan nikmat.
Begitu melihatnya, dalam hati Feliks langsung berpikir ini kesempatan yang pas! Kemudian, dia pun segera bertindak.
Wush~!
Cahaya pisaunya melintas secepat kilat dan memotong tenggorokan gajah raksasa di sebelah kiri…
Sret~!
Darah bepercikan ke wajah gajah raksasa yang di sebelah kanan! Saat membuka mata dan melihat adegan yang mengerikan ini, gajah hendak mengaum dengan ketakutan…
Wuhs~!
Cahaya pisau melintas lagi!
“Auu… Geeer… Geeer… Geeer…”
Sebelum suara auman gajah raksasa itu keluar dari tenggorokannya, Feliks sudah memotongnya dengan pisau. Kemudian, terdengarlah suara auman yang tak terkeluarkan menjadi suara gumam yang aneh.
Gajah itu menatap dengan terbelalak kaget, terhuyung mundur beberapa langkah, dan terjatuh ke tanah dengan pandangan tak berdaya.
Bam~!
Tubuh besar itu membuat tanah sedikit bergetar. Serangkaian perubahan ini cukup membuat keributan, sehingga kawanan gajah di dekat mereka menyadarinya dan mengangkat kepala untuk menoleh ke sini.
Feliks dari awal sudah mempersiapkan diri. Dia segera bertelungkup di tanah dan menyembunyikan tubuhnya di samping gajah raksasa pertama…
Dengan bantuan rumput setinggi setengah manusia dan mayat gajah raksasa yang tinggi, kawanan gajah di situ sama sekali tidak menemukan sosok Feliks.
Namun, pada saat ini juga, angin sepoi-sepoi bertiup, bau darah yang samar-samar pun melayang di udara. Kawanan gajah segera merasakan ada yang tidak beres.
Mereka tahu itu bau darah kawan sejenisnya. Lalu, melihat lagi ke dua gajah raksasa yang postur berbaringnya agak aneh, mereka yakin pasti telah terjadi sesuatu.
Ang~!
__ADS_1
Segera, ada seorang jenderal mamut yang mengaum dan menggiring 5 ekor gajah raksasa ke lokasi kecelakaan.
Groooar! Groooar!
Tepat ketika mereka mendekat, dua mayat gajah raksasa menyinarkan cahaya putih yang kemudian mengalir ke tubuh Feliks satu demi satu…
[Berhasil membunuh Gajah Mamut Barbar Lv. 12. Dapatkan +610 poin VIT.]
[Berhasil membunuh Gajah Mamut Barbar Lv. 12. Dapatkan +610 poin VIT.]
Ang~!
Jenderal mamut segera menyadarinya dan melihat ke arah cahaya putih itu terbang.
Feliks menghela napas tak berdaya. Dia tahu dirinya sudah tidak bisa bersembunyi lagi, jadi segera menghindar dan meluncur ke rerumputan.
Ang~!
Jenderal mamut mengaum dengan kaget dan bergegas maju. Dia melihat sesosok bayangan hitam yang menyelinap ke dalam rerumputan.
Bayangan hitam itu pasti ada sesuatu!
Jenderal mamut berlari semakin cepat dan akhirnya tiba di lokasi kecelakaan. Kelima gajah raksasa lainnya pun terus menyusulnya dari belakang. Sedangkan Raja Mamut dan kawanan gajahnya, jarak mereka lebih jauh dari sini, jadi tidak bisa melihat dengan jelas. Mereka sampai sekarang pun, belum mengetahui apa yang sedang terjadi dan hanya menatap ke sini dengan linglung.
Hanya saja, mereka tetap sangat waspada.
Tak lama kemudian, jenderal mamut dan kelima gajah raksasa tiba di lokasi kecelakaan. Hanya sepintas, mereka langsung melihat dua gajah raksasa tergeletak di genangan darah.
Ang~! Ang~!
Ang~!
Gajah-gajah raksasa itu langsung mengaum dengan sedih dan marah. Kemudian, jenderal mamut memimpin kelima gajah raksasa ke arah Feliks melarikan diri.
Pembunuh kawan mereka pasti bayangan hitam yang keji itu!
Ang~!
Raja Mamut juga terkejut.
Jenderal mamut telah memberitahukan kabar kematian tragis dari kawan sejenisnya.
Ang~! Ang~!
__ADS_1
Raja Mamut pun sangat marah dan sedih!
Dia mengaum ke langit dengan suara yang menggema dan menggetarkan di seluruh padang rumput. Lalu, dia menggerakkan tubuhnya dan berjalan ke gajah raksasa yang telah dibunuh dengan tragis dalam suasana hati yang sedih.
Semua gajah mengikutinya.
Di sisi lain, Feliks sedang melarikan diri dengan cepat di dalam rerumputan dengan gaya berbungkuk.
Wush~! Wush~! Wush~!
Kecepatan Feliks sangat cepat, seperti bayangan kilat.
Bam~! Bam~! Bam~!
Di belakangnya juga terdengar suara lari yang menggetarkan tanah. Itu jenderal mamut dan lima gajah raksasa yang sedang mengejarnya.
Enam tubuh besar jenderal mamut dan gajah raksasa yang besar seperti enam bukit yang bisa bergerak, terus mengguncangkan tanah sampai tanah bergemuruh dan bergetar.
Pada saat ini juga, Feliks tidak bisa menahan diri untuk menoleh ke belakang.
Gila~!
Kecepatan enam tubuh raksasa itu cepat sekali! Mereka bahkan tidak jauh lebih lambat darinya!
Jelas sekali, mereka sudah marah besar dan bersumpah mau membalaskan dendam kawan sejenisnya. Hanya saja, setelah mereka mengejar ke sini, otomatis mereka pun terpisah dari kawanannya. Kini jarak mereka sudah terpisah sejauh 7-8 meter.
Melihat ini, Feliks menjadi sangat senang.
Sebenarnya, ini juga rencana yang sengaja dirancang olehnya.
Tujuannya adalah memancing sekelompok gajah raksasa keluar dari kawanan gajah yang besar. Kini, tujuannya telah tercapai.
Setelah memikirkannya, dia pun berhenti melarikan diri dan langsung berdiri dengan tegak. Kemudian, menyerbu ke enam tubuh raksasa yang sedang mengejarnya.
Kini, jenderal mamut sudah menyadari kemampuan Feliks dan matanya terlihat sangat terkejut.
Ternyata, pembunuhnya hanya seorang manusia yang baru mencapai Lv. 7. Bisa-bisanya seorang manusia kecil Lv. 7 membunuh kawan Lv. 12 sejenisnya. Ini sungguh di luar dugaannya.
Namun, setelah terkejut, dia semakin emosi. Manusia yang terhina ini pasti telah menggunakan trik licik untuk membunuh kawannya. Dirinya pasti mau menginjak manusia ini sampai mati!
Ang~!
Jenderal mamut sambal mengaum, sambal menyerbu dengan liar.
__ADS_1
Lima gajah raksasa lainnya juga ikut menyerbu.
Keenam tubuh raksasa ini seperti enam tank. Momentumnya sungguh sangat mengerikan…