Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
Bertarung Sekuat Tenaga!


__ADS_3

Kemenangan dan kekalahan duel kali ini sangat penting! Misi membuka peta juga sangat penting!


Semakin cepat membuka peta, semakin menguntungkan! Ini berhubungan dengan masa depan desa! Mungkin saja, masa depan no. 911 juga merupakan masa depan orang Indonesia region 1!


Setelah memikirkannya, Feliks mempercepat langkah kakinya dan bergegas ke Gunung Semut…


Pada saat yang sama, ruang obrolan sedang sangat heboh. Seluruh desa segera dimobilisasi.


“Teman-teman! Sudah mulai! Duel sudah dimulai!”


“Aku sangat cemas, nih! Tapi aku hanya Lv. 2, sama sekali tidak bisa membantu!”


“Ya! Hanya melawan binatang buas Lv. 5 sendirian, baru bisa mendapatkan poin! Itu hanya bisa dilakukan oleh pembangkit yang sudah mencapai Lv. 5. Kini desa kita juga hanya memiliki 4 orang Lv. 5, ‘kan.”


“Yang di atas, kamu sudah berapa lama tidak melihat papan peringkat? Selain kak Feliks, Kak Deon Daniela sudah mencapai Lv. 6. Sani Louis, Yoga Setiawan, Fairuz Gauhar, Adam Caleb, Santo Antonio, dan Johan Rahmadi ber-6 sudah mencapai Lv. 5.”


“Gila! Banyak sekali! Ternyata desa kita sehebat ini!”


“Omong kosong! Desa kita ‘kan sudah menang duel 3x. Kamu kira itu semua kemenangan tanpa manfaat?”


“Haha! Bagus! Bagus sekali!”


“Ya! Dengan begini, orang yang bisa menghasilkan poin untuk desa kita ada 8 orang!”


“Yang di atas, kamu meremehkan siapa? Meskipun aku baru mencapai Lv. 4, tapi dengan bantuan talenta Level D, aku juga bisa membunuh monster Lv. 5 sendirian dan mendapatkan poin!”


“Haha! Aku juga sudah mencapai Lv. 4 dan memiliki talenta level D! Aku juga bisa membunuh binatang buas Lv. 5!”


“Kebetulan sekali! Aku juga!”


“Aku juga! Haha!”



Pada saat ini, tiba-tiba muncul 9 pembangkit Lv. 4 yang memiliki talenta Level D dan mengatakan memiliki kemampuan untuk membunuh binatang buas Lv. 5.


Seluruh ruang obrolan bersorak dengan gembira.


“Wah! Kakak-kakak hebat yang di atas, kalian sungguh luar biasa! Baru mencapai Lv. 4 sudah bisa membunuh binatang buas Lv. 5! Aku sungguh tidak menyangkanya!”


“Haha! Yang di atas, kita ‘kan sudah menang duel sebanyak 3x berturut-turut, sehingga mendapatkan 60 poin atribut secara gratis. Kami akan terlalu memalukan jika masih tidak bisa melawan binatang di atas level kita!”


Kali ini, Yoga Setiawan mereka pun muncul.


Yoga Setiawan: “Haha! Benar! Aku juga sedang dalam perjalanan pergi membunuh binatang buas Lv. 6!”


Adam Caleb: “Haha! Aku juga mau pergi membunuh binatang buas Lv. 6!”


Sani Louis: “Deon, berarti kamu mau pergi membunuh binatang buas Lv. 7, ya?”


Deon Daniela: “Aku sudah di area binatang buas Lv. 7!”


Johan Rahmadi: “Seru! Ini benar-benar seru! Begitu dihitung, desa kita memiliki 17 orang yang bisa mencetak poin sekarang! Takutnya tidak ada desa lain yang bisa menandingi kita!”


Fairuz Gauhar: “Haha! Tentu saja! Desa no. 911 adalah desa terkuat di region 1! Kita orang Indonesia adalah pembangkit terkuat!”


“Eh, aku juga sudah mencapai Lv. 4, tapi talentaku masih Level E, jadi tidak bisa membunuh binatang buas Lv. 5 sendirian. Kalau aku bisa naik ke Lv. 5, pasti bisa membunuh binatang buas Lv. 5 juga!”


“Yang di atas, kondisiku sama denganmu!”


“Sial! Aku juga!”


“Gila! Kakak-kakak Lv. 4 yang di atas, kalian juga punya potensi untuk mencetak poin, nih!”


“Ya! Kakak-kakak semuanya, kita yang Lv. 2 dan Lv. 3 sudah pasti tidak bisa mencetak poin. Bagaimana kalau kita bantu mereka naik ke Lv. 5 dulu. Dengan begitu, desa kita akan memiliki lebih banyak pembangkit kuat yang dapat mencetak poin!”


“Haha! Ide bagus! Ini benar-benar ide bagus!”


“Kakak yang di atas, di mana titik koordinat kalian? Kami akan membantu kalian naik level!”


“Haha! Baguslah! Aku di area binatang buas Lv. 4, titik koordinat 223,345!”


“Aku juga berada di area binatang buas Lv. 4, titik koordinat 589,227!”


“Oke! Kami segera tiba!”


“Baguslah! Terima kasih, teman-teman!”

__ADS_1


“Jangan segan begitu! Begitu kalian memiliki kemampuan untuk membunuh binatang buas Lv. 5, kita pun akan lebih mudah memenangkan duel ini!”


“Benar sekali! Semuanya ayo berjuang bersama! Haha!!”


Yoga Setiawan: “Teman-teman, jangan lupa! Pencetak poin utama kita masih Kak Feliks. Jika kalian telah menemukan rumput spirit, buah spirit, atau binatang buas mutan, langsung tukarkan itu dengan Kak Feliks. Itu akan berguna untuknya!”


“Kak Yoga, tenang saja! Kami selalu mengingatnya!”


“Wah! Beruntung sekali! Aku menemukan satu buah spirit! Pas sekali untuk menukarkannya dengan pisau baja Kak Feliks! Haha!!”


“Yang di atas sungguh beruntung! Aku iri sekali!”


“Teman-teman, jangan basa-basi lagi. Ayo berjuang! Haha!”


Saat ini, seluruh ruang obrolan penuh dengan tawa. Semua orang bersatu dengan kompak dan sangat antusias!


Pada saat yang sama, di dalam ruang obrolan desa no. 383.


Orang Korea juga sedang melakukan mobilisasi.


“Desa kita hanya memiliki 3 orang yang telah mencapai Lv. 5 dan bahkan tidak ada yang telah mencapai Lv. 6. Efisiensi kita sudah pasti sangat lambat!”


“Yang di atas, meskipun aku sudah mencapai Lv. 5, tapi aku tidak sanggup mengalahkan binatang buas Lv. 5 sendirian!”


“Kamu bercanda, ‘kan?”


“Manusia lebih lemah dari binatang buas yang sama level itu normal!”


Ini memang benar!


Jelas sekali, tidak semua orang di dalam desa bisa seberuntung desa no. 911 dan mendapatkan 60 poin atribut secara gratis.


Orang-orang Indonesia desa no. 911 bisa dikatakan merupakan pembangkit yang menonjol di levelnya.


Pada saat yang sama, orang-orang India di desa no. 446, malah tampak sangat bersemangat.


Salman: “Haha! Tuan Amir, kali ini kita akhirnya bisa membalas dendam!”


Amir: “Tentu saja! Pihak kita ada 24 desa dan orang Indonesia sana hanya 3 desa. Mereka sudah pasti kalah!”


Salman: “Tuan Amir, mungkinkah si Feliks itu salah operasi? Kalau tidak, bagaimana mungkin dia membuat kondisi menjadi 3 VS 24!”


“Tuan Amir, kami juga sama senang denganmu!”


“Teman-teman, kalau begitu, ayolah kita bernyanyi dan menari bersama! Haha!”


Saat ini, seluruh orang India yang berada di desa no. 446 bernyanyi dan menari dengan gembira.


Pada saat yang sama, orang-orang Jepang yang di ruang obrolan no. 5 juga sedang melakukan mobilisasi.


Takeda Shin: “Tuan Miyamoto, pendataan telah selesai! Desa kita memiliki 12 orang yang telah mencapai Lv. 5, di antaranya ada 9 orang Lv.  5, 2 orang Lv. 6, dan Anda Lv. 8!”


Takeda Shin: “Namun, kita baru saja kalah duel tadi, jadi sumber daya kita telah berkurang setengah, kekuatan semuanya juga melemah. Sembilan orang yang telah mencapai Lv. 5 sama sekali tidak bisa melawan binatang buas Lv. 5 sendirian sehingga tidak bisa mencetak poin!”


Rami Miyamoto: “Ini semua salah Feliks yang menyebalkan itu! Kalau dia tidak main curang, kia pasti tidak akan kalah!”


Takeda Shin: “Tuan Miyamoto, kali ini kita pasti akan menang! Faksi pihak kita ada 24 desa dan mereka hanya 3 desa! Kita lebih banyak 24x lipat dari mereka!”


Rami Miyamoto: “Kali ini, aku akan menghapus rasa malu sebelumnya dan membalas ini semua! Jika aku gagal lagi, aku akan memotong perut sendiri untuk membunuh diri, demi kehormatan! Tolonglah!”


Rami yang sepertinya telah melihat harapan membalas dendam, bersumpah dengan percaya diri lagi. Namun, orang-orang Jepang hanya melihatnya dengan diam.


Semua negara ini sangat optimis dan berpikir pasti akan menang.


Tak lama kemudian, semua negara mulai beraksi dan memburu binatang buas untuk mencetak poin…


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Dalam seketika, satu jam berlalu.


Di perbatasan barat Padang Rumput Lolo desa no. 911. Feliks melihat Gunung Semut yang di depannya sambil tersenyum.


Setelah satu jam perjalanan, akhirnya dia sampai di tempat tujuan. Sepanjang jalan, dia juga telah bertemu dengan 7 ekor binatang buas Lv. 12 dan membunuh itu semua. Ini selain telah membantu Feliks mencapai Lv. 9 (26980/100000), tapi juga memberinya ekstra 14 poin atribut.


Panen yang cukup memuaskan.


Pada saat yang sama, dia juga membunuh binatang buas Lv. 5 mencetak 1 poin, binatang buas Lv. 6 mencetak 2 poin. Begitu pula, membunuh binatang buas Lv. 12 mencetak 8 poin. Hanya dengan 1 jam saja, dia telah mencetak 56 poin.


“Sudah tiba Gunung Semut! Bentar lagi akan bisa memulai pembantaian!”

__ADS_1


Feliks bergumam dalam hati. Hanya memikirkannya saja, dia sudah merasa sangat bersemangat.


Di mana Ratu Semut Emas berada, pasti ada pasukan semut. Pasukan semut itu mewakili banyak kekuatan dan poin!


Oh, iya! Tidak tahu juga bagaimana kondisi Deon mereka sana setelah satu jam?


Begitu memikirkannya, Feliks segera memasuki saluran peringkat dan sungguh ada daftar peringkat poin.


[Peringkat Poin Duel Faksi No. 911]


Peringkat Ke-1: Feliks Jyan, 56 poin.


Peringkat Ke-2: Deon Daniela, 9 poin.


Peringkat Ke-3: Sani Louis, 5 poin.


Peringkat Ke-4: Yoga Setiawan, 4 poin.


Peringkat Ke-5: Adam Caleb, 3 poin.


Peringkat Ke-6: Fairuz Gauhar, 2 poin.



Total poin: 93 poin…


Bagus! Bagus!


Hanya dalam satu jam, desa no. 911 sudah mencetak 93 poin. Sungguh luar biasa!


Total orang-orang yang telah mencetak poin bahkan mencapai 17 orang.


Ini benar-benar hebat!


Deon yang sendirian telah mencetak 9 poin, harusnya sudah bisa termasuk pembangkit yang kuat di seluruh region 1. Namun, kesenjangan antara dia dan Feliks baru saja dimulai!


Setelah memikirkan ini, Feliks pun keluar dari saluran peringkat dan berjalan ke Gunung Semut. Segera, dia tiba di kaki Gunung Semut yang tampak tandus dan penuh dengan bijih.


Feliks menggerakkan benaknya dan memindai bijih-bijih itu.


[Nama]: Bijih Besi


[Level]: Lv. 0 (salah sumber daya dasar Desa Pemula)


[Efek]: Dapat digunakan untuk berbagai infrastruktur di Desa Pemula


Wah~! Gila~!


Ternyata bijih besi ini sumber daya Lv. 0! Berarti pasti ada gunanya!


Teh Lv. 0 bisa menyegarkan dan menghilangkan rasa lelah, serta memberikan Feliks 1 prestise. Kalau begitu, bijih bisa ini pasti akan bermanfaat juga di masa depan.


Feliks melihat lagi ke Gunung Semut yang tandus dan penuh dengan bijih besi.


Sepertinya dirinya baru saja menemukan basis sumber daya yang sangat besar!


Haha! Lumayan! Bagus!


Ini penemuan yang menarik!


Feliks merasa sangat gembira. Lalu, pada saat ini juga, ada suara merangkak yang padat di lembah tambang di depan. Dia terkejut dan segera menahan napas sambil memegang erat gagang pisau dengan satu tangan, kemudian membungkukkan tubuh dan memasuki lembah gunung dengan hati-hati.


Ini adalah wilayah Ratu Semut Emas, jadi dirinya tidak berani lengah.


Tak lama kemudian, Feliks pun tiba di depan lembah dan bersembunyi di balik batu besar untuk mengamati dalam lembah. Begitu melihatnya, seluruh tubuhnya merinding.


Dia melihat lebih dari 200 semut raksasa yang merayap di lembah. Panjang tubuhnya sekitar 1 meter. Seluruh tubuhnya berwarna hitam dan memancarkan cahaya logam yang mengerikan.


Lalu, Feliks juga menyadari itu semua semut yang sudah mencapai Lv. 12 dan di antaranya juga ada belasan prajurit semut Lv. 13. Yang lebih menakutkan lagi, ini hanyalah kekuatan periferal dari prajurit semut.


Di dasar lembah tambang, ada lagi sebuah pintu masuk gelap gulita yang dapat menuju sarang dan sejumlah besar semut raksasa sedang masuk dan keluar dari situ.


Ini sarang semutnya! Ratu semut emas ada di dalam sarang itu!


Dengan ini dapat dilihat, Feliks tidak akan bisa membunuh Ratu semut emas dengan mudah! Namun, kini dia malah terlihat sangat bersemangat!


Haha!

__ADS_1


Banyak sekali semut raksasanya! Mereka semua menandakan poin dan kekuatan! Jika dirinya berkeliaran untuk mencari binatang buas, paling banyak juga hanya dapat bertemu 10 ekor binatang buas dalam satu jam, tapi sekarang, dia tidak perlu repot-repot mencari binatang buas lagi karena ratusan semut raksasa yang di depan mata.


Ini juga menjadi dasar kepercayaan dirinya akan memenangkan duel faksi kali ini!


__ADS_2