Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS

Pembunuhan Global: Bangkitkan Talenta Level SSS
114


__ADS_3

Waktu mengkilat! Dalam seketika, 2 jam berlalu. Ditambah lagi, 1 jam sebelumnya yang digunakan untuk membersihkan medan perang, total sudah berlalu 3 jam.


Kini Feliks telah berdiri di luar Lembah Manyar.


Lembah Manyar ini berada di bagian timur Padang Rumput Lolo.


Target ke-4 Feliks - Siluman Pohon (Kelas Raja), yang berada di dalam lembah.


Oh, iya, setelah berlalu 3 jam, Desa Asal Garuda juga telah mengalami kemajuan besar. Jumlah Pondok Lv. 1 mereka sudah mencapai 93 bangunan dan sebentar lagi akan mencapai target 100 bangunan. Deon Daniela juga telah mencapai Lv. 9 pada 2 jam yang lalu. Adam Caleb juga segera menyusulnya pada 15 menit yang lalu. Selain itu, Johan Rahmadi juga telah berhasil melewati Sani Louis, Yoga Setiawan, Fairuz Gauhar, dan Hanson Mitra, mencapai Lv. 9 lebih dulu. Ini sedikit mengejutkan Feliks.


Berdasarkan kekuatan, Johan Rahmadi harusnya lebih lemah dari Sani Louis, Yoga Setiawan, Fairuz Gauhar, dan Hanson Mitra. Ini membuat Feliks sedikit penasaran, tapi dia tidak memiliki waktu lebih untuk mempertanyakannya saat ini.


Targetnya saat ini adalah segera membunuh Siluman Pohon dan mendapatkan Inti Raja (Kayu).


Oh, iya, sejak Feliks telah mengupgrade pondoknyak ke Lv. 2 dan mendapatkan 100 poin atribut, serta menaikkan level pribadi ke Lv. 12, kekuatan kombat dirinya juga meroket.

__ADS_1


Selama perjalanan dari Danau Gugur ke Lembah Manyar, dia telah membunuh 30-an ekor binatang bus Lv. 11 dan mendapatkan puluhan poin atribut. Tanpa disadari, dia juga telah mencapai batas maksimal ekstraksi binatang buas Lv. 11.


Kekuatan kombat Feliks secara otomatis juga telah meningkat hingga Batas Atas bintang 87.


"Kekuatan kombatku telah mencapai bintang 87. Tunggu aku mencapai bintang 100, maka aku akan menjadi anggota tingkat Bumi. Tidak tahu juga perubahan apa yang akan terjadi setelah aku menjadi master tingkat Bumi?"


Feliks sangat mendambakannya. Tentu saja, yang paling dia dambakan adalah mengalahkan Penghukum Tertinggi dan mendapatkan hadiah yang berlipat ganda. Hanya saja, kekuatan kombat para Penghukum Tertinggi itu sudah mencapai bintang 100. Feliks sungguh tidak yakin sistem tertinggi akan mengutus Penghukum Tertinggi yang betapa kuat pada 4 hari kemudian!


Sejak membunuh Raja Kura-kura Bertanduk Satu, Feliks tiba-tiba sadar akan suatu fakta, yatiu kesulitan dia membunuh Raja kura-kura jelas sekali telah melebihi tingkat kesulitan misi level C.


Dengan logika yang sama, evaluasi Penghukum Tertinggi yang akan diadakan 4 hari kemudian, akankah sistem tertinggi meningkatkan tingkat kesulitan dan mengutus Penghukum Tertinggi yang lebih kuat?


Mungkin saja, desa lain hanya akan didatangi Penghukum Tertinggi yang hanya memiliki kekuatan kombat bintang 100. Sedangkan Desa Asal Garuda, akan didatangi Penghukum Tertinggi dengan kekuatan kombat bintang 150 atau bahkan bintang 200.


Begitu memikirkannya, Feliks menjadi kebingungan. Karena ini sangat mungkin terjadi!

__ADS_1


Bodoh amat, deh!


Kini yang terpenting itu bunuh Siluman Pohon dan selesaikan misi buka peta sesegera mungkin.


Setelah memikirkannya, Feliks pun berjalan memasuki lembah. Dia sangat mengerti, dirinya hanya akan menjadi lebih kuat dengan menyelesaikan misi dan hanya menjadi lebih kuat, dirinya baru bisa bertahan hidup di dunia pembunuhan ini. Karena itulah, Feliks tidak pernah berhenti meningkatkan kinerja pribadi dan menjadi lebih kuat.


Sebentar saja, Feliks masuk ke dalam lembah.


Begitu masuk, dia segera melihat ladang besar yang dipenuhi ratusan kuntum bunga raksasa. Tampaknya sangat indah, tapi bunga-bunga itu terlalu besar, dan hampir seperti wastafel kamar mandi. Warna bunga sangat beragam, ada merah, kuning, biru, ungu, dan warna-warni lainnya.


Bunga-bunga itu tampaknya sangat indah, tapi juga memancarkan aura yang sedikit angker. Feliks sangat waspada dan segera memindainya dengan Mata Kebenaran.


Tumbuhan Siluman: Bunga Kanibal Psikedelik


Level: Lv. 15

__ADS_1


__ADS_2