Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Cemburu


__ADS_3

"Perut ku sangat mual ketika mencium bau masakan itu," ucap Venisa.


"Bukannya bau masakan nya harum?" tanya Daka.


"Tapi aku menciumnya membuat perut ku mual. Aku ingin makan mie ayam dekat sekolah ku dulu," pinta Venisa.


"Mie ayam? Tidak itu makanan tidak sehat," Tolak Daka.


"Ya sudahlah aku tidak mau makan, aku ingin tidur saja," ucap Venisa dengan nada kesal sambil membalikkan badannya.


Grep


Daka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memeluk Venisa dari arah belakang.


"Sayang, pagi - pagi makan mie ayam kurang bagus bagaimana kalau makanannya di ganti yang lain," pinta Daka.


"Baiklah kalau begitu aku ingin makan masakan daddy," ucap Venisa.


"Baiklah kalau begitu kita pergi ke rumah orang tuamu?" ucap Daka sambil melepaskan pelukannya.


"Kenapa ke rumah orang tuaku?" tanya Venisa sambil berjalan mengikuti langkah suaminya.


"Lho bukannya tadi bilang ingin makan masakan daddy? makanya kita pergi ke rumah orang tuamu," jawab Daka.


"Bukan daddy ku tapi daddynya darling," jawab Venisa.


"Apa???" tanya Daka dengan nada terkejut sambil menghentikan langkahnya.


bruk


Venisa yang berjalan di belakang suaminya tidak bisa menghentikan langkahnya ketika suaminya mendadak menghentikan langkahnya membuat Venisa menabrak punggung suaminya.


Grep


Venisa nyaris terjatuh jika saja Daka tidak memeluknya.


"Darling kenapa berhenti mendadak?" tanya Venisa dengan nada kesal.


"Habis aku kaget ketika sayang ku mengatakan meminta dimasakkan sama daddy," jawab Daka sambil melepaskan pelukannya.


"Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin merasakan masakan daddy," jawab Venisa.


"Kalau tidak bisa, aku ingin tidur saja karena tidak ada yang sayang sama aku," ucap Venisa dengan mata berkaca-kaca ketika melihat kalau Daka merasakan keberatan.


Daka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengambil ponsel nya dari saku jas nya untuk menghubungi mommy Karen dan Sambungan pertama langsung di angkat.


("Hallo sayang," panggil mommy Karen dengan nada lembut).


("Mommy!!"teriak daddy David dengan nada cemburu sambil merebut ponsel milik istrinya).

__ADS_1


("Hei jangan telepon istriku!!" bentak daddy David)


Tut tut tut


("Dad ..." ucapan Daka terpotong karena daddy David memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak).


"Ahhhhhh.... sudah tua juga masih cemburu," ucap Daka dengan nada kesal.


"Daddy, kenapa marah - marah?" tanya Venisa dengan nada bingung.


"Biasa daddy, begini saja kita ke dokter terus kita pergi ke rumah orang tua ku," usul Daka.


"Ok," jawab Venisa singkat.


Venisa dan Daka kemudian pergi meninggalkan mansion mereka menuju ke rumah sakit. Di tempat berbeda tepatnya di mansion mommy Karen sedang menatap kesal ke arah suaminya pasalnya ponselnya di rebut di tambah ponselnya di banting hingga berkeping-keping.


"Kenapa menatap daddy seperti itu?" tanya daddy David sambil menahan amarahnya.


"Daddy, mommy kan lagi bicara dengan ..." ucapan mommy Karen terpotong oleh suaminya.


"Selingkuhan ... Betulkan?" tanya daddy David sambil menatap amarahnya.


"Apakah Mommy serendah itu di mata daddy?" tanya mommy Karen dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau bukan lalu kenapa memanggil dengan sebutan kata sayang?" tanya Daddy David.


"Memang nya salah memanggil ..." ucapan mommy Karen terpotong kembali oleh suaminya.


"Mommy tahu, tapikan ..."ucapan mommy Karen terpotong kembali oleh suaminya membuat mommy Karen menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"Tidak ada tapi-tapian," jawab daddy David sambil mengeluarkan pisau lipatnya dengan mata mendadak berubah menjadi merah.


"Daddy akan mem bu nuh mommy seperti dulu?" tanya mommy Karen.


tes


tes


"Betul sekali setelah itu daddy akan mem bu nuh pria itu," ucap daddy David tanpa memperdulikan air mata istrinya yang menetes.


"Apakah daddy tega membunuh ..." ucapan Mommy Karen terpotong oleh daddy David.


"Kenapa ti.."ucapan daddy David terpotong oleh istrinya.


"Berarti daddy tidak sayang dengan kami," jawab mommy Karen.


"Maksud mommy? Mommy sangat sayang dan mencintai selingkuhan mommy??" tanya daddy David dengan nada satu oktaf sambil mengarahkan pisau lipat nya ke arah perut istrinya.


"Daddy boleh melakukan apapun terhadap mommy tapi mommy mohon jangan lakukan untuk ..."ucapan mommy Karen lagi - lagi terpotong.

__ADS_1


"Mem bu nuh selingkuhan mommy," jawab daddy David.


"Daddy, bisakah mommy bicara tanpa perlu memotong pembicaraan mommy, sekali ini saja," pinta mommy Karen sambil menyatukan ke dua tangannya.


"Baik, katakan," ucap daddy David sambil menahan amarah nya.


"Daddy boleh melakukan apapun terhadap mommy termasuk menyiksa dan membunuh mommy tapi mommy mohon jangan lakukan untuk ke dua anak kita Daka dan Denisa bersama pasangan masing-masing, " mohon mommy Karen.


"Tentu saja tidak mereka adalah anak yang daddy sayangi," jawab daddy David.


"Lalu kenapa daddy ingin mem bu nuh Daka?" tanya mommy Karen.


"Maksud mommy apa? Daddy tidak mungkin melakukan itu," jawab daddy David dengan wajah bingung.


"Tadi daddy bilang setelah membunuh mommy mau mem bu nuh Daka," ucap mommy Karen.


"Jadi yang menelepon mommy tadi itu Daka?" tanya daddy David yang mulai mengerti arah pembicaraan mommy Karen.


"Iya benar Daka yang menghubungi mommy, jadi mommy minta jangan mem bu nuh putra kita cukup mommy saja, " jawab Mommy Karen.


Mommy Karen memejamkan matanya sambil mengangkat ke dua tangannya ke arah samping kanan dan kiri seakan pasrah jika hari ini di bu nuh oleh suaminya.


Cling


Grep


Daddy David menjatuhkan pisau lipatnya kemudian memeluk tubuh mungil istrinya. Dirinya sangat menyesal karena tidak bisa menahan amarahnya.


"Maafkan daddy, daddy tidak bisa mengendalikan amarah ketika mommy mengatakan sayang waktu mommy menerima telepon. Mommy boleh menghukum daddy tapi daddy mohon jangan tinggalkan daddy," mohon daddy David.


"Mommy tidak akan menghukum daddy atau pun meninggalkan daddy karena mommy sangat mencintai daddy. Mommy hanya minta satu hal percaya lah pada mommy apapun yang terjadi mommy akan selalu setia dan selalu mencintai daddy hingga mommy menutup mata untuk selama - lamanya," ucap mommy Karen sambil membalas pelukan suaminya.


"Jika mommy pergi maka daddy juga ikut," ucap daddy David.


"Daddy harus kuat apalagi anak - anak kita membutuhkan daddy," ucap mommy Karen.


"Ssttt ... Jangan bicara tentang kematian karena daddy sangat takut kehilangan mommy," ucap daddy David sambil mendorong perlahan tubuh mommy Karen.


"Mommy juga takut kehilangan daddy," ucap mommy Karen.


"Putra kita nelpon mommy mau mengobrol tentang apa?" tanya daddy David.


"Mommy mana tahu, pas Daka telepon ponsel milik mommy di rebut dan di ban ting sama daddy," jawab mommy Karen dengan nada kesal.


"Maaf mommy, nanti daddy beliin ponsel baru lagi," ucap daddy David dengan wajah bersalah.


"Daddy telepon Daka saja karena ponsel mommy tidak bisa di hubungi," ucap mommy Karen.


"Baik," jawab Daddy David sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya.

__ADS_1


("Lain kali aku akan hati - hati dalam bicara karena kini aku tahu kalau suamiku sangat mudah cemburu," ucap mommy Karen dalam hati).


__ADS_2