
Daka menggendong tubuh istrinya dan keluar dari ruangannya menuju ke ruang UGD dengan perasaan kuatir dan berharap baik - baik saja.
Kini Daka duduk sambil menatap ke arah pintu UGD sambil berharap istrinya baik - baik saja.
("Aku berjanji untuk menjaga dan melindungi mu dari orang yang berniat memisahkan kita. Venisa dan Veni walau wajah dan tubuh kalian sama tapi aku bisa membedakannya jadi cara apapun yang kamu lakukan aku tidak akan mungkin tertipu," ucap Daka dalam hati).
Tidak berapa lama ponsel milik Daka berdering membuat Daka mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Daddy telepon," ucap Daka sambil menggeser tombol berwarna hijau.
("Hallo dad," panggil Daka).
("Kalian sudah mengecek ke dokter kandungan? Anaknya kembar atau satu?" tanya daddy David penasaran).
("Belum dad, tadi ada masalah," jawab Daka).
("Masalah? Masalah apa?" tanya daddy David dengan nada terkejut).
("Veni datang dad dan mengatakan semuanya," jawab Daka).
("Kamu tidak kembali ke Veni kan?" tanya Daddy David).
("Tidak dad," jawab Daka).
("Bagus, jangan sampai kamu tertarik atau berani menjalin hubungan dengan wanita lain karena menurut Daddy kalau Venisa adalah wanita baik - baik dan juga wanita berbeda seperti wanita lainnya seperti Mommy mu," ucap Daddy David).
("Iya Dad, Daka tahu karena itulah Daka tetap mempertahankan Venisa," jawab Daka).
__ADS_1
("Bagus, sekarang kalian ada di mana?" tanya Daddy David).
("Daka lagi menunggu Venisa di ruang UGD tadi Venisa tidak sadarkan diri," jawab Daka).
("Semoga menantu Daddy dan Mommy baik - baik saja," ucap daddy David).
("Amin dad, oh ya Daddy telepon ada apa Dad?" tanya Daka).
("Ini mau menanyakan Venisa suka makan apa? Biar daddy masakin buat menantu kesayangan Daddy," jawab daddy David).
("Venisa suka apa saja dad," jawab Daka).
("Ok, kalau begitu daddy akan masak buat calon menantu daddy," jawab Daddy David).
("Terima kasih dad," jawab Daka).
("Terima kasih karena Daddy sangat baik sama Venisa," jawab Daka).
("Tidak perlu berterima kasih karena bagi Daddy kalian semua baik mommy, Daka, Venisa, Dennisa dan Dennis serta keluarga Rey adalah harta berharga Daddy jadi Daddy bersedia melakukan apapun untuk kalian," jawab Daddy David).
("Daka sangat bangga dan bahagia mempunyai orang tua seperti daddy dan mommy. Daka akan melakukan apapun untuk membahagiakan Mommy dan Daddy," jawab Daka).
("Daddy sangat bahagia mendengarnya, kalau ada apa-apa kabarin Daddy," ucap Daddy David).
("Baik dad," jawab Daka).
Tut Tut Tut Tut
__ADS_1
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Daka menyimpan ponselnya di saku jasnya bersamaan pintu UGD terbuka membuat Daka turun dari kursi dan berjalan ke arah dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya Daka dengan nada kuatir.
"Keadaan nyonya baik - baik saja dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan,'' jawab dokter tersebut.
"Kalau baik - baik saja, kenapa istriku pingsan?" tanya Daka.
"Karena nyonya hamil dan saya minta jangan membuatnya stress dan untuk lebih memastikan usia kandungan tuan bisa mengeceknya dengan dokter kandungan," jawab dokter tersebut
"Apa? Hamil dok?" tanya Daka dengan wajah terkejut.
"Iya hamil karena pas saya cek dengan menggunakan stetoskop saya mendengar detak jantung jadi kemungkinan besar istri tuan sedang hamil," jawab dokter tersebut.
"Baik dok, nanti kami akan memeriksa di dokter kandungan," ucap Daka sambil tersenyum bahagia.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan mau mengecek pasien lainnya," ucap dokter tersebut.
Daka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan Daka bersamaan pintu UGD di buka oleh perawat. Dua perawat mendorong brangkar di mana Venisa berbaring.
Kini Daka duduk di kursi dekat ranjang Venisa sambil menggenggam tangan istrinya dan menatapnya sambil tersenyum bahagia karena istrinya hamil. Perlahan jari jemari Venisa bergerak bersamaan ke dua mata Venisa membuka.
"Apa ada yang sakit sayang?" tanya Daka ketika melihat istrinya membuka matanya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1