Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Venisa


__ADS_3

"Mommy tahu akan kesedihan Daddy tapi Mommy mohon agar jiwa psychophat Daddy tidur kembali," mohon Mommy Karen.


("Mommy tahu kenapa jiwa psychophat Daddy bangun karena Daddy ingat dengan masa lalu di mana Mommynya Daddy meninggalkan Daddy demi seorang pria hingga Daddy kekurangan kasih sayang seorang Ibu," sambung Mommy Karen dalam hati).


Daddy David hanya diam hingga beberapa saat Daddy David dan Mommy Karen melepaskan pelukannya bersamaan mata Daddy David berubah menjadi biru.


"Daddy gendong," ucap Mommy Karen dengan nada manja.


("Maaf Daddy, Mommy melakukan ini agar Daddy tidak sedih dan marah secara bersamaan karena mengingat masa lalu," ucap Mommy Karen dalam hati).


"Mommy kok tumben manja?" tanya Daddy David.


"Bukan Mommy yang manja tapi ke tiga anak Daddy yang manja," jawab Mommy Karen sambil membelai perutnya.


Whushh

__ADS_1


"Anak - anak Daddy sayang banget dan manja sama Daddy ya?" tanya Daddy David.


"Benar Daddy, kami ingin di manja sama Daddy yang tampan," ucap Mommy Karen dengan suara mirip anak kecil.


"Pffftttt ... hahahaha..." tawa pecah Daddy David.


Mommy Karen ikut tersenyum sambil memberikan kode ke putra sulungnya Daka dan Daka yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


("Aku sangat senang melihat ke dua orang tuaku selalu rukun dan romantis. Nanti aku akan tanyakan sama Mommy mengenai Daddy kenapa sepasang mata Daddy bisa berubah menjadi merah," ucap Daka dalam hati sambil menatap kepergian ke dua orang tuanya menuju ke ruang perawatan).


Dua jam menunggu akhirnya pintu UGD terbuka tampak dokter dengan wajah lelahnya berdiri di depan pintu UGD sedangkan Daka yang melihat pintu UGD terbuka membuat Daka langsung berjalan ke arah dokter tersebut.


"Keadaan Istri Tuan baik-baik saja begitu pula dengan ke dua janinnya hanya saja lain kali tolong jangan membuat Istri Tuan stres ataupun sedih karena bisa membahayakan Istri Tuan maupun ke dua janin Tuan dan Nyonya," jawab dokter tersebut.


"Baik dok, boleh aku melihatnya?" tanya Daka.

__ADS_1


"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter tersebut.


"Baik Dok dan satukan ruangan bersama Mommy ku," pinta Daka.


"Baik Tuan," jawab dokter tersebut.


"Kalau begitu kami permisi dulu ingin mengecek pasien lainnya," sambung dokter tersebut.


Daka hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan Daka. Tidak berapa lama pintu ruangan UGD terbuka lebar dan dua perawat mendorong brangkar di mana Venisa berbaring menuju ke ruang perawatan.


"Venisa dan dua Cucu Oma dan Opa baik-baik saja kan?" tanya Mommy Karen ketika melihat Venisa baru saja masuk ke ruang perawatan dan diletakkan di sampingnya sesuai permintaan Mommy Karen agar dirinya bisa menggenggam tangan Venisa.


"Baik-baik saja Mom hanya saja dokter mengatakan jangan membuat Venisa sedih dan stress karena bisa membahayakan Venisa dan anak kami," jawab Daka menjelaskan.


"Jika Venisa sadar jangan ungkit masalah orang tuanya dan jangan sakiti hatinya," pinta Mommy Karen yang tidak tega melihat nasib Venisa

__ADS_1


"Baik Mom, Daka akan mengingatnya dan terima kasih buat Mommy dan Daddy yang selalu mendukung hubungan Daka dengan Venisa dan juga menasehati Daka," ucap Daka yang sangat bahagia karena ke dua orang tuanya sangat baik.


"Eugghhhh.." Lenguh Venisa sambil perlahan membuka matanya sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


__ADS_2