
"Venisa selalu mengajari Veni tapi Veni sulit menerima apa yang aku ajarkan sampai Veni merengek meminta supaya menukar identitas agar tidak dimarahi ke dua orang tua kami," jawab Venisa.
"Tapi kan itu sama saja menjerumuskan Veni untuk tidak mau belajar dan kamu selalu jadi kambing hitam akibat ulah Veni," ucap Mommy Karen.
"Apa yang dikatakan Mommy benar adanya tapi Veni selalu aku kasih tahu untuk belajar tapi Veni tidak mau karena dirinya lebih suka main," jawab Venisa.
"Kalau begitu jangan mau karena keenakan Veni," ucap Mommy Karen.
"Benar kata Mommy, tapi Veni mengancam akan menyakiti dirinya jika aku tidak mengikuti permintaan Veni," ucap Venisa.
"Veni benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Sampai kapan seperti itu?" tanya Mommy Karen.
"Sampai kami lulus sekolah dasar karena ke dua orang tua kami meminta Veni untuk sekolah khusus orang pintar namun Veni menolak dengan tegas," jawab Venisa.
"Tentu saja menolak karena dirinya tidak pintar," jawab Mommy Karen.
__ADS_1
"Betul sekali Mom," jawab Venisa.
"Terus apa yang selanjutnya terjadi?" tanya Mommy Karen penasaran.
"Veni meminta untuk sekolah khusus akting dan modeling karena Veni lebih menyukainya. Orang tua kami awalnya tidak setuju tapi karena rayuan Veni dan wajah memelas akhirnya Mommy setuju," jawab Venisa.
"Sejak saat itu Veni sekolah khusus akting dan modeling sedangkan aku sekolah di tempat biasa. Veni yang tidak ingin ketahuan mengancam ku untuk mengerjakan soal jangan benar semuanya hingga suatu saat karena aku jenuh dimarahi orang tuaku akhirnya aku melanggar peraturan Veni," sambung Venisa.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Mommy Karen.
"Ke dua orang tua kami tidak jadi bertanya malah membanggakan Veni di depanku supaya bisa menghasilkan uang yang banyak karena katanya uang orang tua kami habis untuk biaya sekolah kami karena itulah ke dua orang tua kami setiap hari berkerja keras," sambung Venisa dengan mata berkaca-kaca.
"Mommy baru tahu kalau ada orang tua perhitungan sama anak," ucap mommy Karen.
"Venisa baru juga tahu Mom, kalau ke dua orang tuaku memuji anaknya karena menghasilkan uang banyak," ucap Venisa.
__ADS_1
"Kemudian selanjutnya apa yang terjadi?" tanya Mommy Karen.
"Sejak kejadian itu Mommy selalu membanggakan Veni tanpa memperdulikan nilai ku yang selalu juara pertama hingga aku lulus kuliah dan mulai berkerja aku memutuskan untuk tinggal di apartemen dan sekali-kali pulang." ucap Venisa.
"Mommy mengerti kamu pasti sangat berat menjalani itu semua tapi sekarang kamu sudah menikah jangan menengok ke belakang lagi. Sudah ada suami yang sangat mencintaimu, ke dua mertuamu dan ke dua adik ipar mu di tambah nanti tiga yang tulus menyayangimu," ucap mommy Karen.
"Iya Mom," jawab Venisa sambil tersenyum bahagia.
Mommy Karen membalas senyuman Venisa dan tidak berapa dirinya menguap begitu pula dengan Venisa.
"Mommy sangat mengantuk mau tidur dan sepertinya kamu juga, tidurlah," ucap mommy Karen
"Iya Mom," jawab Venisa.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun tidur dengan pulas sambil berharap mimpi indah. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Daddy David dan Daka duduk di pojok kantin saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.
__ADS_1
"Veni sekarang berada di markas, apa yang kita lakukan sekarang apakah tinggal nama atau dipulangkan di mansion orang tuanya?" tanya Daddy David yang sengaja memilih duduk di pojok agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.