Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Sudah Daddy Hukum


__ADS_3

"Sudah Daddy hukum," jawab Daddy David.


"Pasti Daddy menghukum mereka sangat sa dis," ucap Mommy Karen yang bisa menebak apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Mereka pantas mendapatkannya," jawab Daddy David.


"Kenapa tidak di tembak saja Dad?" tanya Mommy Karen yang tidak tega membayangkan hukuman yang mereka terima.


"Terlalu enak buat mereka," jawab Daddy David.


"Dad," panggil Mommy Karen.


"Ya," jawab Daddy David singkat.


"Bisakah Daddy menghilangkan jiwa psychophat Daddy?" tanya Mommy Karen penuh harap.


"Sebenarnya jiwa psychophat Daddy sudah lama tidur tapi ketika ada orang yang menyentuh dalam arti menyakiti salah satu keluarga Daddy maka Daddy tidak segan-segan untuk menghukum mereka," jawab Daddy David.


"Tapi bisakah hukumnya berdasarkan kesalahan yang diperbuatnya?" tanya Mommy Karen.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Daddy David.


"Jika dia melakukan kesalahan kecil kasih kesempatan dia untuk memperbaiki kesalahannya, jika kesalahannya sedang hukum dia dengan membuat dirinya menjadi miskin dan seandainya dia sadar untuk memperbaiki kesalahannya kembalikan semua hartanya tanpa terkecuali dan yang terakhir jika kesalahannya terlalu berat seperti orang tua Venisa langsung tembak ma ti saja karena sudah berulang kali diberikan kesempatan," ucap Mommy Karen dengan nada lembut sambil menggenggam tangan suaminya.


Daddy David menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena bagaimanapun jika jiwa psychophat nya bangun maka dirinya tidak bisa mengontrol emosi nya dan langsung menyiksanya hingga orang tersebut menginginkan kematian.


"Daddy akan mencobanya," ucap Daddy David akhirnya.


"Daddy pasti bisa melakukan apa yang Mommy minta," ucap Mommy Karen.


"Terima kasih Mom," jawab Daddy David.


"Terima kasih karena sudah mau menerima Daddy apa adanya tanpa ada rasa takut sedikitpun jika Daddy melukai Mommy. Terima kasih juga ketika Daddy melukai Mommy, Mommy tidak pergi malah memaafkan Daddy tanpa berpikir dua kali," ucap Daddy David.


"Karena Mommy sangat mencintai Daddy dan mau menerima apa adanya Daddy," jawab Mommy Karen.


"Apa yang membuat Mommy mencintai Daddy dan mau menerima Daddy apa adanya?" tanya Daddy David.


"Karena Daddy sangat tulus mencintai Mommy dan selalu melakukan apapun yang Mommy minta. Perhatian dan kasih sayang Daddy sama Mommy dan anak-anak membuat Mommy semakin mencintai Daddy dan mau menerima Daddy apa adanya," jawab Mommy Karen sambil tersenyum.

__ADS_1


Grep


Daddy David memeluk tubuh istrinya dengan perasaan bahagia dan Mommy Karen pun membalas pelukan suaminya sambil mengusap punggung suaminya dengan lembut.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan tepatnya di ruang perawatan di mana Daka dan Venisa merasakan bahagia yang teramat sangat karena mereka dikaruniai sepasang bayi mungil yang sangat tampan dan cantik.


"Sayang, wajah anak kita sangat mirip denganmu," ucap Venisa sambil menggendong bayi laki-laki karena dirinya sedang menyusui bayi nya.


"Iya benar, kata orang kalau wajahnya mirip dengan suami berarti istrinya sangat mencintai suaminya," jawab Daka.


"Walau bukan kata orang, aku memang sangat mencintai suamiku yang sangat tampan dan baik hati," ucap Venisa sambil tersenyum bahagia.


Daka hanya tersenyum mendengarnya membuat Daka membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Oh ya, kalau boleh tahu kenapa dirimu menjadikan tameng untuk adik kembarku?" tanya Daka.


"Aku sangat bersyukur mempunyai ke dua mertuaku yang sangat sayang padaku dan aku sudah menganggap mereka sebagai orang tua kandungku karena itulah aku berjanji untuk melindungi keluarga Kak Daka walau nyawaku menjadi taruhannya," jawab Venisa.


"Lalu bagaimana denganku?" tanya Daka.

__ADS_1


__ADS_2