
"Maaf Mom," ucap Dave.
"Oh ya, Dave sampai lupa menanyakan ke Mommy," ucap Dave.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Mommy Karen.
"Dave nanti punya adik berapa?" tanya Dave penasaran.
"Tiga," jawab Mommy Karen singkat.
"Apa tiga?" tanya Dave tidak percaya.
"Sudah pas kan, Daka satu, Dennisa satu dan Dave satu," ucap Daddy David usil.
"Kenapa Daddy menyebut namaku?" tanya Dennisa dan Dave serempak dengan wajah bingung.
"Kalian bertiga nanti masing-masing mengurus ke tiga adik kalian," jawab Daddy David.
"Kok kami Dad? Terus Daddy dan Mommy ngapain ?" tanya Dennisa.
"Benar kata kak Dennisa, apalagi Dave kan belum menikah dan tidak tahu cara merawat bayi," sambung Dave.
"Kan kalian kakak yang baik jadi mengurus adik kalian. Mommy dan Daddy mau bikin anak lagi," jawab Daddy David tanpa dosa.
Bugh
Bugh
Bugh
Mommy Karen, Dennisa dan Dave serempak memukul bahu Daddy David membuat Daddy David tersenyum karena sangat senang menggoda istri dan ke dua anaknya. Dirinya tidak marah ketika mereka bertiga memukulnya terlebih pukulan itu tidak terasa sekali karena seperti di pijat.
__ADS_1
"Daddy senang banget usil," ucap Mommy Karen.
"Tahu nih Daddy," sambung Dennisa dan Dave serempak.
"Mungkin ketularan Mommy kalian jadi Daddy usil," jawab Daddy David.
"Kok Mommy?" tanya Mommy Karen.
"Kan Mommy memang usil," jawab Daddy David, Dennisa dan Dave serempak.
"Aish... menyebalkan," ucap Mommy Karen dengan wajah di tekuk.
"Pffftttt hahahaha..." tawa mereka serempak.
Mereka tertawa bersama hingga beberapa menit kemudian mereka berhenti tertawa.
Grep
Mommy Karen, Dennisa, Dennis dan Dave membalas pelukan Daddy Dennis.
"Mommy juga sangat bahagia bisa menikah dengan Daddy dan memilik kalian. Kalian semua harta berharga milik Mommy dan setengah napas kehidupan Mommy," ucap Mommy Karen.
"Kami juga sangat bangga memiliki Mommy dan Daddy," ucap Dennisa, Dennis dan Dave.
Mereka saling berpelukan setelah dua menit mereka melepaskan pelukannya.
"Oh ya Mom, Dad .... Maaf kami pulang dulu karena ke dua anak kami pasti mencari kami kalau kami kelamaan pergi," ucap Dennisa sambil turun dari kursi dan diikuti oleh suaminya yang bernama Dennis.
"Ok, lain kali bawalah mereka ke mansion agar mansion tidak terlalu sepi," ucap Mommy Karen.
"Baik Mom," jawab Dennisa.
__ADS_1
Dennisa dan Dennis mencium punggung tangan Mommy Karen dan Daddy David secara bergantian setelah selesai barulah Dave mencium punggung tangan Dennisa dan Dennis secara bergantian.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Sepeninggal Dennisa dan Dennis, Dave turun dari kursi kemudian mencium punggung tangan Mommy Karen dan Daddy David secara bergantian.
"Maaf Mom, Dave mau bertemu dengan teman Dave," pamit Dave.
"Ok, hati-hati," jawab Mommy Karen.
"Baik Mom," jawab Dave.
"Daddy, Dave pergi dulu ya" pamit Dave.
"Ok, hati-hati di jalan," jawab Daddy David.
"Baik Dad, Daddy juga kalau pulang hati-hati," ucap Dave.
Daddy David hanya menganggukkan kepalanya kemudian Dave pergi meninggalkan mereka berdua. Daddy David turun dari kursi kemudian mendorong kursi roda di mana Mommy Karen sedang duduk.
"Kita kembali ke ruang perawatan," ucap Daddy David.
"Ok," jawab Mommy Karen singkat.
Daddy David tersenyum kemudian mendorong kursi roda menuju ke ruang perawatan.
Di tempat yang berbeda sepasang suami istri sangat gelisah karena putri bungsunya tidak bisa dihubungi siapa lagi kalau bukan Veni.
"Anak kita pergi kemana sih, dihubungi tidak bisa," ucap istrinya.
"Daddy juga tidak tahu, coba Mommy telepon Venisa tanya sama Venisa apakah melihat adik kembarnya," pinta suaminya.
"Ok," jawab istrinya.
__ADS_1