Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia
Hamil


__ADS_3

"Kenapa takut? Kita sekarang kemana Mom?" tanya Daddy David mengalihkan pembicaraan sambil membalas pelukan istrinya.


"Kita ke rumah sakit saja Dad,'' jawab Mommy Karen.


"Ok," jawab Daddy David singkat.


Mereka berdua berjalan ke arah lift saling diam tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun hingga mereka masuk ke dalam mobil.


"Dad," panggil Mommy Karen.


"Ya," jawab Daddy David singkat.


"Dari tadi Daddy kok diam, ada apa Dad?" tanya Mommy Karen.


"Tidak apa-apa, Memangnya kenapa Mom?" tanya Daddy David balik.


"Tidak apa-apa hanya saja tidak biasanya Daddy diam," jawab Mommy Karen.


"Daddy, memang lagi ingin diam Mom," jawab Daddy David.


Mommy Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah tampan suaminya.


"Apakah Daddy mendengarkan percakapan Mommy dengan dokter itu?" tanya Mommy Karen.


"Ya," jawab Daddy David singkat yang memang tidak bisa berbohong dengan istrinya.


"Karena itu Daddy menjadi takut sama Mommy?" tanya Mommy Karen.

__ADS_1


"Ya," jawab Daddy David singkat lagi.


"Berarti Daddy ingin berpisah dengan Mommy?" tanya Mommy Karen dengan mata berkaca-kaca.


Grep


"Kenapa Mommy bicara seperti itu?" tanya Daddy David tidak suka dengan yang dikatakan oleh istrinya sambil memeluk tubuh istrinya.


"Karena Daddy takut sama Mommy berarti Daddy ingin kita berpisah," ucap mommy Karen dengan mata berkaca-kaca tanpa membalas pelukan suaminya.


"Dari awal Daddy selalu bilang kalau Daddy itu cinta banget sama Mommy jadi tidak mungkin Daddy mempunyai pikiran untuk berpisah. Apa jangan - jangan Mommy yang ingin berpisah dengan Daddy?" tanya Daddy David dengan wajah cemberut.


"Tidak, Mommy tidak ada pikiran seperti itu," jawab Mommy Karen dengan tegas.


"Syukurlah Daddy senang mendengarnya," ucap Daddy David.


Mommy Karen tersenyum kemudian membalas pelukan suaminya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membuat pola abstrak di dada bidang suaminya.


"Memangnya kenapa Dad?" tanya Mommy Karen yang masih membuat pola abstrak.


Grep


"Adik kecil sudah mulai bangun," bisik Daddy David sambil menahan tangan istrinya.


"Tapi Mommy lagi ingin Dad," pinta mommy Karen.


"Memang Mommy mau bertanggung jawab?" tanya Daddy David.

__ADS_1


"Mau, tapi nanti kalau kita di rumah," jawab Mommy Karen.


"Kalau begitu buat pola nya di rumah saja," ucap Daddy David.


Mommy Karen tidak menjawab tapi wajahnya cemberut bersamaan mobil mereka sudah sampai di rumah sakit.


"Maaf Tuan dan Nyonya, kita sudah sampai," ucap sopir tersebut sambil keluar dari mobil kemudian membuka kan pintu mobil untuk Daddy David sedangkan temannya membuka kan untuk Mommy Karen.


"Terima kasih," jawab Mommy Karen yang tahu kalau suaminya tidak akan mengatakan terima kasih kecuali ke dirinya.


"Sama-sama Nyonya," jawab bodyguard tersebut.


Mommy Karen dan Daddy David berjalan ke arah lobby dan banyak para wanita menatap daddy David tanpa bersedia sedangkan Daddy David tidak memperdulikannya malah matanya selalu ke arah istrinya membuat para wanita sangat iri dengan Mommy Karen.


"Sebelum kita menikah sampai anak-anak kita sudah besar dan menikah kecuali Dave karena kita tidak tahu kapan mau menikah. Daddy selalu menjadi pujaan para wanita," ucap Mommy Karen.


"Daddy tahu tapi hanya satu wanita pujaan di hati Daddy yaitu istriku yang paling cantik dan baik hati," ucap Daddy David.


"Aish, sejak kapan Daddy jadi tukang gombal?" tanya Mommy Karen.


"Daddy tidak gombal, Daddy serius," ucap Daddy David.


"Daddy, kepala Mommy kok pusing ya?" tanya Mommy Karen sambil menghentikan langkahnya dan memegangi kepalanya yang pusing.


"Pusing kenapa Mom?" tanya Daddy David dengan wajah panik sambil ikut menghentikan langkahnya.


Bruk

__ADS_1


"Mommy, tidak tahu .." ucapan Mommy Karen terputus karena tubuh Mommy seperti tidak berulang dan langsung ambruk namun ke tahan dengan tangan kekar suaminya.


"Mommy!!" teriak Daddy David sambil menggendong mommy Karen.


__ADS_2